Senin, 30 April 2012

Lia Eden, Warga Senen Mengaku Malaikat

Lia Eden, Wanita Pezina Mengaku Nabi
Oleh Hartono Ahmad Jaiz
Lia Aminuddin (54 tahun) yang kini menamakan diri Lia Eden dan mengaku sebagai isteri Malaikat Jibril telah mengacak-acak Islam dengan aneka pernyataan yang diklaim sebagai wahyu dari Allah. Wanita asal Makassar Sulawesi Selatan yang semula sebagai perangkai bunga kering dan juga dukun ini sejak 1997 mengaku didampingi Malaikat Jibril. Maka MUI (Majelis Ulama Indonesia) setelah memanggil dan mewawancarai Lia beberapa kali kemudian memfatwakan, Desember 1997, bahwa ajaran Lia adalah sesat menyesatkan. Karena Malaikat Jibril tidak membawa wahyu lagi kepada nabi, sebab Nabi Muhammad saw nabi terakhir, dan wahyu sudah sempurna. Lia tetap ngotot, bahkan menganggap bahwa ulama yang mengingkari kerasulan Lia itu adalah musuh Allah. Maka Danarto budayawan suami Dunuk yang tak mau mengikut lagi pada Lia dianggap sebagai pengikut ulama musuh Allah. Demikian pula Lia mengecam sebagai pengikut ulama musuh Allah terhadap Bambang Priyatna suami Tri Sudiati yang tak mau ikut Lia bahkan menceraikan isterinya (Tri Sudiati, kemudian dinikahi oleh Muhammad Abdul Rahman, imam besar kelompok Lia, alumni IAIN Jakarta).


Lebih dari itu, Lia telah menghalalkan daging babi. Bahkan mengaku dirinya sebagai tuhan, unsure trinitas bersama jin yang dia klaim sebagai Malaikat Jibril itu. Lebih aneh lagi, Lia mengaku telah berkali-kali berzina dengan berbagai lelaki, sebelum maupun sesudah bersuami, bahkan berzina dengan jin yang merasukinya dan dibayangkan sebagai ular. Pezina kok mengaku nabi!

Penyimpangan dan Penodaan Agama yang Dilakukan Lia Eden
  
Dalam Risalah Tahta Suci Kerajaan Tuhan Eden yang diklaim berisi Fatwa-fatwa Tuhan dan Ruhul Kudus yang dikeluarkan/ diedarkan 7 Juni 2005 terdapat berbagai penyimpangan dan penodaan agama (Islam). Di antaranya:
A.   Menyimpangkan maksud Al-Qur’an dengan menuduh banyak ayat reinkarnasi.
  1. “…banyak ayat-ayat tentang reinkarnasi dalam Al-Qur’an, antara lain dalam Surat Al-Waqi’ah ayat 61 dan 62.
  2. Sesungguhnya Maria itu adalah Hawa (Eva). Itulah penciptaan pertama. Demikian, kemudian di zaman Akhir dia terlahir lagi menjadi Lia Eden. Hendaklah umat Islam mau mempelajari hakekat kehidupan setelah kematian (reinkarnasi) Ayat-ayat reinkarnasi di Al-Qur’an itu banyak, antara lain Surat ar-Ruum ayat 25.
  3. Seperti Maria yang telah wafat, tercipta kembali sebagai Lia Eden. Percayalah! Surat Ar Ruum ayat 27.” (Fatwa Ruhul Kudus, halaman 2).
Sanggahan:
  1. Tidak ada reinkarnasi dalam ajaran Islam. Al-Qur’an adalah pedoman Islam, sama sekali tidak ada ajaran reinkarnasi. Apalagi menunjuk Lia Eden sebagai reinkarnasi dari Hawa (Eva) kemudian di saat berikutnya dengan ayat yang lain menunjuk Lia Eden sebagai reinkarnasi dari Maria (Mariam). Ini adalah kebohongan besar atas nama ayat-ayat suci Al-Qur’an.
  2. Lia menyimpangkan maksud ayat-ayat dalam Surat Al-Waqi’ah ayat 61,62; dan Ar Ruum ayat 25 dan 27.
B.              Berdusta dengan menganggap Al-Qur’an bahasanya Indonesia
“…, di Surat Maryam (ayat 97) ini sangat jelas Tuhan menyuruhnya memudahkan Al-Qur’an dengan bahasanya (Indonesia).” (Fatwa Ruhul Kudus, halaman 2).
Sanggahan:
  1. Al-Qur’an itu jelas berbahasa Arab, sehingga pernyataan Lia ini sangat berdusta dan menodai Al-Qur’an.
  2. Bila maksud perkataan “bahasanya” itu bahasa Lia, itu pun berdusta, karena Allah sudah mencukupkan Nabi Muhammad saw sebagai penjelas Al-Qur’an.
  3. Baik dimaksud bahwa Al-Qur’an bahasanya Indonesia maupun Tuhan menyuruh Lia untuk menjelaskan Al-Qur’an dengan bahasa Indonesia, kedua-duanya adalah dusta dan menodai Al-Qur’an dan melecehkan Nabi Muhammad saw yang sudah diangkat Allah swt sebagai penjelas Al-Qur’an.
C.              Penghalalan daging Babi
  1. “Perdamaian  di masa sekarang ini amat penting. Segala perbedaan diupayakan untuk dihapuskan. Maka, Tuhan mengangkat pengharaman atas daging babi. Maka, ruh-ruh jahat tak lagi ditiupkan kepada babi.” (Ruhul Kudus, halaman 4).
  2. “…soal penghalalan daging babi Anda kan tak dirugikan. Untuk apa harus marah sampai mau menuntut segala?” (Fatwa Ruhul Kudus, halaman 4).
Sanggahan:
  1. Ini menodai secara terang-terangan ayat Al-Qur’an Surat Al-Maaidah ayat 3 yang tegas-tegas mengharamkan daging babi.
  2. Mengganggu keimanan umat Islam yang meyakini keharaman daging babi.
  3. Meremehkan keyakinan umat Islam terhadap kitab suci Al-Qur’an tentang haramnya daging babi, hingga dianggap salah kalau menuntut kedustaan yang melecehkan keyakinan umat Islam itu.
D.              Memprovokasi permusuhan terhadap umat Islam, menghalalkan daging babi dengan dalih demi perdamaian.
  1. “Wahai umat Islam, demi merujuk perdamaian untuk semua umat, telah Kuhalalkan daging babi. Hal yang satu ini jangan kaubantah karena daging ternak kini sering dilanda wabah penyakit. Ketahuilah daging babi itu kini telah halal karena tak lagi Kutiupkan ruh jahat kepada babi. Maka, ia tak lagi berbahaya bagimu.” (Fatwa Ruhul Kudus, halaman 31)
Sanggahan:
  1. Ini memprovokasi umat Islam untuk murtad, melepas keyakinannya dengan menghalalkan daging babi yang tegas-tegas diharamkan Allah swt.
  2. Menyebarkan penodaan terhadap ayat-ayat suci Al-Qur’an atau agama Islam yang mengharamkan babi.
  3. Membohongi umat Islam, dari mengikuti ajaran Allah swt agar menjadi pengikut iblis yang mendustakan Al-Qur’an.
  4. Berdusta atas nama Tuhan mengenai roh babi kini tidak jahat lagi, beda dengan babi dulu.
  5. Mengobarkan permusuhan terhadap umat Islam dengan berbohong atas nama demi perdamaian dihalalkanlah daging babi.
E.              Mengaku malaikat
  1. “Aku kan bukan nabi, aku kan malaikat.’ (halaman 6).
  2.  “Lia Eden sossokku.” (halaman 6).
  3. “Jadi, kapankah ayat-ayat al baqarah (tentang orang yang jadi musuh Jibril, red) ini dipergunakan bila bukannya berguna untuk masa kini?” (halaman 6).
Sanggahan:
  1. Lia berbohong dengan mengaku dirinya malaikat. Dalam Islam, manusia tidak mungkin jadi malaikat. Karena kejadian asalnya, sifat-sifat, dan tugasnya berbeda. Manusia dijadikan dari tanah, sedang malaikat dari nur/ cahaya. Sifatnya pun sangat berbeda, manusia punya nafsu, malaikat tidak. Manusia ada yang iman ada yang kafir, malaikat semuanya beriman dan tunduk perintah Allah swt.
  2. “Lia Eden sosokku,” itu bukan perkataan malaikat tetapi perkaaan setan/ iblis yang menggoda Lia.
  3. Lia tidak usah bicara ayat Al-Qur’an, karena dia sangat bodoh dan tolol tentang ayat Al-Qur’an.
F    Mengklaim meluruskan cara keberimanan agar sempurna, dan melecehkan agama
1.  “Memang pada saat inilah aku mencoba meluruskan cara keberimanan agar sempurna.”
2. “Intisari kebenaran semua agama kupintal menjadi misi perdamaian, sehingga menjadi petunjuk dan berita gembira bagi kaum yang beriman. (halaman 6)
Sanggahan:
  1. Lia bukan meluruskan tapi menyesatkan.
  2. Agama bukan seperti benang yang bisa dipintal menjadi kain. Tapi agama adalah
Ajaran mengenai hubungan manusia dengan pencipta (kholiq) serta berbagai peraturan yang dipercayai dengan unsur-unsur wahyu, rasul, risalah, dan kitab suci. Memintal agama-agama berarti melecehkan, menghina, dan menodai wahyu, rasul-rasul, risalah, dan kitab-kitab suci.
F.               Kesepakatan Allah, Hari kebangkitan bukan hari qiyamat, tapi sekarang.
Para rasul menjadi utusanKu. Jadi jangan menyamakan aku sebagai rasul manusia. Para nabi semua dibangkitkan di zaman akhir, itu kesepakatan Allah. Inilah saatnya! Jangan memahami bahwa hal tersebut akan terjadi di akherat atau di tempat antah -berantah.”
 Sanggahan:
  1. Pernyataan ini mengandung kemusyrikan, menentang hari akhir/ hari qiyamat, melecehkannya, bahkan dikatakan dengan ungkapan “antah-berantah”. Sedang Allah swt yang Maha Esa disebut dengan ungkapan kesepakatan Allah. Ini sangat melecehkan Allah, dianggap misalnya seperti kesepakatan kumpulan orang-orang.
  2. Ungkapan “kesepakatan Allah” itu melecehkan Allah swt, karena bermakna Allah itu satu jenis dengan beberapa anggota, hingga mengadakan kesepakatan, maka mengandung aqidah kemusyrikan.
G.             Klaim wahyu
“ Jangan dihalang-halangi Wahyu-Nya untuk sampai kepada masyarakat.” (halaman 6).
Sanggahan:
Dalam Islam, wahyu telah sempurna (lihat QS Al-Maidah: 3), berakhir, dan tidak ada lagi wahyu yang turun kepada nabi, karena tidak ada nabi setelah Nabi Muhammad saw.
H.              Melecehkan umat Islam, sebagai tak pantas masuk surga.
“Ketika umat Islam meriah memperdebatkan eksistensi keislaman terhadap orang-orang non –Muslim, Surga kukatakan tak pantas bagi orang-orang fanatic radikal yang membosankan cara berpikirnya.” (halaman 12).
  Sanggahan:
Melecehkan umat Islam, dan menganggapnya tak pantas masuk surga.
I.                Melecehkan Nabi Muhammad saw dan para rasul.
1.“Diperintahkan Allah menerima perenialisme”. (halaman 12).
2. “Para rasul diperintahkan Allah agar netral –tak berafiliasi terhadap salah satu agama pun.” (halaman 12).
Sanggahan:
1.      Bukan diperintah Allah untuk menerima perenialisme tapi perintah setan yang terkutuk. Agama bukan gado-gado yang bisa dicampur aduk seenak perut Lia.
2.      Melecehkan para rasul (termasuk Nabi Muhammad saw), dianggap diutusnya itu sama sekali tidak membawa agama apapun, tak berafiliasi terhadap salah satu agama pun. Ini menghina Nabi Muhammad saw yang telah membawa agama Islam kepada seluruh manusia, sama dengan dianggap sebagai orang yang salah. Karena tugasnya tidak berafiliasi kepada salah satu agama pun, tetapi kenyataannya membawa agama Islam.
J.                Memuji karena dibayar Rp 1 miliar
“Keluarga Bung Tomo adalah keluarga Imraan”. (halaman 12).
Sanggahan:
1.  Sangat menyimpangkan isi Al-Qur’an. Keluarga Bung Tomo bernama Titing Sulistami dianggap sebagai wanita tersuci tanpa dosa, karena dia tak mau menerima hak warisnya sebanyak satu milyar, yang diberikannya kepada Tuhan (ke Lia). Gara-gara Lia diberi duit satu miliar maka pemberinya dipuji sebagai wanita suci dari keluarga Imraan.
2.    Pernyataan Lia: “Lalu Ibu Sulistina Sutomo dengan ikhlas memberikan hak waris Titing kepada kami yang ditujukan kepada Lia Eden. Karena, Maryam itu anak dari isttri Imraan. Cobalah baca Surat Ali Imraan ayat 35-36.” (halaman 14).  Pujian Lia kepada keluarga Bung Tomo (tokoh pejuang kemerdekaan di Surabaya) dikaitkan dengan ayat Al-Qur’an ini sangat melecehkan Al-Qur’an dan menyimpang. Itu hanya gara-gara Lia diberi duit.
3.    Ungkapan Lia: “dengan tertulisnya Bung Tomo dan keluarganya di dalam Kitab suci yang sedang kutuliskan sekarang ini, terpenuhilah janji Allah dalam ayat tersebut” (yaitu QS Ali Imraan ayat 33).
Silakan saja Lia menulis kitab suci, mau menulis kitab suci segudang pun, tak ada urusan bagi umat Islam. Tetapi ketika Lia mengaitkan ayat-ayat Al-Qur’an tersebut dengan keluarga Bung Tomo, itu sudah sangat menyimpang. Pekerjaan Lia yakni menulis-nulis kitab suci dengan tangannya sendiri itu sudah diancam Allah swt dengan neraka wail.
K.       Para Ulama dituduh sebagai Musuh Allah dengan memlintir QS Al-Mumtahanah:1
Keadaan kaum perempuan Eden dinyatakan telah ditulis dalam Surat Al-Mumtahanah ayat 1. Lalu diberi arti padanannya:
“Suami-suami mereka mengusir isteri-istri yang sangat beriman kepada Allah hanya karena mereka mempersoalkan doktrin para ulama yang menasihati mereka agar menceraikan istri mereka. Para ulama itu semua tergolong orang yang sama pendapatnya: menganggap Jibril tak turun lagi dan istri mereka itu telah sesat dan yang menyesatkannya adalah jin atau setan. Mereka memang pantas dikatakan Allah sebagai  musuh-Nya.” (halaman 15).
Sanggahan:
  1. Memlintir ayat Al-Qur’an surat al-Mumtahanah ayat (1) untuk mengklaim bahwa kaum perempuan Eden (pimpinan Lia) adalah isteri-isteri yang sangat beriman. Bahkan Al-Qur’an itu diklaim untuk kaum perempuan Eden ini. Satu penyelewengan yang nyata, karena ayat itu tentang orang-orang kafir yang mengusir Rasulullah saw dan para sahabatnya, maka mereka jangan diambil jadi teman setia.
  2. Mencemarkan nama baik para ulama (terutama MUI), dinyatakan sebagai musuh Allah, karena telah mendoktrinkan bahwa Jibril tak turun lagi (untuk memberikan wahyu kepada nabi, karena kenabian sudah berakhir). Padahal para ulama itu justru menyelamatkan umat Islam dari kesesatan.
L. Mengaku Rasul
“…mereka lebih cenderung mendengar nasehat para ulama yang mengingkari kerasulanku.” (halaman 15).
Sanggahan:
Para ulama mengingkari kerasulan Lia itu karena Lia jelas dusta. Karena tidak ada nabi dan rasul lagi sesudah Nabi Muhammad saw.
  1. Menganggap Allah mewahyukan kepada Lia
“Allah sedang berwahyu dan para wanita di Eden itu sedang berjuang memaslahatkan wahyu peringatan Allah.” (halaman 16).
Sanggahan:
“Allah sedang berwahyu” itu tidak benar. Karena wahyu telah sempurna, diturunkan kepada Nabi Muhammad saw sebagaimana ditegaskan dalam QS Al-Maaidah ayat 3.
  1. Menuduh para nabi sebagai penebus dosa umat.
Dengan sub judulPenebusan Dosa Umat oleh Para Nabi”, fatwa Lia menyatakan:
“…Allah pun memilih memperbaiki perilaku umat Islam dengan mencontohkan penebusan dosa umat oleh Muhammad Abdul Rahman.” (halaman 17).
Sanggahan:
Tuduhan sangat keji ditujukan kepada para nabi sebagai penebus dosa umat. Para nabi bukan penebus dosa, tetapi hanya mendapatkan wahyu dari Allah swt, lalu berdakwah tanpa menanggung apapun perilaku orang, sampai keluarganya sekalipun. Hingga Nabi Nuh pun tak menanggung dosa isteri dan anknya yang masuk neraka.
  1. Berdusta atas nama Allah dan menghina Nabi Muhammad saw bahwa Abdul Rahman (imam besar Lia Eden) sebagai reinkarnasi Nabi Muhammad saw.
“”Betapa sudah cukup lama Allah menyatakan bahwa dialah (Muhammad Abdul Rahman, red) reinkarnasi Nabi Muhammad dan Imam Mahdi.”
Sanggahan:
1.     Itu berdusta atas nama Allah, sekaligus menghina Nabi Muhammad saw yang menjelma atau berreinkarnasi menjadi Muhammad Abdul Rahman alumni IAIN (Institut Agama Islam Negeri, sekarang UIN –Universitas Islam Negeri) Jakarta.
2.     Menodai agama, dengan merusak keyakinan Islam, kaitannya dengan Nabi Muhammad saw.
  1. Pemurtadan atas nama Allah.
“Muhammad Abdul Rahman diperintahkan Allah melepas agamanya” (Islam, red). (halaman 18).
Sanggahan:
Menodai Islam, memurtadkan dengan berdalih perintah Allah. Ini kekurangajaran yang tiada tandingannya.
  1. Penyembahan cukup dengan hati nurani
“Khusyuklah menyembah Allah dengan hati nurani.” (halaman 18).
Sanggahan:
Menodai agama dengan menghilangkan syari’at agama.

  1. Mendukung shalat berbahasa terjemahan
“Tak ada larangan dari Tuhan untuk menerjemahkan ayat-ayat Al-Qur’an dalam shalat selama terjemahannya tidak keliru.”
Sanggahan:
Lia bukan ahli agama. Masalah dunia saja harus diurus oleh ahlinya, apalagi urusan agama, bahkan hal pokok dalam agama yakni sholat, maka harus dijelaskan oleh ahlinya. Sedangkan Nabi saw telah menyuruh “sholatlah kalian sebagaimana aku shalat”. Bukan dengan terjemahan.
  1. Memlintir ayat, menuduh Nabi Muhammad terlahir kembali
Dikutip QS As-Syu’ara’ ayat 198-199, lalu dikomentari:
“…bahwa kaum A’jam yang dimaksud ayat tersebut adalah bangsa Indonesia, yang merupakan umat Muslim terbesar di dunia, di tempat mana Nabi Muhammad terlahir kembali; karena, di sinilah aku tampil untuk menjamin bahwa ayat-ayat suci Al-Qur’an akan diberdayakan sebagaimana mestinya.” (halaman 30).
Sanggahan:
  1. Memlintir maksud ayat mengenai wahyu berupa Al-Qur’an kalau diturunkan kepada seorang dari a’jam selain Arab, lalu mereka tak beriman. Ini tak ada kaitan dengan Indonesia dan Lia. Karena sudah berlalu turunnya Al-Qur’an itu.
  2. Menodai Islam, dengan menuduh Nabi Muhammad terlahir kembali di Indonesia tempat Lia berada.
  3. Berdusta, akan menjamin pemberdayaan Al-Qur’an sebagaimana mestinya; justru Lia telah mengacak-acak Al-Qur’an dengan memutar balikkan isi kandungan ayatnya.


