Rabu, 29 Februari 2012

Masjid Ahmadiyah di Duren Sawit Disegel

Jakarta – Suku Dinas Sudin Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) Jakarta Timur, menyegel bangunan yang digunakan kegiatan ibadah oleh jamaah Ahmadiyah.
Bangunan yang berdiri di Jalan Madrasah I, Blok J No. 28, Kelurahan Duren Sawit, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur itu dinilai melanggar izin.

“Bangunan itu melanggar SK Gubernur Nomor 1068 tahun 1997, dikarenakan izinnya untuk tempat tinggal namun digunakan sebagai tempat ibadah,” ujar Kepala Suku Dinas P2B Jakarta Timur, Bambang Sudjimanto, Jakarta, 17 November 2011.

Bambang mengatakan, sebelum melakukan penyegelan, pihaknya telah memberikan surat peringatan kepada pengelola rumah yang dijadikan masjid itu. Kata Bambang, pihaknya sudah melayangkan teguran dari SP1 hingga SP3. Hingga akhirnya, Sudin P2B harus melakukan penyegelan. “Terakhir mereka tetap melakukan aktivitas pada Idul Adha lalu,” ujar Bambang.

Aziz, 27 tahun, seorang jamaah Ahmadiyah yang menghuni bangunan itu membenarkan ibadah yang dilakukan jamaah Ahmadiyah. Aziz mengakui bahwa bangunan 2 lantai dengan luas 200 meter persegi ini memang berdiri izinnya sebagai rumah huni. “Rumah Ini atas nama Abdu Somad, ia warga Ahmadiyah,” kata Aziz.

FPI Jaktim Tetap Awasi Tempat Ibadah Ahmadiyah

Front Pembela Islam mengatakan akan terus melakukan pengawasan terhadap tempat ibadah milik jemaah Ahmadiyah di Duren Sawit yang hari ini disegel oleh Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur.

Ketua FPI Jakarta Timur, Ustad Subhan Amir, mengatakan pengawasan dilakukan karena dikhawatirkan masih ada jemaah Ahmadiyah yang tetap melakukan aktifitas di tempat yang telah disegel itu. “Kita terus awasi bangunan ini, karena dikhawatirkan mereka akan kembali lagi melakukan aktivitas di sini,” ujarnya, Kamis (17/11/2011).

Subhan Amir yang ada di lokasi mengatakan, apa yang di lakukan P2B sudah tepat. Pihaknya mengaku telah melaporkan adanya aktivitas ibadah Ahmadiyah sejak 2008 lalu. Dia mengatakan kedatangan FPI karena masyarakat resah dengan adanya rumah yang dijadikan tempat ibadah.

“Plang masjidnya sudah kami turunkan pada 2007 lalu, 2008 kita meminta untuk ditutup, namun hanya janji-janji saja,” ujar Subhan.

Saat itu, FPI dan masyarakat beramai-ramai menurunkan papan nama di depan rumah yang beralamat di Jalan Madrasah I No.28 RT 02 RW 10, Duren Sawit. Penurunan dilakukan karena papan tersebut bertuliskan dua kalimat syahadat yang menurutnya telah menyimpang dari ajaran Islam. Setelah itu aktifitas jemaah Ahmadiyah sempat terhenti.

Setelah penyegelan ini, pihaknya akan tetap mengawasi kegiatan jamaah Ahmadiyah di bangunan yang telah disegel itu.

Kini rumah berpagar hijau seluas 200 meter persegi dengan enam kamera CCTV itu telah disegel Pemkot Jaktim beserta aparat kepolisian dan anggota Satpol PP. Dan tidak diperbolehkan lagi ada aktifitas di dalam rumah tanpa seizin pihak kecamatan dan kepolisian.

Red: Jaka

Sumber: FPI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar