Selasa, 21 Februari 2012

Syiah dan Kemaksuman 12 Imam

SYIAH DAN KEMAKSUMAN

Oleh Ar-Risalah Institute



 Ulil Amr Harus Maksum

Di dalam buku 40 Masalah Syiah hal. 92 dikatakan, ”Ishmah adalah keterpeliharaan dari dosa dan kesalahan. Dari segi makna, ishmah sama dengan ’adalah. Jika Ahlussunnah menerapkan ’ishmah kepada semua sahabat Nabi saw, Syiah hanya menetapkan ’ishmah kepada empat belas manusia suci –yakni Rasulullah saw, Fathimah, Ali, Al-Hasan, Al-Husayn dan sembilan orang Imam dari keturunan Al-Husayn. Mereka itu secara keseluruhan disebut Ahlulbait.”

Pada hal. 93 dikatakan, ”Ayat Ulil Amr. Allah berfirman: ”Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul dan Ulil Amr di antara kamu?” (Al-Nisa 59), (40 Masalah Syiah, hal. 93).  

Adapun di hal. 94-nya dikatakan sebagai berikut, ”Apa hubungan antara Ulil Amr dengan kemaksuman? Al-Fakhr al-Razi menulis, ”Sesungguhnya Allah swt memerintahkan ketaatan kepada Ulil Amr dengan sangat tegas (’ala sabil al-jazmi) dalam ayat ini. Barang siapa yang diperintahkan Allah swt untuk ditaati dengan sangat pasti, tidak bisa tidak ia harus maksum atau terpelihara dari segala kesalahan dan dosa. Jika ia tidak maksum dari kesalahan, kita bisa memperkirakan bahwa ia akan mungkin memerintahkan yang salah. Dengan begitu salahlah yang memerintahkan....Sudah terbukti, bahwa Allah swt memerintahkan kita untuk mentaati Ulil Amr secara sangat tegas karena itu terbuktilah bahwa semua orang yang wajib ditaati berdasarkan perintah Allah swt yang tegas wajib terpelihara dari segala kesalahan. Dengan begitu bisa kita tetapkan dengan pasti bahwa Ulil Amri yang disebutkan dalam ayat ini tidak bisa tidak harus maksum” (Al-Tafsir Al-Kabir; 10: 144), (40 Masalah Syiah, hal. 94).



Bantahan Ar-Risalah Institute

            Apabila seperti ini klaim orang-orang Syiah terhadap Ulil Amr, yaitu mereka harus maksum (terpelihara dari segala kesalahan dan dosa), maka kita ajukan pertanyaan, ”Apakah ada nash dari Al-Qur`an yang menyatakan bahwa Fathimah, Ali, Al-Hasan, Al-Husayn dan sembilan orang Imam dari keturunan Al-Husayn adalah orang-orang yang maksum seperti Rasulullah SAW?” Jika mereka orang-orang Syiah menjawab ya, maka mereka harus menunjukkan dalilnya, yaitu dalil dari Al-Qur`an. Kalau tidak ada dalilnya dari Al-Qur`an, carilah dari Al-Hadits. Akan tetapi jika mereka mengatakan tidak ada dalilnya, artinya alasan ini akan menjadi bumerang bagi mereka.

Jika orang-orang Syiah menganggap bahwa Fathimah, Ali, Al-Hasan dan Al-Husayn adalah maksum, maka baiat yang Al-Hasan berikan terhadap Muawiyah adalah benar dan direstui oleh Allah SWT. Karena jika salah, apakah mungkin Allah SWT akan membiarkan hamba-Nya yang maksum berbuat salah? Pasti Allah SWT akan menegurnya. Tetapi, apakah datang teguran Allah SWT kepada Al-Hasan yang telah membaiat Muawiyah? Kalau tidak ada teguran, artinya Muawiyah adalah sah sebagai khalifah karena orang yang dianggap maksum yaitu Al-Hasan bin Ali telah ikut berbaiat kepada Muawiyah. Akan tetapi, orang-orang Syiah tetap membenci Muawiyah dengan alasan dia telah merampas tampuk kekhalifahan dari Al-Hasan.



Wallahu A’lam.


12 komentar:

  1. Oh jelas ada dalilnya dong! Tanyakan pada Ulama-ulama Syi'ah dong!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika orang-orang Syiah menganggap bahwa Fathimah, Ali, Al-Hasan dan Al-Husayn adalah maksum, maka baiat yang Al-Hasan berikan terhadap Muawiyah adalah benar dan direstui oleh Allah SWT. Karena jika salah, apakah mungkin Allah SWT akan membiarkan hamba-Nya yang maksum berbuat salah? Pasti Allah SWT akan menegurnya. Tetapi, apakah datang teguran Allah SWT kepada Al-Hasan yang telah membaiat Muawiyah? Kalau tidak ada teguran, artinya Muawiyah adalah sah sebagai khalifah karena orang yang dianggap maksum yaitu Al-Hasan bin Ali telah ikut berbaiat kepada Muawiyah. Akan tetapi, orang-orang Syiah tetap membenci Muawiyah dengan alasan dia telah merampas tampuk kekhalifahan dari Al-Hasan.
      " Kalimat diatas, menunjukkan penulis Tauhidnya belum tuntas, dia lupa bahwa Allah SWT meliputi segala sesuatu dan semuanya mendapat Ijin-Nya dan Ridho-Nya", Ijin-Nya berarti ada konsekwensi Logisnya yang negatif, sedangkan Ridho-Nya ada konsekwensi logisnya Positif, kalimat diatas sama saja saya tamsilkan (dan pasti anda tidak setuju, seperti tidak setujunya kalimat diatas), yaitu : " Alllah SWT telah memerintahkan umast Islam untuk sujud/taat kepada SYEITAN", karena pada akhirnya Hasan as pun harus berkalang tanah, dengan kematian via racun yang dfisajikan istrinya atas perintah Muawiyah dengan imbalan akan dipersunting anaknya Yajid silaknatullah.Namun bagi SYIAH an-Nisa 59 exist forever, tak pernah berhenti/tak bermanfaat sedetikpun, karena terjaga/terkawal oleh Imam Maksum 12, Imam Khas/Khusus 4 Orang dan Imam Am (Umum), ribuan plus Imam Khomeni dan Imam Ali Khamenei dan Wallahubissawab.
      Note : Ingat bahwa tulisan saya diatas tidak mengutip secuilpun dari Ulama-Ulama Syiah, kecuali ketika terilhami di hari Kamis, dimana saat itu saya sedang Shaum dan menunggu bantuan info atau nasihat untuk saya tembakkan ke Kelompok Anti Syiah kepada Ikhwan Lulusan Qum, namun sampai selesai Sholat Ashar tidak muncul, malah tiba-tiba teringat An-Nisa 59 dan dengan tamsil tsb diatas.

      Hapus
  2. coba oleh anda sendiri yang menanyakan masalah ini kepada para ulama syiah...kami menanti jawabannya...tks.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Imam Hasan as, mengadakan rekonsialisasi dengan Muawiyah bukan berarti beliau takut akan kematian, karena yang dipandang adalah keberadaan Agama Islam ini tetap terjaga oleh Keluarga Rosul, karena pada saat peperangan dengan Muawiyah, ada penghianatan dari tentaranya (Syiah = Pengikutnya) yang sudah tergiur dengan iming-iming jabatan dan uang yang sengaja ditebarkan oleh bajingan-bajingan pengenyam dunia, sehingg mampu menusukan pedangnya ke kaki paha kanannya, sehingga beliau terluka, sehingga beliau ketika hendak dirawat tidak berani ke Kuffah, karena disana leboih banyak munafikin-munafikin kKuffah, malah beliau as kembali ke Mdain., karena disana lebih banyak pedagang-pedagang Iran yang lebih mahabah kepada orang-orang Arab terkhusus kepada Keluarga Muhammad, bagiku ini kemungkinan jikal bakalnya, Syiah lebih banyak berkembang di Iran dari pada di Irak.
      Sebagai fakta, walaupun pengikut Syiah di Irak hampir 60% (Mayoritas), tapi Al Uzma Ali Sistani, belum mampu menyatakan Syariat Islam Syiah per;lu ditegakkan, malah kalimatnya cukup mengatakan "Bahwa Bila UU Negara dibuat oleh Seluruh Komunitas Yang ada di Irak, maka akan dia setujui, namun bila dibuat oleh PENJAJAH, maka akan ia tolak", hanya beliau sendirilah yang tahu Karakter bangsa Irak, yang ada di;luar hanya bisa menebak/mengira-ngira sesuai fakta yang ada dilapangan sejak dahulu kala sampai saat ini.

      Hapus
  3. II. Al Azhab [33]:33,
    “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.”
    Disini karena bilangan Surat dan Ayat sama dan masing-masingnya dapat di analisa menjadi Ulil Amri minkum yang Syah [33=3+3=6] dan diurai seperti diatas dan Ulil Amri minkum yang tidak syah juga ada 6, namun karena isi surat & ayat itu adalah suatu pensucian dari Segala Dosa, maka selayaknya bilangan [33]:33, hanya diperuntukan untuk Ulil Amri minkum yang suci saja, sehingga dengan demikian bilangan tersebut semuanya dijumlahkan tanpa diurai lagi.
    [33][33]=3+3+3+3= 12 Bilangan 12 bisa dijumlahkan menjadi 12=1+2=3, bilangan ini mengindikasikan sebagai Sumber Awal Manusia-Manusia suci, yaitu :
    1. Muhammad Saw,
    2. Fatimah az Zahra,
    3. Imam Ali bin Abi Thalib, al Murthado.
    AL-QURAN DAN RAHASIA ANGKA-ANGKA (I’JAZ ‘ADADI) | Satu Islam
    JUMLAH HURUF MANUSIA SUCI SESUDAH NABI SAAW. Ali = 3. Fathimah = 5. Hasan = 3. Husein = 4. Ali = 3. Muhammad = 4. Ja’far = 4. Musa = 4. Ali = 3. Muhammad ...
    satuislam.wordpress.com/…22/al-quran-dan-rahasia...
    اِنَّمَا يُرِيْدُ اللهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ اَهْلَ اْلبَيْتِ وَ يُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيْرًا
    “Sesungguhnya Allah berkehendak mensucikan kalian wahai Ahlul Bait dan membersihkan kalian sesuci-sucinya”
    JUMLAH HURUF AYAT TATHIR
    اِنَّمَا = 4, يُرِيْدُ = 4, اللهُ = 4, لِيُذْهِب = 5, عَنْكُمُ = 4, الرِّجْسَ = 5, اَهْلَ = 3, اْلبَيْتِ = 5, وَ يُطَهِّرَكُمْ = 7
    تَطْهِيْرًا = 6,
    ---------------------------------TOTAL = 47
    JUMLAH HURUF MANUSIA SUCI SESUDAH NABI SAAW
    علي 3, فاطمة 5, حسين 4, علي 3, محمد 4, جعفر 4, موس 4, علي 3, محمد 4, علي 3, حسن 3, محمد 4, حسن 3,
    --------------------------------------- TOTAL = 47

    BalasHapus
    Balasan
    1. Adakah sesuatu didunia ini yang kebetulan ?, tidakkah ini menjadi penerang siapa sebenarnya yang seharusnya kita ikuti agar tidak tersesat selamanya …
      Surah Al-Ahzab 33 berbicara tentang kesucian Ahlul Bayt dengan jumlah huruf 47, siapakah Ahlul Bayt menurut Surah tersebut?
      SEGALA PUJI BAGI ALLAH , telah ditunjukan betapa Jumlah Huruf ayat Tathir = Jumlah Huruf Manusia Suci Sesudah Rasulullah Saaw.
      Tambahan dari Penyunting : Namun angka 47, bila dijumlahkan menjadi :
      [47] = 4+7 = 11, sama dengan jumlah bilangan dari QS [42]:23, tidakkah ini sesuatu yang paling mengagumkan seolah-olah Allah Swt dengan ke Maha TahuanNya = Maha Berilmu, untuk mengingatkan Manusia agar mampu berpikir secara optimal, agar memahami “Assignment-Nya”, untuk mampu diikuti oleh Hamba-Nya secara memadai.

      Hapus
  4. Anda lupa bahwa Allah SWT telah menciptakan Manusia sbg Mahluk alternatif, yaitu Mahluk dengan pilihan dua yaitu Akal dan Nafsu, maka Allah SWT telah membuktikan dengan terciptanya 14 Maksumim maka otomatis harus tercipta 14 Dhalimin atas ijinNya dan pilihan manusia itu sendiri yang telah diwakili oleh Kalompok Bani Umayyah, sementara Para Dhalimin yang telah membunuh dari Hasan al Mujtaba s/d Hasan Asakari (10) yang telah melakukan Genocide via racun yang dimasukkan kedlm makanan yang telah dilakukan atas perintah langsung dan tidak langsung dari Para Khalifah Dhalimin Bani Umayyah & Abasiyah, ini bukan fitnah tapi bukti nyata sejarah yang telah dinukil dari SUNNI dan SYIAH.

    BalasHapus
  5. Inilah Hadisnya diambil dari Madinah Balaghah (Kumpulan Khotbah, Surat dan Ucapan Rosulullah, hal 145 & 146), Rosul bersabda :" Wahai manusia, sesungguhnya kami Ahlulbayt telah dijaga Allah dari menjadi gila,orang yang menyesatkan, terkena fitnah, dukun, tukang sihir, peramal, penghianat, pembuat bid'ah, peragu, penghalang bagi manusia dari kebenaran, atau orang munafik. Siapa saja yang mempunyai salah satu dari sifat-sifat ini maka dia bukan bagian dari kami dan kami bukan bagian dari mereka, dan Allah berlepas diri darinya dan kami pun berlepas dari darinya. Siapa yang Allah berlepas diri darinya maka Allah masukkan dia ke dalam neraka Jahanam, dan itu seburuk buruknya tempat tinggal".
    'Sesungguhnya kami Ahlulbait telah disucikan Allah dari setiap najis. Kami adalah orang-orang yang selalu berkata benar manakala ditanya, dan orang-orang yang selalu menjaga amanah manakala dititipi amanah. Allah telah menghimpun sepuluh sipat pada kami, yang belum pernah Dia menghimpunnya pada seorang sebelum kami dan tidak seorang pun dari selain kami. Yaitu :
    1. Ilmu,
    2. Kebijaksanaan,
    3. hukum,
    4. Intisari Akal,
    5. Kemudaan,
    6. Keberanian,
    7. Selalu berkata benar,
    8. Kesucian,
    9. Selalu Menjaga Kesucian Diri, dan
    10. Wilayah
    Hal ini sudah dibuktikan oleh 11 dari 12 Para Washi wafat dengan suatu Kesyahidan dan ini dibuktikan dengan bilangan penjumlahan dari Surat As-Syura [42]:[23]= 4+2+2+3=11, dan renungkan isinya antara Perintah-Nya dan Harapan-NabiNya, tidak sesuai dengan bukti di Lapangan, adakah kejahatan yang mereka Lakukan, shg mereka harus dibunuh dan ini adalah bukti nyata atas Firmasn-Nya "Bangsa Arab adalah Benar-benar sangat KAFFIR dan MUNAFIK SEKALI".
    10 '

    BalasHapus
  6. Apalagi bila ditimbang dengan An-Nisa [4]:[59] : "Taati Allah, Taati Rosul dan Ulil Amri Minkum (UAM)......", Allah SWT Mahakudus, Muhammad SAW Maksum, Ulil amri minum, pastilah Maksum sebagai keniscayaan, tidak logik kalau Degil, Bajingan, Penghianat, Sok Tahu tanpa I;lmu yang Ada adalah Egois untuk merebut Kekuasaan, maka timbangan yang paling tepat dan belokan yang terjadi dilapangan adalah ketika Imam Husein as dibantai dan wafat, maka ketika dimana posisi An-Nisa 59, bila kalain masih menganggap YAJID Silaknatullah itu Sah sebagai UAM, maka itu bisa ditamsilkan, bahwa " Bani Adam diperintahkan oleh ALLAH SWT, tunduk kepada Bani SYEITAN" (Aku berlindung dari murka-Nya ", hanya ini yang paling Logik dan ingat jangan sekali-kali ini dituduhkan kehendak-Nya (Pola Pikir Jabariyah), tapi ini dapat ijin dari-Nya atas pilihannya, karena Manusia tercipta sebagai Makhluk Alternatif yang dilengkapi dengan Akal & Nafsu, dan pilihannya merupakan konsekwensi logis yang akan dipertanggung jawabkan di Yaumil Kiamah dan demikian juga Para Pendukunya, bila yang berperan adalah Nafsu Ta'asub kepada Kelompoknya dengan membenarkan perilaku Pemimpin zalim dan tutup mata atas Hak Rosul dan Keluarganya untuk menjaga Risalah ini sampai Yaumul Kiamah, maka KehendakNyalah, Dia perlu bertindak untuk mengghaibkan Penjaga RisalahNya, sementara Pengiring Ad-Din dilakukan oleh Para Sahabt/Ulama/Tabiin yang berguru dari Keilmuan Para Washi sebelum mereka satu demi satu berguguran berkalang tanah ada yang dibacok, dan disayat dengan pedang oleh Para Bajingan Tengik Pendukung Kekhalifahan Para Durjana Agama, yang buta dari pandangan sebagian Umat ini yang mengaku sebagai Para Mukmin Sejati???. Salam Berpikir waraslah wahai Kawan!!!!!

    BalasHapus
  7. 9 Washi berguguran karena genocide via racun yang disajikan melalui makanan dan An-Nisa 93, tidak berperan sama sekali, demikian juga Para Pendukungnya BUNGKAM SERIBU BAHASA, karena akal waras tidak berperan sama sekali kecuali NAFSU dan NAFSU/

    BalasHapus