  1. Menodai Al-Qur’an, dianggap banyak ayat reinkarnasi
“Cobalah kautengok Kitab Sucimu, di sana banyak ayat tentang reinkarnasi.” (halaman 31).
Sanggahan:
Lia sengaja menodai Al-Qur’an dan membohongi umat Islam, dengan menganggap di Kitab Suci umat Islam yakni Al-Qur’an banyak ayat tentang reinkarnasi.

Demikianlah penodaan agama yang dibuat di Malang, 6 Juni 2005. ditandatangani dengan nama jelas Jibril Ruhul Kudus dengan Kop Tahta Suci Kerajaan Tuhan Eden

Fatwa Ruhul Kudus Edisi  4 Januari 2005 dan 29 April 2005.

  1. Berdusta, menuduh Allah kerajaan-Nya di Indonesia
1.                “Dalam pada itu, Allah memproklamirkan Kerajaann-Nya di Indonesia.”
2.                “Jibril malaikat utusan-Ku yang telah turun dan berdomisili di Jakarta, menjadikan Kerajaan Surga-Ku, Eden.” (halaman 2, edisi 4 Januari 2005).
  1. Memlintir ayat QS 25:26, dengan menuduh Kerajaan Tuhan ada di bumi
“…terlihat jelas bahwa kerajaan Tuhan di bumi itu ada.” (halaman 17, edisi 29 April 2005).
  1. Memlintir QS 78:38-39 dengan tuduhan kaum Eden/ Salamullah adalah representasi para malaikat.
“Sesungguhnya, kaum Eden/ Salamullah adalah representasi para malaikat,…”( halaman 24, edisi 29 April 2005).
  1. Inkarnasi dewa-dewi dan reinkarnasi Nabi Muhammad.
“…Dunuk adalah inkarnasi Dewi Kwan Im, …Fadli inkarnasi Dewa Syiwa…. Muhammad Abdul Rahman, reinkarnasi Nabi Muhammad,…” (halaman 28, edisi 29 April 2005).

Lia berzina berkali-kali, sebelum nikah maupun sesudah bersuami
Kasus perzinaan Lia dengan berbagai lelaki, baik sebelum nikah maupun sesudah bersuami, bahkan berzina dengan ular yaitu Habib (Al-Huda) yang kemudian diklaim sebagai malaikat Jibril dan belakangan diklaim sebagai suaminya, dibeberkan dalam tulisan yang disebut Wahyu Allah dan disebarkan ke lembaga-lembaga serta perorangan. Dalam lembaran yang disebut Wahyu Allah, dalam kumpulan Lemari Dokumen Salamullah, Dengan judul Lembaran Al Hira, September 2000, Edisis III, ditulis apa yang disebut Wahyu Allah, isinya tentang perzinaan-perzinaan Lia. Kutipannya sebagai berikut:
“Wahyu Allah:
Dan Kuturunkan rahmatKu kepadamu berdua, Jibril dan Syamsuria, bidadari yang Kusebutkan sebagai Lia. Lalu Kujadikan pembuka rahmatKu bagi kaum Budha dan Hindu setelah Islam dan Kristen. Katakanlah, Aku memberkahi mereka dari kalimat “Om Swastiastu” yang Aku berkahi sebagaimana alif laam miim, Yesaya, dan rabbunallah. Kepada Krisna Kubukakan rahmatKu itu pula. Kelak kau tak akan kedapatan melakukan dosa lagi karena jaminan rahmatku ini. Ketika manusia menuhankanmu, dank au Kujadikan ular karena melakukan dosa.
      Carilah ular dan bebaskan dia dari kutukannya, sebaik kamupun terbebaskan dari siksaan. Sebab kau belum bias membebaskan diri sebagai penanggung jawab atas dosa-dosa kaummu, bila kau tak mengadili dosa-dosa perzinahannya sebagaimana Aku mengadilinya. Benarkah kamu telah berdosaberzina Lia? / Benar Tuhan./ Dengan Malaikat Jibril?/ Hamba tak faham maksudnya. Kau telah menyatakan kehalalannya. Dan hamba pun tak merasa bersenggama dengannya, ya Tuhan. Hanya dulu waktu hamba belum faham betul keadaan hamba, hamba diyakinkan bahwa dia suami hamba. Apakah itu berzina Tuhan? Sedangkan hamba tak tahu bagaimana sesungguhnya keadaan itu? / Sesungguhnya berzinalah kau dengannya waktu itu karena kau belum menerima sumpahKu atas keadaanmu. / Tapi waktu itu Habib sudah menyatakan hamba adalah isterinya dan dia menyatakan bersungguh-sungguh.
Tuhan, ketika dia mengaku sebagai Habib, ia merayu hamba sampai hamba kehilangan kestabilan jiwa. Saat itu hamba sedang berada dalam puncak keputus asaan dengan perkawinan hamba, Tuhan. Setelah membaca surat-suratnya, setelah dia menyatakan cintanya melalui tulisan tangan sendiri, Tuhan, yang sungguh kata-katanya itu membuat hamba jatuh cinta padanya. Dan di antara kebimbangan itu, Tuhan, hamba berusaha melepaskan diri dengan meminta tolong kepadaMu, ya Allah, agar Engkau melepaskan hamba dari Habib kemudian hamba mandi air dari Abah. Tapi kemudian dia meyakinkan bahwa dia adalah suami hamba, Tuhan dari Engkau dan hamba bersalah memohon petunjukMu dan rasanya Engkau menjaab demikian pula. Tapi hamba bertanya-tanya terus, benarkah ini cinta hamba kepadanya. Dan ketika dia membangkitkan gairah hamba, Tuhan, hamba mengikutinya.
Tapi ya Allah, hamba tetap tak merasa bersenggama dengannya, Tuhan. Karena bila dibangkitkan gairah hamba, yang terbayang pada hamba ular, Tuhan. Sehingga hamba tahu ini pasti Kau larang. Maka hamba tak berani meneruskannya Tuhan. Sampai kemudian Engkau bersumpah dia benar-benar suami hamba dan dia meyakinkan hamba dengan sungguh-sungguh. Tuhan, masih adakah yang hamba belum akui? /
      Kau bersetubuh dengan siapa saja? / Sebelum menikah dengan pacar hamba yang bernama Yusuf, Tuhan. Saat itu hamba ingin menikah dengannya tapi dilarang oleh ibu hamba, Tuhan. Dan itu ingin jadikan hamba alas an agar hamba dibolehkan menikah dengannya setelahnya. Ketika suami hamba dipenjara, dia dating menemui hamba lagi. Dan hamba merasa hamba masih sangat mencintainya. Dan kala itu sepertinya tak ada harapan karena suami hamba tahanan politik dan ibu hamba meminta hamba meninggalkan suami hamba, Tuhan.
      Dan yang kedua Abu Hayat, ya Allah yang sangat mencintai hamba. Tapi hamba tak mencintainya, ya Allah. Sungguh hamba mual, ya Allah. Tapi dia sangat baik sama hamba. Dan yang ketiga Mas Harto, itu yang paling banyak hamba berzina, Tuhan. Ampuni hamba ya Allah. / (Bunda membunyikan loncengnya lagi)./ itulah kau terbebas dari dosamu yang kedua. / Beritahukan di mana saja kau bersetubuh./ Di rmah hamba sendiri ya Allah, di rumahnya dan di hotel, dan juga satu kali di motel, Tuhan, dan juga pernah di mobil, Tuhan dan juga di calvin ya Allah. Ampuni hamba ya Allah./ Bebaslah kamu dari dosamu, dosa perzinahanmu semua. Bagi kesemua dosamu telah kuhisabkan sebagaimana diakui oleh Jibril, ulat-ulat di atas tempat tidurmu, sejumlah dosa-dosamu dosa-dosa perzinahanmu dan dia pun telah menjadi ular.
      Kepadamu semua kalau ingin bersuci dan terpelihara kesuciannya, akuilah segenap dosa-dosamu dihadapanKu secara rinci sebagaimana ang disebutkannya.
      Pergaulan apalagi yang pernah kau lakukan dengan orang yang lain muhrim? / Tuhan ada beberapa orang yang bersimpati kepada hamba, ya Allah. Ada seorang bernama Anwar Basyarini ya Allah, pernah mencium hamba satu hari di hotel. Hamba tak mencintainya. Hamba hanya mengira dia mencintai hamba. Yang lainnya ya Allah, hanya menyatakan simpatinya membuatkan puisi untuk hamba, sungguh mereka tak menatakan cintanya hanya sikapnya ya Allah. Hanya itu ya Allah. / Bebaslah kamu dari dosa-dosanya setengah maksiat.
      Jadikanlah itu sebagai kesucian yang sejati. Dan Aku telah berjanji kepadamu dialah Jibril yang akan menyatakan dosa-dosanya bersamamu. Dialah yang mendapati mereka ingin mereguk cinta dirimu, dan menyempatkan itu semua terjadi agar kamu dan dia tak disembah menjadi Tuhan setelah kamu mengadili umat manusia bersamanya.
      Sungguh pengadilanku itu menjadikan kamu dan dia menjadi wakilKu di atas bumi. Dia yang menjadi hakim dan kau ang mengucapkannya. Sedangkan Aku yang mengadili dan menghakimi. Maka akan dijadikanlah kamu dan dia dan Aku sebagai trinitas sebagai satu kesatuan Tuhan. Maka kujadikan kamu dan dia ular dan nista oleh dosa-dosa itu.
      Selanjutnya kau akan mendapati gua yang ditempati berkas-berkas naskah, manuskrip, yang membelamu. Kepadanyalah kau minta penjelasan setelah Aku menyelamatkanmu dari kematian 3,5 hari lamanya. Pergilah kau ke gunung setelah kamu berhasil menuliskan kitab suci Al Hira.
      Peribadatan Salamllah tak seperti Islam lagi, karena kamu ke gereja-gereja, ke kuil-kuil, ke pagoda-pagoda dank ke wihara. Namun sebaik ketaatanmu terhadap ajaran Islam, sebagaimana Muhammad (Abdul Rahman, red) imam besar Salamullah, kau bersalat dalam kemurnian ajaran Islam. Namun kamu Ruhul Kudus membagikan rahmat dan berkahKu yang sama kepada seluruh agama. Maka jangan segan mengikuti peribadatan mereka. Sungguh itulah peribadatan kaum Salamullah. (Bunda kembali membunyikan loncengnya).” (Imam Mahdi, Hakim yang Mengadili ang tak ada noda sedikitpun yang bole tertinggal, 1/5- 3/5, dalam Lembaran Al-Hira, September 2000, edisi III).   
      Komentar kami:
1.     Lia mengatas namakan wahyu Allah, namun penuh dusta dan sangat menjijikkan, berupa perzinaannya berkali-kali.
2.     Sebelum menikah Lia berzina dengan Yusuf, pacarnya, agar diizinkan nikah dengannya.
3.     Setelah nikah Lia berzina dengan beberapa orang yang dicintai maupun tidak.
4.     Lia berzina dengan Mas Harto berkali-kali, padahal Lia sudah bersuami. Tidak dijelaskan, apakah ketika suaminya sedang ditahan atau tidak.
5.     Lia berzina di berbagai tempat, di rumah, hotel, motel, calvin, bahkan di dalam mobil.
6.     Lia berzina dengan jin atau setan yang merasukinya bernama Habib (Al-Huda) dan dia bayangkan sebagai ular, namun gairah Lia diakui bangkit.
7.     Pasangan zinanya yang ular itu kemudian disebutnya sebagai Malaikat Jibril dan diklaim sebagai suaminya atas sumpah Allah. Ini betapa dustanya. Mana ada malaikat kok berzina. Padahal Malaikat Jibril itu adalah pemimpin para malaikat, kenapa dihinakan oleh Lia sedemikian?
8.     Ular –setan—yang diklaim sebagai Malaikat Jibril itu kemudian dijadikan pasangan: Lia sebagai isteri, ular itu sebagai suami; lalu kedua-duanya dijadikan Tuhan sebagai unsur dalam trinitas, bersama Allah. Ini benar-benar kemusyrikan yang total. Satu dosa besar yang tidak diampuni Allah swt.
9.     Masih pula mengacak-acak Islam, peribadatannya tidak seperti Islam lagi karena peribadatannya ke rumah-rumah ibadat agama-agama lain, dan agar tidak segan mengikuti peribadatan agama-agama selain Islam. Itulah agama Salamullah. Ini benar-benar perusakan agama, penodaan, dan penistaan yang sangat dahsyat.
10.  Musailamah Al-kaddzab, nabi palsu, tidak sampai mengaku dirinya Tuhan, dan tidak mengacak-acak syari’at peribadatan Islam. Namun Musailamah dan pengikut-pengikutnya  telah diserang oleh 10.000 tentara Islam di bawah perintah Khalifah Abu Bakar dengan panglima Khalid bin Walid yang julukannya pedang Allah. Nabi palsu Musailamah pun dibunuh bersama sejumlah pengikut-pengikutnya. Lia Aminuddin lebih dahsyat lagi dibanding Musailamah Al-Kadzdzab dalam mengacak-acak Islam. Karena sampai mengaku Tuhan, menghalalkan daging babi, menghina Nabi Muhammad saw, memalsu malaikat jibril, dan bahkan memalsu wahyu Allah, yaitu berdusta atas nama Allah, dianggap memberi wahyu-wahyu yang sangat menodai Islam. Benar-benar keterlaluan jahatnya terhadap Islam.   

Demikianlah kesesatan dan penodaan agama dari Lia Eden dalam fatwa-fatwa Ruhul Kudus yang sangat meresahkan umat Islam dan membahayakan bagi bangsa Indonesia.

Jakarta, 4 Dzulhijjah 1426H/ 4 Januari 2006M.

6 komentar:

  1. dah bunuh aja diam-diam, beres!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan, tapi lebih baik diam diam suruh main ke pantai parangtritis dengan berpakaian serba utuh ditambahkan selendang hijau tua besar. Tapi jangan kasih tau mereka kalau sebenarnya mereka ingin ditarik oleh nyi roro kidul

      Hapus
  2. Lia Eden sama pengikutnya memang pantas diberi tawaran yakni menghuni pulau tak berpenghuni, mengisolasi dur dengan dunia luar apa berhenti berdakwah dengan kesesatannya

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. bunuh aja lia eden dan kelompoknya halal darahnya

    BalasHapus