Kamis, 16 Februari 2012

Lihatlah! Ahmadiyah ubah 839 ayat Al-Quran

HARIAN TERBIT, Kamis, 31 Maret 2011

Ahmadiyah ubah 839 ayat Al-Quran

JAKARTA - Menteri Agama Republik Indonesia, Suryadharma Ali mengatakan, secara substansi antara Ahmadiyah dengan Islam sangatlah berbeda. Di samping mengakui adanya nabi lain setelah Rasulullah SAW, mereka juga telah mengubah 839 ayat Al-Quran.

Kepada wartawan Suryadharma Ali mengatakan, sejak dilahirkan di India pada 1889 dan masuk di Indonesia pada 1925, kehadiran Ahmadiyah terus menjadi masalah hingga saat ini. Jadi saya meminta teman-teman pers dan pengamat agar tidak melihat kasus Ahmadiyah itu di ujung saja saat terjadi anarkhis.

Menurut Suryadharma Ali, yang harus menjadi perhatian bersama yakni, sikap Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) yang mengaku beragama Islam tetapi tidak mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir.

"Inti persoalan yang harus menjadi perhatian bersama yakni, selain tidak mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir, mereka (Ahmadiyah) juga mengubah 839 ayat suci Al-Quran kemudian dihimpun menjadi kitab Tadzkirah," katanya.

"Mereka mengaku Islam tetapi Islamnya ekslusif karena tempat ibadahnya tidak boleh dipergunakan oleh umat Islam yang lain dan di luar dari Ahmadiyah mereka sebut sebagai kafir dan najis. Ini yang membuat hubungan di tengah masyarakat terjadi gesekan karena tidak bisa diterima oleh umat Islam," ungkap Menag.

Sikap tegas pemerintah terkait Ahmadiyah, kata Menteri Agama, itu telah tertuang dalam SKB (Surat Keputusan Bersama) tiga menteri.

"Sikap tegas pemeritah sudah tertuang pada SKB tiga menteri itu," ujar Menteri Agama.

Suryadharma Ali juga menyesalkan ketidakhadiran pihak Ahmadiyah pada dialog nasional yang sedianya akan dihadiri berbagi elemen dan pandangan di antaranya, JAI, Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Front Pembela Islam (FPI), Forum Umat Islam (FUI), Maarif Institute, Wahid Institute serta Setara Institute. (atoen)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar