Senin, 30 April 2012

Ajaran Lia Eden

POKOK-POKOK  AJARAN  AGAMA SALAMULLAH
Oleh ust Dudung Ramdani, Lc dkk
Ajaran ini didirikan oleh Lia Aminuddin pada tahun 1997. Jabatannya, kadang-kadang Lia mengaku sebagai Ruhul Kudus, Malaikat Jibril, Jibril bersemayam di dalam dirinya untuk berdakwah di bumi. Lia Aminuddin  mendeklasikan agama SALAMULLAH (menggabungkan semua ajaran Agama yang ada di Indonesia yaitu agama Islam, Kristen, Hindu dan Budha). Kitab Sucinya  adalah Lembaran AL-HIRA (gabungan dari isi kitab suci Taurat , Zabur,  Injil, Al-Qur`an, Weda) (lihat lemari dokumen Salamullah 10001401/NSD ¼ , 10001402/NDS 1/3 Yayasan Salamullah, Lembaran Al-Hira, September 2000  Edisi  III)

Syahadatnya :  RABBUNALLAH

Lia Eden, Warga Senen Mengaku Malaikat

Lia Eden, Wanita Pezina Mengaku Nabi
Oleh Hartono Ahmad Jaiz
Lia Aminuddin (54 tahun) yang kini menamakan diri Lia Eden dan mengaku sebagai isteri Malaikat Jibril telah mengacak-acak Islam dengan aneka pernyataan yang diklaim sebagai wahyu dari Allah. Wanita asal Makassar Sulawesi Selatan yang semula sebagai perangkai bunga kering dan juga dukun ini sejak 1997 mengaku didampingi Malaikat Jibril. Maka MUI (Majelis Ulama Indonesia) setelah memanggil dan mewawancarai Lia beberapa kali kemudian memfatwakan, Desember 1997, bahwa ajaran Lia adalah sesat menyesatkan. Karena Malaikat Jibril tidak membawa wahyu lagi kepada nabi, sebab Nabi Muhammad saw nabi terakhir, dan wahyu sudah sempurna. Lia tetap ngotot, bahkan menganggap bahwa ulama yang mengingkari kerasulan Lia itu adalah musuh Allah. Maka Danarto budayawan suami Dunuk yang tak mau mengikut lagi pada Lia dianggap sebagai pengikut ulama musuh Allah. Demikian pula Lia mengecam sebagai pengikut ulama musuh Allah terhadap Bambang Priyatna suami Tri Sudiati yang tak mau ikut Lia bahkan menceraikan isterinya (Tri Sudiati, kemudian dinikahi oleh Muhammad Abdul Rahman, imam besar kelompok Lia, alumni IAIN Jakarta).

Lia Eden & Penodaan Agama Islam

PENODAAN LIA EDEN
TERHADAP  AGAMA ISLAM

Dalam Risalah Tahta Suci Kerajaan Tuhan Eden yang berjudul “Fatwa RUHUL KUDUS pada MAJELIS ULAMA INDONESIA, perihal Shalat Dua Bahasa di Pesantren I’tikaf Ngaji Lelaku” dan Demi Perdamaian Babi Tak Haram Lagi, serta buku Menembus Gelap Menuju Terang, yang berisi Pencantuman Foto Bupati di dalam Al Qur’an, Perkawinan antar Agama, Korupsi di KPU Reinkarnasi, dan Surga di Dunia. Semua itu diklaim berisi Fatwa-fatwa Tuhan dan Ruhul Kudus, yang diedarkan pada tanggal 07 Juni 2005, terdapat berbagai fakta penyimpangan dan penodaan agama (Islam), diantaranya:

I.       Pengakuan diri sebagai Penjelmaan dari Malaikat Jibril.

1.1.   “Jibril telah menjelma ke diri Lia, dan Lia Aminuddin yang dahulu itu sudah tak ada lagi. Sosoknya dan kepribadiannya yang dahulu itu sudah tak ada lagi untuk selama-lamanya. Seakan dia yang dulu itu telah mati. Dia kini milik Tuhan semata. Tak terjamah oleh pihak manapun. Tak berafiliasi terhadap bangsa dan agama apapun, tak terkecuali bangsa Indonesia dan agama Islam atau Kristen. Dia patuh hanya kepada Tuhan dan kebenaran yang terjadi. Itulah kebenaran yang ingin dimaklumatkan, melalui kebohongan yang disengaja. Aku hanya mempergunakan kalimat tidak langsung”. (Dari Catatan Harian Naskah Kitab Kehidupan, halaman 28)

1.2.   “Aku kan bukan nabi, aku kan malaikat”. (Fatwa Ruhul Kudus, halaman 6).
1.3.   “Lia Eden sossokku.” (Fatwa Ruhul Kudus, halaman 6).
1.4.   “Jadi, kapankah ayat-ayat al Baqarah (tentang orang yang jadi musuh Jibril, red.) ini dipergunakan bila bukannya berguna untuk masa kini?” (Fatwa Ruhul Kudus, halaman 6).


Lia Eden Keluarkan Fatwa untuk MUI

FATWA RUHUL KUDUS
KEPADA MAJELIS ULAMA INDONESIA


1.      Dalil Reinkarnasi :
  1. Surat Al Waqi’ah ayat 61-62 :

عَلَى اَنْ نُّبَدِّلَ اَمْثَالَكُمْ وَنُنْشِئَكُمْ فِيْ مَالاَتَعْلَمُوْنَ. وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ النَّشْاَةَ اْلاُوْلَى فَلَوْلاَتَذَكَّرُوْنَ.

Untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kmau (di dunia) dan membangkitkan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaaan yang tidak kamu ketahui. Dan sungguh, kemu telah tahu penciptaan yang pertama, mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?”
  1. Surat Ar Rum ayat 25-27 :
وَمِنْ اَيَتِهِ اَنْ تَقُوْمَ السَّمَاءُ وَاْلاَرْضُ بِاَمْرِهِ, ثُمَّاِذَادَعَاكُمْدَعْوَةً, مِّنَ اْلاَرْضِ اِذَا اَنْتُمْ تَخْرُجُوْنَ. وَلَهُ مَنْ فِى السَّمَوَتِ وَاْلاَرْضِ, كُلٌّ لَهُ قَانِتُوْنَ. وَهُوَالَّذِيْ يَبْدَؤُا الخَلْقَ ثُمَّ يُعِيْدُهُ وَهُوَ اَهْوَنُ عَلَيْهِ, وَلَهُ الْمَثَلُ اْلاَعْلَى فِى الَّمَوَتِ وَاْلاَرْضِ, وَهُوَ الْعَزِيْزُالَحَكِيْمُ.
Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah berdirinya lagit dan bumi dengan kehendak-Nya. Kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu kamu keluar (dari kubur). Dan milik-Nya apa yang di langit dan di bumi. Semuanya hanya kepada-Nya tunduk. Dan Dia lah yang memulai penciptaan, kemudian mengulanginya kembali, dan itu lebih mudah bagi-Nya. Dia memiliki sifat yang Mahatinggi di langit dan di bumi. Dan Dialah yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.”


  1. Muhammad Abdur Rahman merupakan reinkarnasi dari nabi Muhammad (hal.17, 18 dan 28)
Catatan : dalam Islam tidak ada ajaran reinkarnasi. Lia menyimpangkan maksud ayat-ayat tersebut di atas.

2.      Menghalalkan Babi (hal.4 dan 31)
Catatan : Berarti membatalkan ayat Al-Qur`an yang mengharamkan babi (Al Maidah ayat 3). Fatwa Ruhul Kudus, halaman 31 : “wahai umat Islam, demi merujuk perdamaian untuk semua umat, telah pula Ku halalkan daging babi. Hal yang satu ini jangan kau bantah karena daging ternak kini sering dilanda wabah penyakit. Ketahuilah daging babi itu kini telah halal karena tak lagi Ku tiupkan ruh jahat kepada babi. Maka ia tak lagi berbahaya bagimu.”


Minggu, 29 April 2012

LDII DAN 3 PILAR UTAMA

JEJAK LDII; BERJUANG DENGAN FATHONAH,
BITHONAH DAN BUDI LUHUR

Kader Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) bukan cuma dikenal mili-tan, fanatik. Tapi, mereka juga harus pandai-pandai berbohong demi kese-lamatan perjuangannya. Doktrin ini dikenal dengan istilah Fathonah, Bitho-nah dan Budi Luhur. H. Nanang H. Kaharuddin (Pimpinan Redaksi Radar Minggu Jombang, Jawa Timur, pen.) mensarikan dari sebuah makalah ber-subjudul “Meningkatkan Perjuangan Qur’an Hadits Jama’ah”, yang disam-paikan H. Ikhwan Abdillah, Paku Bumi, pada 13 Juli 2000 berikut ini:
Bila ada orang LDII bermanis-manis muka tapi ternyata di bela-kangnya memusuhi, jangan kaget. Sebab, memang begitulah prinsip per-juangannya. Mereka tetap memandang kafir golongan lain, tapi setiap di-tanya di luar jama’ahnya, pasti tidak diakui.
Bahkan untuk menyembunyikan doktrin yang sebenarnya, LDII me-nerbitkan Direktori LDII untuk menjawab isu-isu negative. Termasuk untuk menjawab pertanyaan: “Benarkah warga LDII menganggap kafir orang luar LDII?”
Tentu jawaban dalam DIREKTORI LDII yang diterbitkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ini jelas menyebut: “Tidak”. Sebab buku yang dice-tak edisi ke dua tahun 2002 itu memang sengaja dibagikan kepada umum.
Tapi dalam doktrin penggemblengan kadernya, tak pernah absen menganggap orang di luar Jama’ahnya sebagai golongan kafir. Salah satu-nya bisa disimak dalam doktrin perjodohan. Dalam pilih memilih jodoh, di-larang mengambil orang di luar Jama’ah.
“Sebab, bagaimanapun cantiknya, gantengnya orang-orang di luar Jama’ah, mereka itu adalah orang kafir, musuh orang iman, calon ahli ne-raka yang tidak boleh dikasihi”, tulis salah satu makalah doktrin LDII ke-pada para remajanya (Baca Radar Minggu Edisi XXXVII Minggu, 1 Februari 2004).
Mengapa antara doktrin di dalam Jama’ah dengan pembicaraan di luar berbeda? Hal ini bisa dimaklumi. Di samping ada catatan sejarah ke-lam tentang larangan Islam Jama’ah, LDII juga punya pertimbangan agar tidak senasib dengan Islam Jama’ah.

Apakah Ahmadiyah Sudah Bertaubat

Benarkah AHMADIYAH Sudah TAUBAT ???
Oleh Ar-Risalah Institute

Sebagai umat Islam yang mengaku diri kita sebagai seorang Muslim dan berpegang teguh kepada ajaran Islam yang bersumber pada AL Qur’an dan Sunnah, tentu saja kita mampu membentengi diri dari setiap rongrongan berbagai pemikiran dan ideologi yang menyimpang dari ajaran Islam yang hakiki.

Munculnya berbagai aliran sempalan [sesat] di bumi Indonesia tidak terlepas dari berbagai kepentingan dan konspirasi berbagai pihak yang menginginkan dan bertujuan untuk memecah belah persatuan dan kesatuan umat Islam, khususnya di Indonesia.

Begitu pula dengan semakin pesatnya perkembangan aliran Ahmadiyah yang kian hari kian meresahkan masyarakat, khususnya umat Islam. Di Indonesia, aliran ini dibalut dengan sebuah organisasi yang bernama Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) atau lebih dikenal dengan Ahamdiyah Qadiyan yang berpusat di London, Inggris.

Ahmadiyah Pintar Berbohong

AHMADIYAH BERBOHONG
Tanggapan atas tulisan “Ahmadiyah Menjawab”
(oleh ust D.M. Tasdiq, Lc, MA) 

            Pada harian Republika tgl 23-5-2008 Shamsir Ali menulis bahwa selama ini mereka yang menulis artikel tentang Ahmadiyah tidak pernah mengkonfrontir isi artikel kepada Jemaat Ahmadiyah Indonesia, padahal hal itu sangat penting agar pembaca memperoleh informasi yang benar, akurat, dan berimbang. Benarkah demikian?
            Marilah sekarang kita konfrontir tulisan Shamsir Ali dengan buku-buku yang diterbitkan oleh Jemaat Ahmadiyah. Pertama pada paragraph 4,” Begitupula dalam Republika 16 April 2008 (“Wahyu Cinta Mirza Ghulam”) tertulis, “Ada 88 kitab- termasuk Tadzkirah- yang dikarang MGA…” padahal Tadzkirah bukan dikarang oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad.

Selayang Pandang Ahmadiyah

BERKENALAN DENGAN AHMADIYAH


SIAPA SEBENARNYA MIRZA GHULAM AHMAD ?

Mirza Ghulam Ahmad lahir dari keluarga Muslim di suatu Desa/Kota kecil bernama Qadiyan di daerah Gurdaspore, Propinsi Punjab, India Utara.
Mengenai tanggal dan bulan kelahiran Mirza Ghulam Ahmad, tidak ada yang mengetahuinya dan tidak terdapat dalam literatur milik Ahmadiyah. Bahkan, mengenai tahunnya pun tidak ada yang mengetahuinya, termasuk Mirza Ghulam Ahmad sendiri. Akan tetapi, ada beberapa versi yang menyebutkan tahun kelahiran Mirza Ghulam Ahmad, di antaranya:
a.     Mirza menulis dalam bukunya bahwa dia lahir pada tahun 1839/1840. (Kitabul Bariyya, hal. 146).
b.     Mirza menulis lagi dalam bukunya bahwa dia lahir pada tahun 1845. (Taryaqul Qulub, hal. 68).
c.     Khalifah Pertama Ahmadiyah, yakni Hakiim Nur ad Din menulis bahwa Mirza lahir pada tahun 1840. (Risalah Nuruddin).
d.    Anak Mirza, yakni Bashir Ahmad menulis bahwa Bapaknya lahir pada tahun 1836 / 1837 M. (Siratul Mahdi, Jilid 2 hal. 150)
e.     Anaknya itu menulis lagi bahwa bapaknya lahir pada tahun 1831 M. (Siratul Mahdi, Jilid 3 hal. 74)
f.      Anaknya itu menulis lagi bahwa bapaknya lahir pada tahun 1835 M. (Siratul Mahdi, Jilid 3 hal. 76)
g.     Anaknya itu menulis lagi bahwa bapaknya lahir pada tahun 1833 / 1834 M. (Siratul Mahdi, Jilid 3 hal. 194)
h.     Anaknya itu menulis lagi bahwa bapaknya lahir pada tahun 1832 M. (Siratul Mahdi, Jilid 3 hal. 302)

Qadian dan Rabwah = Kota Suci Ahmadiyah

Inilah Kesaksian dari Seorang Ahmadi :
(Kota Suci Jemaat Ahmadiyah Bukan Mekah & Madinah)
“...You won’t believe Rabwah and Qadian are so spiritual that one feels to weep bitterly in his prayers. Nearly, everyday I weep in front of my Lord, the creator of the Universe... “


MENJADI TAMU ALLAH
Suatu Reportase
Oleh : Ny. Kamilah Daniel


Sejak lama saya berhasrat besar untuk melihat kedua kota suci zaman akhir, Qadian di India dan Rabwah di Pakistan. Namun baru di penghujung tahun 79 yang lalu saya diundang Tuhan ke sana. Sengaja saya memakai istilah “diundang”, sebab menurut wahyu Ilahi yang diturunkan kepada wujud suci Imam Mahdi, Hadhrat Mirza Ahmad a.s.: “Telah Aku sediakan orang-orang dari seluruh penjuru bumi untuk datang ke tempatmu”. Selama kami berada di kedua kota suci itu kami selalu disebut tamu-tamu Allah, karena kedua hal inilah saya memakai istilah diundang itu. Keyakinan sebagai “tamu Allah” meresap jauh ke dalam lubuk hati, yang mampu meampakkan panorama indrawi yang serba indah.

Kota Qudus Qadian
Sekitar dua ratus ribu mukhlisin Jemaat Ahmadiyah dari seluruh penjuru bumi memadati arena Jalsah di Rabwah, termasuk 23 orang peserta yang mewakili Jemaat Ahmadiyah Nusantara. Mereka telah menghabiskan waktu dan harta untuk berkunjung ke kota pelayaran rohani ini, yang kesemuanya itu dilandasi kecintaan kepada Imamuz Zaman, Pendiri Gerakan Suci Jemaat Ahmadiyah dalam Islam.
Qadian maupun Rabwah adalah dua kota yang biasa saja bila kita melihatnya lewat kacamata duniawi. Dua kota yang tidak berarti apa-apa bila dibandingkan dengan kota-kota di Indonesia. Tetapi bila kita menengoknya lewat dimensi rohani, maka yang nampak tiada lain kecuali kekuatan yang menyelimutinya, ditimpali guyuran salju rohani yang setiap detik mengalir lewat jalur-jalur kehidupan dan menjumpai insan-insan yang dahaga akan air langit di seluruh ketiak bumi.

Bantahan dan Tanggapan Atas Penjelasan JAI

Salinan
KLARIFIKASI AHMADIYAH


PENJELASAN
PENGURUS BESAR JEMAAT AHMADIYAH INDONESIA
( P B   J A I )
TENTANG POKOK – POKOK KEYAKINAN DAN KEMASYARAKATAN
WARGA JEMAAT AHMADIYAH INDONESIA


1.          Kami warga Jemaat Ahmadiyah sejak semula meyakini dan mengucapkan dua kalimah syahadat sebagaimana yang diajarkan oleh Yang Mulia Nabi Muhammad Rasulullah SAW yaitu, Asyhadu anlaa-ilaaha illallahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah, artinya: aku bersaksi bahwa sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad adalah Rasulullah.

2.          Sejak semula kami warga Jemaat Ahmadiyah meyakini bahwa Muhammad adalah Khatamun Nabiyyin (nabi penutup).

3.          Di antara keyakinan kami bahwa Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad adalah seorang guru, mursyid, pembawa berita gembira dan peringatan serta pengemban mubasysyirat, pendiri dan pemimpin Jemaat Ahmadiyah yang bertugas memperkuat dakwah dan syiar Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.

