Rabu, 22 Februari 2012

Masjid Ahmadiyah di Cianjur Dirusak Warga

Polres Cianjur Tetapkan Tersangka Perusakan Masjid Ahmadiyah
Penulis : Budi Kansil
Selasa, 21 Februari 2012 21:11 WIB    


CIANJUR--MICOM: Kepolisian Resort (Polres) Cianjur, Jawa Barat, menetapkan 20 warga Kampung Cisaat Desa Cipeuyeum Kecamatan Haurwangi,   Cianjur sebagai tersangka kasus perusakan masjid Nurhidayah milik jemaah Ahmadiyah, Jumat (17/2) lalu.

Kapolres Cianjur AKB Agus Tri Heryanto, Selasa (21/1) penepatan ini berdasar hasil pemeriksaan yang telah dilakukan. Namun, ia menegaskan, ke-20 tersangka yang merupakan warga sekitar lokasi masjid tersebut belum ditahan dan hanya dikenakan wajib lapor. 

"Kita belum melakukan penahanan dan hanya diwajibkan lapor dengan jaminan tidak akan melarikan diri. Barang bukti yang kita dita diantaranya linggis, batu, serta bukti-bukti lain yang digunakan pelaku untuk melakukan perusakan.Mereka dijerat pasal 170 dengan ancaman hukuman minimal 5,5 tahun," kata Agus.

Menurut Agus, hampir 100 orang warga sekitar sudah diperiksa pihaknya. Kemungkinan besar akan ada penambahan lagi jumlah tersangka.

"Motif perusakan itu karena warga sudah kesal dengan aktivitas jemaah Ahmadiyah di masjid tersebut padahal sudah diperingatkan berkali-kali," tuturnya.

Agus berjanji akan memeriksa jemaah Ahmadiyah karena terbukti melanggar kesepakatan dalam surat keputusan bersama (SKB) Tiga Menteri maupun Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Barat. Namun ia tidak bisa berkomentar banyak mengenai sanksi terhadap jemaah Ahmadiyah yang melanggar kesepatan tersebut.

"Dalam SKB itu memang belum ada sanksi bagi yang melanggarnya. Kita hanya bisa sebatas memberikan imbauan. Jadi kita belum menetapkan status tersangka juga kepada jemaah Ahmadiyah," tegasnya. (BK/OL-04)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar