Jumat, 16 Maret 2012

Kutipan dari Buku "Ajaranku" Mirza Ghulam Ahmad

AJARANKU; KARYA MIRZA GHULAM AHMAD
Oleh Ar-Risalah Institute

Di dalam bukunya ini, MGA sebagai nabi palsu tidak henti-hentinya menyebarkan kesesatan ke tengah-tengah kaum muslimin. Di antaranya :

1. "Hendaknya hal ini dipahami dengan jelas, bahwa bai'at hanya berupa ikrar di lidah saja tidaklah punya arti apa-apa, jika tidak ditunjang oleh suatu kebulatan tekad hendak melaksanakan janji itu sepenuh-penuhnya. Oleh karena itu, barangsiapa yang mengamalkan ajaranku selengkapnya, ia masuk rumah ini - perihal rumah mana ada janji dari ALLAH S.W.T.:
إني أُحافِظُ كلَّ مَنْ في الدَّارِ
Ya'ni: "Tiap-tiap orang yang berada di dalam dinding pagar rumahmu akan kuselamatkan"." (hal.1)

2. "Dari atas berkat rohaninya Tuhan mengirimkan kepada ummat manusia seorang Masih Mau'ud (Juru selamat yang dijanjikan) ke dunia ini, yang kedatangannya sangat diperlukan guna menyempurnakan bangunan gedung Islam." (hal.10)

Hasil Pengkajian :
Bukankah ajaran Islam telah sempurna. Bukankah Allah SWT telah berfirman dalam Al-Qur`an, surah Al-Maidah [05]: ayat 3
اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الإسلام دينا
"Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam sebagai agama bagimu."

Juga Rasulullah SAW telah bersabda :
مثلي في النبيين كمثل رجل بنى دارا فأحسنها وأكملها وترك فيها موضع لبنة لم يضعها فجعل الناس يطوفون بالبنيان ويعجبون منه ويقولون لو تم موضع هذه اللبنة فأنا في النبيين موضع تلك اللبنة. رواه الترمذي
"Perumpamaanku diantara nabi-nabi lain adalah seperti seorang yang membikin satu rumah dengan baik dan sempurna, tetapi ia tinggalkan satu lobang bagi satu bata, yang belum ditaruhnya, lantas orang-orang melihat ke sekeliling rumah itu dengan takjub, dan mereka berkata: Alangkah baiknya kalau sempurna lobang satu bata itu! Maka, (kata Rasulullah) adalah aku, diantara nabi-nabi itu, sebagai pemenuh lobang bata itu." (HR. Tirmidzi).
Bukankah ini semua sebagai dalil bahwa Islam telah sempurna? Tidak perlu disempurnakan, ditambah atau dikurangi lagi?!  

3. "Barangsiapa yang dibai'at kepadaku dengan sesungguh-sungguhnya dan menjadi pengikutku dengan hati yang setulus-tulusnya, dan juga membuat dirinya mabuk di dalam ketaatan kepadaku hingga meninggalkan segala keinginan-keinginan pribadinya, rohku akan memberikan syafaat pada hari-hari yang penuh derita, bagi diri orang itu." (hal.11)

Hasil Pengkajian :
Orang Islam keyakinan bahwa yang bisa memberi syafaat pada hari Kiamat hanya Nabi Muhammad SAW dan bukan yang lainnya, apalagi Mirza Ghulam Ahmad!

4. "Di dalam syariat Muhammad s.a.w akulah Masih Mau'ud. Oleh karena itu aku menghormati beliau sebagai rekanku." (hal.14)

Hasil Pengkajian :
Seseorang disebut rekan itu jika hidup sezaman atau paling tidak usianya tidak jauh berbeda. Jika Rasulullah SAW dikatakan sebagai rekan Mirza Ghulam Ahmad yang jarak hidup antara keduanya saja lebih dari 1300 tahun yang silam. Apakah masuk akal?

5. "Barangsiapa yang tidak benar-benar yakin, bahwa aku Masih dan Mahdi yang dijanjikan, ia adalah bukan dari jamaatku. Barangsiapa yang tidak bersiap-siap untuk menaati aku dalam hal segala kebaikan, ia bukanlah dari golongan Jemaatku. Barangsiapa yang duduk bercengkrama di tengah-tengah kumpulan orang-orang yang menentangku serta mengiyakan apa yang dikatakan oleh mereka, ia bukanlah dari golongan jemaatku." (hal.16)

Hasil Pengkajian :
Inilah bentuk doktrin buta seorang pemimpin yang takut kehilangan jamaahnya. Aneh bukan?

2 komentar:

  1. Sabda Nabi SAW, siapa yg tidak menikah bukan golonganku. Apakah ini juga doktrin buta seorg pemimpin yg takut kehilangan umatnya ?
    Pertanyaan saya jawab ya ?

    BalasHapus
  2. Sabda Nabi SAW, siapa yg tidak menikah bukan golonganku. Apakah ini juga doktrin buta seorg pemimpin yg takut kehilangan umatnya ?
    Pertanyaan saya jawab ya ?

    BalasHapus