Rabu, 28 Maret 2012

Syiah dan Masuknya Tartar ke Baghdad

SYIAH DAN TARTAR
Oleh ust Abu Fatimah, Lc
Di dalam kitabnya, Ibnu Taimiyyah, seorang ilmuwan muslim yang sangat hebat yang pernah dimiliki kaum muslimin, yang terlahir pada saat kaum muslimin diserang bangsa Tartar pada abad ke-12 M, beliau mengatakan :
وَالرَّافِضَةِ تُحِبُّ التَّتَارَ وَدَوْلَتَهُمْ ; لِأَنَّهُ يَحْصُلُ لَهُمْ بِهَا مِنْ الْعِزِّ مَا لَا يَحْصُلُ بِدَوْلَةِ الْمُسْلِمِينَ . وَالرَّافِضَةُ هُمْ مُعَاوِنُونَ لِلْمُشْرِكِينَ وَالْيَهُودِ وَالنَّصَارَى عَلَى قِتَالِ الْمُسْلِمِينَ وَهُمْ كَانُوا مِنْ أَعْظَمِ الْأَسْبَابِ فِي دُخُولِ التَّتَارِ قَبْلَ إسْلَامِهِمْ إلَى أَرْضِ الْمَشْرِقِ بِخُرَاسَانَ وَالْعِرَاقِ وَالشَّامِ وَكَانُوا مِنْ أَعْظَمِ النَّاسِ مُعَاوَنَةً لَهُمْ عَلَى أَخْذِهِمْ لِبِلَادِ الْإِسْلَامِ وَقَتْلِ الْمُسْلِمِينَ... قَدْ عَرَفَ أَهْلُ الْخِبْرَةِ أَنَّ الرَّافِضَةَ تَكُونُ مَعَ النَّصَارَى عَلَى الْمُسْلِمِينَ وَأَنَّهُمْ عَاوَنُوهُمْ عَلَى أَخْذِ الْبِلَادِ لَمَّا جَاءَ التَّتَارُ وَعَزَّ عَلَى الرَّافِضَةِ فَتْحُ عُكَّةَ وَغَيْرِهَا مِنْ السَّوَاحِلِ وَإِذَا غَلَبَ الْمُسْلِمُونَ النَّصَارَى وَالْمُشْرِكِينَ كَانَ ذَلِكَ غُصَّةً عِنْد الرَّافِضَةِ وَإِذَا غَلَبَ الْمُشْرِكُونَ وَالنَّصَارَى الْمُسْلِمِينَ كَانَ ذَلِكَ عِيدًا وَمَسَرَّةً عِنْدَ الرَّافِضَةِ .
Terjemah bebasnya kurang lebih seperti ini, “Orang-orang Rafidhah (Syiah) sangat mencintai bangsa Tartar. Karena bangsa Tartar lah yang telah memberikan kemuliaan kepada mereka (Rafidhah), yang tidak pernah mereka dapatkan dari kaum muslimin. Orang-orang Rafidhah lah yang telah membantu orang-orang musyrik, orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani di dalam memerangi kaum muslimin. Mereka lah penyebab utama masuknya bangsa Tartar (sebelum mereka masuk Islam) ke Timur Tengah melalui pintu Khurasan (Iran), Iraq dan Syam (Libanon dan negara-negara di sekitarnya). Orang-orang Rafidhah lah yang telah membantu bangsa Tartar dalam upaya perampasan negara-negara Islam dan pembantaian kaum muslimin...para ahli sejarah tahu jika Rafidhah lah yang berada di belakang orang-orang Nasrani yang memerangi kaum muslimin. Mereka lah yang telah membantu orang-orang Nasrani merampas tanah kaum muslimin. Misalnya tatkala bangsa Tartar datang. Orang-orang Rafidhah bersuka cita setelah wilayah Ukah dan kota-kota lainnya yang berada di pesisir pantai ditaklukkan Tartar. Orang-orang Rafidhah itu akan merasa sedih, manakala kaum muslimin bisa mengalahkan orang-orang Nasrani dan orang-orang musyrik. Akan tetapi, apabila orang-orang musyrik dan Nasrani bisa mengalahkan kaum muslimin, maka hal ini akan membuat senang mereka.” (Lihat Majmu Fatawa Ibnu Taimiyyah, jilid 28, kitab Fiqih Jihad, hal. 527-528).



            Lihatlah, sampai seperti ini mereka bersikap terhadap kaum muslimin (Sunni). Dari dahulu sampai sekarang, mereka sangat membenci kaum muslimin yang tidak sefaham dengan mereka. Bagaimana mungkin mereka kita anggap sebagai saudara sesama muslim, tapi di dalam kenyataannya mereka adalah mush dalamn selimut.
            Tahukah Anda, siapakah yang telah membantu Amerika Serikat di dalam agresinya terhadap Iraq? Jawabannya adalah orang-orang Rafidhah. Atau, tahukah Anda, siapa yang paling banyak melancarkan serangan ke kawasan Palestina? Jawabannya adalah orang-orang Yahudi asal Iran lah yang paling getol melancarkan pembunuhan dan pembantaian terhadap rakyat Palestina daripada yang lainnya. Atau, tahukah Anda jika yang menjadi pendiri Agama Syiah atau Rafidhah adalah seorang Yahudi berkebangsaan Yaman yang bernama Abdullah bin Saba Al-Himyari?
            Oleh karena itu,  marilah kita bersikap waspada terhadap makar musuh-musuh kita yang senantiasa mengharapkan kita lengah dan lemah. Kuatkan iman, kaji Islam lebih mendalam dan berdakwahlah!

Salam perjuangan,


Ar-Risalah Institute

Tidak ada komentar:

Posting Komentar