4.          Untuk memperjelas bahwa kata Rasulullah dalam 10 syarat bai’at yang harus dibaca oleh setiap calon anggota Jemaat Ahmadiyah bahwa yang dimaksud adalah Nabi Muhammad SAW, maka kami mencantumkan kata Muhammad di depan kata Rasulullah.

5.          Kami warga Jemaat Ahamdiyah meyakini bahwa:
a.     Tidak ada wahyu syariat setelah Al Quranul Karim yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW;
b.     Al Quran dan Sunnah Nabi Muhammad Rasulullah SAW adalah sumber ajaran Islam yang kami pedomani.

6.          Buku Tadzkirah bukanlah kitab suci Ahmadiyah, melainkan catatan pengalaman rohani Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad yang dikumpulkan dan dibukukan serta diberi nama Tadzkirah oleh pengikutnya pada tahun 1935, yakni 27 tahun setelah beliau wafat (1908).

7.          Kami warga Jemaat Ahmadiyah tidak pernah dan tidak akan mengkafirkan orang Islam di luar Ahmadiyah, baik dengan kata-kata maupun perbuatan.

8.          Kami warga Jemaat Ahmadiyah tidak pernah dan tidak akan menyebut masjid yang kami bangun dengan nama Masjid Ahmadiyah.

9.          Kami menyatakan bahwa setiap masjid yang dibangun dan dikelola oleh Jemaat Ahmadiyah selalu terbuka untuk seluruh umat Islam dari golongan manapun.

10.      Kami warga Jemaat Ahmadiyah sebagai Muslim selalu melakukan pencatatan perkawinan di Kantor Urusan Agama dan mendaftarkan perkara perceraian dan perkara-perkara lainnya berkenaan dengan itu ke Kantor Pengadilan Agama sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
  

Jumat, 27 April 2012

10 Kriteria Sesat MUI vs Syiah

Ditulis oleh ust Abu Fatimah, Lc dari berbagai sumber.

Aqidah dan ajaran Islam harus selalu dijaga kemurniannya oleh umat Islam, khususnya oleh para Alim Ulama. Maka untuk membentengi aqidah umat Islam Indonesia, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai wadah para Ulama, Zu’ama, dan Cendekiawan Muslim di Indonesia, dalam Rakernas MUI Desember 2007 telah menetapkan 10 (sepuluh) Kriteria Aliran Sesat, yaitu:

Rabu, 25 April 2012

Gubernur Jawa Barat Dukung FUUI untuk Jihad Melawan Syiah

Subhanallah!! Gubernur Jawa Barat Dukung Ulama Bahas Bahaya Syiah

Bandung (VoA-Islam) - Tak kurang dari 200 ulama dari berbagai wilayah di Indonesia hadir dalam Musyawarah Ulama dan Umat Islam di Masjid al-Fajr (21/4) Kota Bandung. Acara ini digelar oleh Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) untuk “Merumuskan Langkah Strategis Untuk Menyikapi Penyesatan dan Penghinaan Para Penganut Syi’ah”. Kegiatan ini dibuka oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, dan dihadiri oleh Wali Kota Bandung, Dada Rosada.

GP Ansor NU Pro Ahmadiyah

Konyol, GP Ansor Desak SBY Terbitkan Penpres Perlindungan Ahmadiyah

JAKARTA (Voa-Islam) - Sebelum acara pembukaan HUT GP Ansor ke-78 di Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (24/4/), Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Nusron Wahid mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) segera menuntaskan konflik atas nama agama yang menimpa pemeluk Ahmadiyah.

Selasa, 24 April 2012

Buku Baru DR. Utsman bin Muhammad Al-Khamis

Penulis: Dr. 'Utsman bin Muhammad al-Khamis hafizhahullah (pakar Syiah dari Saudi Arabia)

Buku ini menghadirkan pembahasan sejarah pada masa tujuh khalifah setelah Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam. Diungkap dengan gaya berbeda, buku ini mencoba meluruskan pemahaman kita selama ini terkait sejarah Islam khususnya pada era Sahabat, termasuk cara yang ideal dalam membaca sejarah Islam. Peristiwa-peristiwa penting yang jarang diungkap mulai era kekhilafahan Abu Bakar, ‘Umar, ‘Utsman, ‘Ali, al-Hasan, Mu’awiyah, hingga Yazid dipaparkan secara jelas di dalamnya. Keberhasilan mereka dalam memimpin umat Islam saat itu dijelaskan dengan lugas.

Konflik-konflik yang selama ini diisukan terjadi di antara mereka juga dibahas beserta bantahan-bantahannya. Paradigma keshalihan para Sahabat dijelaskan secara gamblang di dalam buku ini. Tidak kalah pentingnya, buku ini juga meluruskan kesimpang siuran masalah suksesi kepemimpinan sepeninggal Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam. Termasuk konspirasi Yahudi dalam pembunuhan ‘Utsman yang menjadi cikal bakal pemberontakan pada masa-masa berikutnya.

Senin, 23 April 2012

Apakah Ahmadiyah Islam Sejati?


AHMADIYAH ISLAM SEJATI
Oleh Anonim (JAI)
Berikut ini akan saya tampilkan tulisan yang menegaskan bahwa Ahmadiyah tidak termasuk aliran sesat. Tulisan ini merupakan tanggapan Pengurus Besar Jemaat Ahmadiyah Indonesia terhadap kriteria aliran sesat yang dikeluarkan oleh MUI pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 4-6 November 2007 di Hotel Sari Pan Pacifik. Berikut tanggapannya:

1. Mengingkari salah satu rukun Iman dan rukun Islam,
Tanggapan: Ahmadiyah berpegang teguh kepada rukun Iman dan rukun Islam sebagaimana pernyataan pendiri Jemaat Ahmadiyah, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, “Sesungguhnya kami orang-orang Islam yang beriman kepada Allah yang Tunggal, yang segala sesuatu bergantung pada-Nya, yang Maha Esa, dengan pengakuan ‘tidak ada Tuhan kecuali Dia’; kami beriman kepada kitabullah Al-Qur`an dan Rasul-Nya, paduka kita Muhammad Khataamun Nabiyyin; kami beriman kepada Malaikat, Hari Kebangkitan, Surga dan Neraka . . . dan kami menerima setiap yang dibawa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, baik kami mengerti maupun kami tidak mengerti rahasianya serta kami tidak mengerti hakikatnya; dan berkat karunia Allah, aku termasuk orang-orang mukmin yang meng-esakan Tuhan dan berserah diri.” (Nurul Haq, Juz I, hal. 5).

LPPI Makassar: Hasil lengkap Musyawarah ‘Ulama dan Ummat Islam Indonesia tentang Langkah Strategis Hadapi Aliran Sesat Syi’ah

LPPI Makassar: Hasil lengkap Musyawarah ‘Ulama dan Ummat Islam Indonesia tentang Langkah Strategis Hadapi Aliran Sesat Syi’ah

LPPI Makassar: Lihatlah Kedustaan Ini: Semua Dosa Orang Syiah Ditanggung Rasulullah SAW!!!

LPPI Makassar: Lihatlah Kedustaan Ini: Semua Dosa Orang Syiah Ditanggung Rasulullah SAW!!!

LPPI Makassar: Bagi Syiah Air kencing dan Air Besar Para Imam Boleh Diminum dan Dimakan!!!

Kamis, 19 April 2012

HUKUM MEMPERINGATI TAHUN BARU HIJRIAH
oleh Amin Saefullah Muchtar
http://www.facebook.com/notes/amin-saefullah-muchtar/hukum-memperingati-tahun-baru-hijriah/297620743602644

Orang yang beriman tidak akan terkesan dan terpengaruh oleh sesuatu yang mereka lihat dari musuh-musuh Allah. Sebab ia yakin di dalam kepribadian Islam terdapat kebaikan serta kebahagiaan dunia dan akhirat. Karena itu, ia akan bersikap hati-hati terhadap berbagai cara dan pola hidup yang tidak jelas dalilnya. Sikap kehati-hatian itu diwujudkan dengan mempertanyakan berbagai macam acara dan upacara yang dikenal di dalam Islam, meskipun dikemas dengan nama dan istilah arabi bahkan islami, seperti tahun baru hijriah atau tahun baru Islam.

PENEMUAN ALKITAB BERUSIA 1.500

ALKITAB BERUSIA 1.500 TAHUN DITEMUKAN

...Alkitab berusia 1.500 tahun ditemukan..??!!...>>> Mengandung nubuwat.. Kedatangan Nabi Muhammad SAW...>>> ..injil yang ditulis tangan dengan tinta emas itu menggunakan bahasa Aramik. Inilah bahasa yang dipercayai digunakan Yesus sehari-hari. Dan di dalam injil ini dijelaskan ajaran asli Yesus serta prediksi kedatangan penerus kenabian setelah Yesus...>> ..Yilmaz belum bisa memastikan bahwa Alkitab ini adalah Injil Barnabas....??!! >> ...sebuah pulau kecil yang sangat indah, seindah impian. Kalau pada hari-hari tertentu badai hujan sedang mengamuk, gelombang-gelombang besar menghantam pulau itu dan angin kencang menamparnya. Tetapi pada hari-hari lainnya matahari bersinar lembut, dan pulau kecil itu nampaknya bagaikan batu permata di tengah laut. Ombak-ombak kecil berdatangan membelai-belai pantainya, lalu surut kembali dan menghilang di dalam samudra. Nama pulau kecil itu bagaikan lagu pada bibir orang yang mengucapkannya. Kalau seseorang mengucapkan kata indah "Lindesfarne", seakan-akan ada rasa puas yang meliputi hatinya. Pulau itu pun diberi nama julukan: "Pulau Suci." Nama yang manakah yang lebih tepat? Biarlah setiap pembaca menilainya sendiri. Lebih dari seribu tahun yang lampau, kira-kira pada tahun 690 M., di pulau Lindesfarne ada seorang biarawan Kristen bernama Eadfrith....>>>
Alkitab berusia 1.500 tahun ditemukan (Prediksi Kedatangan Nabi Muhammad )
http://www.kaskus.us/showthread.php?p=654881027#post654881027
(Alkitab yang diduga Injil Barnabas (foto: NTV))

Selasa, 17 April 2012

Seminar Ahmadiyah di Hotel Bidakara

Ahmadiyah dari sejak kehadirannya di Indonesia sudah menimbulkan polemik. Hal itu terus berlanjut sampai sekarang. Pada bulan Januari 2010, LPPI yang didukung oleh MUI, DDII, Muhammadiyah, PERSIS, As-Syafi'iyyah, Al-Irsyad, PERTI, Wahdah Islamiyah, FUI, FPI, Majelis Az-Zikra, Al-Ittihadiyah, Yayasan Al-Islam, GARIS, Pemuda Islam, dan tak ketinggalan PARSI menerbitkan sebuah buku yang mengupas secara lengkap sosok Nabi yang diyakini oleh Ahmadiyah dan implikasi penodaan ajarannya terhadap agama-agama yang ada di Indonesia, khususnya Islam, Kristen, dan Hindu.
Buku tersebut kemudian dilaunching pada tanggal 26 Januari 2010 di Bidakara Jakarta. Pada acara tersebut, hadir sebagai narasumber Habib Rizieq Shihab dari FPI, Ridwan Saidi sebagai salah satu yang memberikan pengantar dalam buku tersebut, Alfian Tanjung sebagai pemerhati masalah sosial keagamaan, dan tokoh-tokoh lainnya.
Kesimpulan yang dihasilkan dari acara tersebut, adalah kesepakatan para tokoh dan ormas Islam tingkat Pusat tentang penyimpangan dan penodaan yang dilakukan oleh Ahmadiyah terhadap ajaran Islam pada khususnya, sehingga mendesak Pemerintah agar segera membubarkan Ahmadiyah dari bumi Nusantara. 

KEPUTUSAN PEMERINTAH DAERAH TENTANG AHMADIYAH


Di Indonesia, para pengikut Ahmadiyah sudah menyebar ke seluruh pelosok negeri. Dari awal kemunculannya pada tahun 1925, pemerintah baik pusat maupun daerah tidak tegas menangani permasalahan umat Islam, padahal merupakan mayoritas penduduk di negeri ini.
Pemerintahan saat ini pun hanya berani mengambil jalan aman dengan mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri yang isinya mengatur pihak Ahmadiyah dan mengatur pula umat Islam yang dalam hal ini menjadi pihak yang dirugikan. Bahkan, sebagian tokoh Islam menganggap SKB itu sebagai keputusan banci.
Oleh karena ketidak tegasan pemerintah pusat itu, maka di zaman otonomi daerah seperti saat ini, pemerintah yang benar-benar memahami bahaya Ahmadiyah bagi kelangsungan hidup bermasyarakat dan beragama di wilayahnya masing-masing, mencoba mengaturnya dengan menerbitkan Surat Keputusan atau Surat Edaran atau Surat Keputusan Bersama yang melibatkan instansi terkait dan elemen masyarakatnya.
Keputusan-keputusan tersebut dikeluarkan baik sebelum maupun sesudah terbitnya SKB 3 Menteri.Tercatat sudah 6 (enam) Provinsi, yaitu:
- Sumatera Selatan
- Sulawesi Selatan
- Jawa Timur
- Banten
- Jawa Barat, dan
- Sumatera Barat
Juga ada 9 (sembilan) Kabupaten, yaitu:
- Lombok Barat
- Kuningan
- Bogor
- Garut
- Cianjur
- Sukabumi
- Kampar
- Pandeglang
- Lebak
Dan 4 (empat) Kotamadya, yaitu:
- Pekanbaru
- Samarinda
- Bogor
- Depok
yang mengeluarkan Surat Keputusan/Peraturan/Surta Edaran/SKB tentang pelarangan penyebaran ajaran Ahmadiyah di wilayahnya masing-masing.

ISLAMIC BELIEF OF FINALITY OF PROPHETHOOD

Ahmadiyah adalah nama bagi pengikut ajaran seorang warga Hindustan (sekarang menjadi negara India dan Pakistan) pada zaman penjajahan Inggris. Dia bernama Mirza Ghulam AHMAD (MGA) yang mengklaim sebagai Nabi penerus Nabi Muhammad SAW.  Penisbatan para pengikutnya kepada nama Ahmad tidak cocok dan tidak layak menurut para tokoh Islam. Dikarenakan nama Ahmad adalah salah satu nama mulia Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, di negeri asalnya dan di negara-negara Islam lainnya, kelompok ini dikenal dengan nama MIRZAIYYAH (dinisbatkan kepada panggilan kepada seorang tokoh di negeri itu) atau QADIANIYYAH (dinisbatkan kepada kota kelahirannya).
Setelah Hindustan merdeka dan terbagi menjadi 2 negara, para pengikut MGA sebagian berada di kota Qadiyan yang masuk ke dalam wilayah negara India. Dan di Pakistan mereka menguasai kota Rabwah. Di Pakistan mereka mendapat perlawanan dari umat Islam karena ajarannya dianggap menyimpang. Bahkan, secara legal formal, negara telah mengeluarkan keputusan bahwa pengikut MGA bukan Islam dan tidak berhak menggunakan atribut/syi'ar Islam.
Tokoh-tokoh Islam di Pakistan pun tidak henti-henti berusaha mengembalikan para pengikut MGA ke jalan yang benar. Berikut di antara karya salah seorang tokoh Islam Pakistan yang tergabung dalam organisasi Khatmun Nubuwwah (telah tersebar di beberapa negara) yang menjelaskan Ajaran Islam tentang keyakinan kepada Nabi.
 
ISLAMIC BELIEF OF
FINALITY OF
PROPHETHOOD

ACCORDING TO
THE QURAN, THE SUNNAH AND
CONSENSUS OF UMMAH

by
Maulana Muhammad Yusuf Ludhianvi

Translated by
K. M. Salim

Edited by 
Dr. Shahiruddin Alvi

Published By
AALAMI MAJLISE TAHAFFUZE
KHATME NUBUWWAT
HUZOORI BAGH ROAD, MULTAN, PAKISTAN
Phone (061) 4514122
KARACHI OFFICE:

AALAMI MAJLISE TAHAFFUZE KHATME NUBUWWAT
JAMEA MASJID BABE RAHMAT TRUST
OLD NUMAISH, M. A JINNAH ROAD
KARACHI-74400
Phone (021) 2780337


LONDON OFFICE:
35 STOCKWELL GREEN
LONDON SW9 9HZ U.K.
Ph: 0207-737-8199


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله وسلام على عباده الذين اصطفى
The holy Quran and the holy Prophet’s Ahadith (Traditions) eloquently prove that prophethood (‘nubuwwat’ and ‘risalat’) came to an with our Prophet Muhammad صلى الله عليه وسلّم There are decisive verses to that effect. Being the last Prophet in the chain of prophethood no one ever shall now succeed him to that status of  dignity.
ما كان محمّدٌ آبآ احدٍ من رّجالكم ولكن رسول الله وخاتم النبيين وكان الله بكلّ شيئٍ عليماً (الأحزاب:40)
“Muhammad is not the father of any man among you, but he is the Messenger of Allah and the Seal of the Prophets; and Allah is Aware of all things.” (Quran, Al-Ahzab 33:40).

[Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. Al-Ahzab 33:40)]

AL-QIYADAH BERUBAH MENJADI GAFATAR

Gafatar Sama Sesatnya dengan Al-Qiyadah Buatan Nabi Palsu Moshaddeq

JAKARTA (voa-islam.com) - Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) ternyata merupakan wajah lain dari sebuah sekte sesat Al Qiyadah Al Islamiyah yang dulu dipimpin Nabi Palsu Ahmad Mushoddeq. Pantas saja umat Islam di beberapa daerah resah dan mendesak pembubaran Gafatar.

