Minggu, 11 Maret 2012

Ust Farid Ahmad Okbah Beberkan Data Syiah

JAKARTA (Arrahmah.com) – Senin siang kemarin, (20/2) Majelis Ulama Indonesia menggelar Temu Tokah Islam dengan Grand Imam Sunni dari Iran. Acara yang berlangsung tepat pukul 1 siang ini menghadirkan sejumlah ulama dan tokoh seperti Prof. Ahmad Satori Ismail, KH. Teuku Zulkarnaen, KH. Hamdan Rasyid, KH. Syaifuddin Amsir, Ustadz Muhammad Al Khathatath, Ustadz Farid Okbah dan lain sebagainya. Tak ketinggalan juga beberapa nama dari kelompok Syiah hadir diantaranya Umar Shahab. 

Pernyataan Grand Imam Sunni Iran bahwa kondisi Ahlus Sunnah di Negara Syiah tersebut dalam kondisi baik, mendapatkan respon dari pemerhati masalah Syiah, Ustadz Farid Ahmad Okbah M.Ag. Ustadz Farid menilai bahwa kita harus mengecek kembali pernyataan Syekh Maulana Malawi Madani. Menurutnya pernyataan beliau belum objektif karena posisi beliau adalah utusan pemerintah Iran.


“Kita perlu konfirmasi ulang tentang kondisi ahlus sunnah di Iran, dari sumber lain supaya objektif,” katanya kepada sejumlah wartawan di Gedung MUI, Senin (20/1). Berbeda dengan apa yang dipaparkan Syekh Maulana, Ustadz Farid mendapati bukti lain yang langsung datang dari Ulama Sunni non pemerintah di Iran. Sebab data yang beliau dapat ulama Sunni mengalami penindasan dan penyiksaan. Kondisi mereka betul-betul sulit di Iran. “Kita mempunyai data-data dari ulama-ulama sunni Iran non pemerintah yang menunjukkan data-data yang berbeda dengan yang disampaikankan tadi,” tandas pengurus Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia ini.Ketika diskusi sedang berlangsung, Ustadz Farid pun sempat menunjukkan data-data kepada Imam Maulawi buku seorang ulama Syi’ah Iran yang menjadi sunni dan mengalami penindasan di sana. “Salah satu ulama Syi’ah yang masuk menjadi sunni dan mendapat tekanan, yaitu Ayatullah Udzma Burqawi setingkat Khameini,” tandasnya memberikan sejumlah data. Ulama Ahlus Sunnah Iran Memberikan Standar Ganda Penjelasan Grand Imam Sunni Syekh Maulana Maulia Madani mengenai nikah mut’ah mendapatkan kritik tajam dari Ustadz Farid Okbah selaku peneliti masalah Syiah. “Kenapa seorang ulama Ahlus Sunnah tapi membenarkan mut’ah. Memberikan pembenaran nikah mut’ah yang dilakukan Syiah, meskipun ia sebagai ahlus Sunnah menentangnya. Ini kan menunjukkan apa?” tanyanya kepada sejumlah wartawan selepas acara di Kantor MUI, Senin (20/1).
 Peneliti masalah Syiah ini menilai Syekh Maulana telah memberikan jawaban ganda terkait ini. “Katanya Sunni harus Sunni , Syiah harus Syiah. Itu saya setuju itu, tapi kenyataannya kita dirugikan terus,” tambahnya. Selanjutnya, pengasuh Islamic Centre Bekasi ini mendapatkan bahwa buku-buku resmi dari pihak Syiah penuh dengan penghinaan terhdap sahabat. Salah satunya adalah Buku berjudul ‘Kecuali Ali’ yang telah diterjemahkan penerbit Al Huda ke dalam bahasa Indonesia. Judul aseli buku ini adalah ‘Ali Oyene-e Izadnemo’ karya Abbas Rais Kermani, terbitan Daftare Tablighat, Iran. “Nah ini sekarang ada buku dengan bahasa yang sangat memojokkan sahabat judulnya. (Di buku ini) Sahabat dibilang iblis dan musuh Allah,” tandasnya. Syekh Maulana Maulawi Madani, Grand Imam Sunni di Iran datang ke Indonesia atas fasilitasi Kedubes Iran di Indonesia. Ia datang dengan didampingi Muhammad Hasan Tarrabain, Ketua Lembaga Dunia Pendekatan Antar Mazhab. (ukasyah/eramuslim/arrahmah.com)

1 komentar:

  1. Kalaulah benar Syiah itu sesat, maka pertanyaan yang aku akan lemparkan kepada Para Intelektual Muslim yang Paling Waras untuk menjawabnya dengan JUJUR dan tidak ada Penipuan atau Taqiyah untuk menyimpan Kebenaran Tapi Menonjolkan Kebatilan, yaitu Kenapa dari 6 Kitab Hadis Shahih, tidak ada satupun Hadis yang terhubung kepada Keluarga Rosul, seperti Ali, Fatimah, Hasan & Husein, sementara mereka wafatnya sudah dewasa, sementara Firman-Nya : "Selamatkan dirimu dan keluargamu dari API NERAKA", mungkinkah Rosul SAW keluar dari Koridor ini, shg beliau SAW mengutamakan pendidikan kepada Para Sahabatnya dari pada Keluarganya sendiri, sehingga Hadis Abuhurairah yang hidupnya hanya 3 tahun bersama Rasulullah, bisa menghasilkan ribuan hadis dari mulutnya, sementara dari Imam Ali as, yang di sabdakan oleh Rosul " Aku Kota Ilmu, maka Ali adalah Pintunya", malah hadis ini di-DHOIFkan oleh sebagian besar, sementara fakta Lapangan membuktikan hadis tsb, dengan Terbitnya Kitab Nahjul Balaghah yang keluar dari mulut suci Washi Rosul Imam Ali as, sementara dalam hadis tentang 12 Ami atau 12 Khalifah yang ada dalam Kitab Hadis yang Shahih, tidak menjadi Perhatian dari sebagian besar Umat ini, dan pasti sAMPAI kIAMAT DATANGKPUN UNTUK nON sYIAH pATI DAN pASTI GA BISA DAN TAKKAN PERNAH bISA mEMBUKTIKANNYA, kalau sudah begini apa yang akan bisa anda jawab thp masalah ini. Agama yang sakral ini tak mungkinlah akan dikawal oleh Para Bajingan Yang tak bertanggung jawab apa bedanya dengan Peristiwa di Nasroni hanya untuk mempertahankan KEBATILAN terlalu banyak Umat menjadi KORBAN atas Nafsu, Kekuasaan, dan Bersimbah Darah hanya untuk nilai sebuah KEBATILAN. tak logilah kalau KEBENARAN dipaksakan kepada Umat dengan PEDANG dan DARAH, pasti itu nilainya hanya SAMPAH saja, penyembelihan oleh Rosul terhadap Yahudi Bersenjata, karena menohok dari belakang sementara Rosul dan Para Sahabatnya dengan membauat Parit di Handak untuk menjaga al kuffar Quraisy, yahudi mencoba untuk membuk pertahanan dari belakang, namun ketahuan oleh Tenatara Muslim, dan setelah bantuan Allah SWT untuk mengusir tentara al kuffar Quraisy, maka setelahnya Rosul menindak Para Yahudi Bersenjata dan mengusir Keluarga Yahudi dari Madinah para wanita, orang tua dll. Jadi tak kan pernah ada Kekerasan untuk merubah keyakinan mererka kepada Islam, tak ada paksaan dalam Agama, kecuali defeated by Logical Thinkking. Salam.

    BalasHapus