Minggu, 15 April 2012

MIUMI Akan Kaji LDII

Mantan Petinggi LDII Beberkan Bahaya & Kesesatan LDII kepada MIUMI
Jumat, 13 April 13 2012 
LPPI Makassar

JAKARTA (voa-islam.com) – Sejumlah pentolan Islam Jama’ah (IJ) alias Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang sudah bertaubat, membeberkan fakta dan data kesesatan IJ alias LDII. Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) semakin dirasakan kehadirannya di tengah masyarakat. Banyak kalangan yang menaruh harapan besar kepada MIUMI agar memberikan solusi terhadap problematika umat Islam.

Selasa, 10 April 2012

Step by Step Menjadi Ulama Syiah Berpeci Hitam

TATA CARA MENJADI ULAMA SYIAH BERPECI HITAM
Oleh ust Dudung Ramdani, Lc (terjemahan dari video berbahasa Inggris) 
Ulama Syiah terbagi kepada dua kategori. Kategori pertama yaitu para ulama Syiah yang memakai peci putih, sedangkan kategori kedua adalah para ulama Syiah yang memakai peci hitam. Di antara keduanya memiliki perbedaan. Kalau pecinya masih putih, maka di kalangan Syiah ulama seperti ini masih belum dikategorikan sebagai ulama yang hebat. Akan tetapi setelah menjalani beberapa tahapan, maka ulama berpeci putih ini bisa naik dan berubah statusnya menjadi ulama berpeci hitam yang akan mendapatkan banyak fasilitas. Di antaranya khumus (dapat fee 5%) dan wanita yang bisa dengan mudah didapatkannya (dengan nikah mut’ah).
 Oleh karena itu,  para ulama Syiah berlomba-lomba ingin menjadi ulama yang memakai peci hitam. Jika ada yang mau, maka mereka harus memenuhi persyaratannya. 

            Di antara tahapan-tahapan itu antara lain :

Ba'iat Masuk Ahmadiyah

Tahukah Anda, jika ada seseorang yang ingin masuk menjadi jemaat Ahmadiyah, maka dia harus mengikrarkan ba'iat? Jika para pembaca blog ingin tahu, maka silahkan baca ikrar ba'iat Ahmadiyah di bawah ini :

MUI Kaji Kitab Tadzkirah


Inilah foto kitab karangan Mirza Ghulam Ahmad, Tadzkirah.

Setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah mengkaji kitab suci jamaat Ahmadiyah, Tadzkirah. MUI, NU, Muhammadiyah telah menyimpulkan bahwa Ahmadiyah adalah organisasi sesat dan menyesatkan. Ini dibuktikan setelah melihat ayat-ayat yang ada di kitab tersebut yang menyimpang terhadap ajaran agama Islam.

Sekda Kota Sukabumi Keluar dari Ahmadiyah

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI — Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi, Mohammad Muraz, mengikrarkan diri keluar dari Ahmadiyah. Langkah ini dilakukan di depan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi, Kamis (29/3) lalu.

Senin, 09 April 2012

Identifikasi Aliran Sesat Menurut MUI Pusat


PEDOMAN IDENTIFIKASI ALIRAN SESAT
MAJELIS ULAMA INDONESIA

MUKADDIMAH

Bismillahirrohmanirrohiem
Kebebasan, khususnya dalam kehidupan beragama, yang terjadi pada era reformasi telah melahirkan banyak peluang dan sekaligus tantangan. Di satu sisi berbagai aktifitas dakwah berjalan dengan lancar dan berbagai nilai Islam yang mendasar dengan leluasa disuarakan tanpa hambatan yang berarti. Tapi di sisi lain, dengan kebebasan itu pula aliran sesat atau kelompok yang menyuarakan pemikiran, paham dan aktifitas yang bertentangan dengan aqidah dan syariah Islam juga dengan leluasa bergerak dan berkembang di tengah masyarakat.

Minggu, 08 April 2012

Shalat Ali dan Fatimah Menurut Syiah

TATA CARA SHALAT ALI BIN ABI THALIB DAN FATHIMAH
MENURUT SYIAH
Oleh Ar-Risalah Institute

            Apakah Anda ingin tahu, bagaimana tuduhan Syiah terhadap Ali bin Abi Thalib dan Fatimah binti Rasulullah SAW? Mari kita perhatikan tuduhan Syiah terhadap Ali bin Abi Thalib dan Fatimah dalam hal tata cara shalat.

Pengalaman Mantan NII KW-9

Saya Mantan NII
Oleh Endang Agustin

Sebelumnya perlu diketahui bahwa setiap Desa dan Qobilah/Tim dalam NII memiliki ilmu yang agak berbeda-beda namun pada intinya sama, saya akan menjelaskan secara umum tentang NII. Adapun kesalahan yang dilakukan NII biasanya ditujukan kepada oknum sebagai kambing hitamnya. Seolah mereka yang merasa benar tidak menganggap NII yang salah sebagai bagian darinya.

NII atau Negara Islam Indonesia adalah salah satu gerakan Islam di Indonesia. Secara teritorial keberadaan negara ini tidak tampak karena istilah ibukota dan bagian negara lainnya hanyalah bayangan atau mereka sendiri yang menamai. Contohnya, ibukota NII berada di Indramayu tepatnya di Ma’had Az-zaitun sebagai Madinah Indonesia. Struktur negara dibagi menjadi 7 tingkatan: Dewan 1, Dewan 2, Wilayah, Dauroh, Distrik, ODO, Desa.

Kamis, 05 April 2012

AWAS PRT NII KW-9 KURAS HARTA ANDA!

NII AL ZAYTUN DALAM BERITA

Metrotvnews.com Jakarta: Dua mahasiswi kembali menjadi sasaran penyebaran ajaran Negara Islam Indonesia atau NII. Sedangkan enam mahasiwa lainnya ditahan Polres Jakarta Timur, baru-baru ini, karena aktivitasnya di NII dan mengintimidasi kedua mahasiswi itu.

Panji Gumilang Nabung Uang Kumel-Kumel

"Saya mengelola usaha pengolahan sampah"
(Abu Maarik/Panji Gumilang/Abu Toto/Toto Salam/ASPG)

VIVAnews - Abu Maarik ternyata menyetorkan dananya langsung ke kantor pusat Bank CIC, di Fatmawati, Jakarta Selatan. Seorang mantan karyawan Bank CIC mengatakan, Abu Maarik datang sekitar setengah atau sebulan sekali menyetorkan duitnya ke bank milik Robert Tantular itu.

Rabu, 04 April 2012

Umar Shihab Walk Out Ketika Ustadz Farid Okbah Menjelaskan Kesesatan Syiah

Ketua MUI Walk Out, Takut Kali Ya?
Rabu, 28 Maret 2012 11:02:01
JAKARTA (Arrahmah.com) - Biasanya kita sering melihat dalam sidang-sidang di DPR, anggota dewan melakukan Walk out, tapi yang menarik seorang pengurus MUI Umar Shihab walk out, ketika seorang pakar Syi’ah Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Ustadz Farid Ahmad Okbah membongkar dan memberikan bukti-bukti kesesatan Syiah di tanah air dalam agenda silaturahim MIUMI ke kantor MUI pusat. “Syiah tidak boleh dbiarkan karena jika dibiarkan tumbuh besar akan merusak akidah ahlus sunnah di Indonesia,” Katanya kepada arrahmah.com di kantor MUI Pusat, Jl Proklamasi 51, Jakarta, selasa (27/3).

Seorang Pendeta Italia Masuk Islam

Usai Menyaksikan Jenazah Raja Fahd, Seorang Pendeta Italia Masuk Islam
Hidayah Allah datangnya tidak bisa diraba-raba. Apabila Allah menghendaki maka ia akan mendatangi hamba yang berbahagia itu. Demikianlah kisah seorang pendeta asal Italia.

Fatwa Para Ulama Mu'tabar tentang Syiah

FATWA TENTANG SESATNYA SYI‘AH DARI ULAMA MU’TABAR

Ust Syamsul Bahri, Sekretaris Majlis Fatwa DDII Pusat, dari berbagai sumber

(1) Fatwa Imam Malik (93-179 H) guru Imam Syafi’i, Imam Darul-Hijrah, 1 dari 4 Imam Utama Ahlus-Sunnah:

Selasa, 03 April 2012

Al-Qiyadah Ahmad Mushaddeq = Aliran Sesat

Al-Qiyadah Al-Islamiyah adalah Aliran Isa Bugis Masa Kini
Oleh : Abu Salma Mohamad Fachrurozi

Alhamdulillah, kita telah tahu kesesatan Al-Qiyadah Al-Islamiyah, menurut saya mereka adalah reinkarnasi dari ajaran Isa Bugis yang dahulu saya pernah belajar dan masuk ke dalam jamaahnya.
Di antara  kesamaan yang menunjukkan bahwa Al-Qiyadah adalah penerus Isa Bugis adalah :

1.     Menyebut kaum muslimin yang mempelajari kitab-kitab hadits adalah ahlul kitab
2.      Manusia dibedakan menjadi dua kelompok mu’min dan kafir/musyrik
·    Orang mu’min yaitu orang-orang yang  mengakui ajaran dan kerasulan/kepemimpinan mereka.
·    Orang kafir/musyrik orang di luar mereka.
3.      Menafsirkan ayat Al-Qur`an dengan ayat yang lain (ayatin bayinatin), meninggalkan hadits dan perkataan para sahabat dan para ulama tabiin.

Membela Kehormatan Para Sahabat Rasulullah SAW

Membela Kehormatan Sahabat Radhiyallahu 'Anhum
Akhir-akhir ini, kelompok Syiah semakin menampakkan geliat mereka di tanah air ini. Sebuah sekte yang menyandarkan ajaran mereka terhadap Islam, namun Islam sangat jauh dari klaim tersebut. Di antara akidah mereka yang menyelisihi akidah Ahlussunnah wal Jama’ah adalah sikap mereka terhadap para sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

Jika ahlussunnah meyakini bahwa para sahabat adalah sebaik-baik generasi umat ini, maka Syiah mengatakan bahwa sahabat, khususnya Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Utsman bin ‘Affan radhiyallahu anhum adalah seburuk-buruk umat, para pengkhianat, bahkan telah murtad dan keluar dari Islam. Seperti itulah yang disebutkan dalam literatur-literatur standar mereka.

Pin Berwajah Nabi Muhammad SAW

PIN NABI MUHAMMAD SAW
Setelah beberapa waktu lalu Indonesia dihebohkan adanya gambar kartun Nabi Muhammad yang membuat umat islam geram, kini beredar lagi Pin Nabi Muhammad yang baru saja ditemukan di daerah Makasar. Pin dengan wajah Nabi Muhammad tersebut diperkirakan berasal dari Iran. Hal tersebut terungkap dari penjelasan tersangka Iriyanto yang diduga telah mengedarkan Pin tersebut saat dimintai keterangan oleh pihak yang berwajib. Ia mengakui bahwa pin tersebut didapatkan saat ia belajar disana.

Fakta Adanya Kristenisasi

Tuesday, 24 February 2009
Pelaku pemurtadan yang terjadi di Desa Karangtengah, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat, medio Januari lalu akhirnya terkuak. Setelah melakukan investigasi, Gerakan Reformis Islam (Garis)menemukan fakta bahwa pemurtadan terhadap 34 warga di Kadungora itu dilakukan Gereja Masehi Advent Hari ke-7.

Senin (23/2) kemarin, aktivis Garis sempat mendatangi gereja dan meminta klarifikasi terkait aksi pemurtadan itu. Masalah itu lalu disepakati untuk diselesaikan dengan berdialog di ruang paripurna DPRD Kota Garut. Dialog itu dihadiri anggota Komisi D DPRD, perwakilan dari gereja, Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Garut, Polsek Kadungora, pemerintah daerah, ormas Islam, dan LSM.

Sepak Terjang Syiah dari Zaman ke Zaman

SENIN, 02 APRIL 2012  

Berikut ini ringkasan sejarah agama Syiah Rafidhah, kanker umat dan penyakitnya yang ganas. Dengan izin Allah, kami menjelaskan peristiwa-peristiwa paling penting yang memiliki kaitan langsung dengan sejarah Syiah Rafidhah dalam memerangi kaum muslimin. Semoga bermanfaat bagi kaum muslimin secara umum.
Dengan nama Allah, saya memulai: