Selasa, 17 April 2012

Seminar Ahmadiyah di Hotel Bidakara

Ahmadiyah dari sejak kehadirannya di Indonesia sudah menimbulkan polemik. Hal itu terus berlanjut sampai sekarang. Pada bulan Januari 2010, LPPI yang didukung oleh MUI, DDII, Muhammadiyah, PERSIS, As-Syafi'iyyah, Al-Irsyad, PERTI, Wahdah Islamiyah, FUI, FPI, Majelis Az-Zikra, Al-Ittihadiyah, Yayasan Al-Islam, GARIS, Pemuda Islam, dan tak ketinggalan PARSI menerbitkan sebuah buku yang mengupas secara lengkap sosok Nabi yang diyakini oleh Ahmadiyah dan implikasi penodaan ajarannya terhadap agama-agama yang ada di Indonesia, khususnya Islam, Kristen, dan Hindu.
Buku tersebut kemudian dilaunching pada tanggal 26 Januari 2010 di Bidakara Jakarta. Pada acara tersebut, hadir sebagai narasumber Habib Rizieq Shihab dari FPI, Ridwan Saidi sebagai salah satu yang memberikan pengantar dalam buku tersebut, Alfian Tanjung sebagai pemerhati masalah sosial keagamaan, dan tokoh-tokoh lainnya.
Kesimpulan yang dihasilkan dari acara tersebut, adalah kesepakatan para tokoh dan ormas Islam tingkat Pusat tentang penyimpangan dan penodaan yang dilakukan oleh Ahmadiyah terhadap ajaran Islam pada khususnya, sehingga mendesak Pemerintah agar segera membubarkan Ahmadiyah dari bumi Nusantara. 

Buku Jejak Hitam ini mengungkap sisi kelam Mirza Ghulam Ahmad yang diklaim oleh Ahmadiyah sebagai Nabi penerus risalah Nabi Muhammad SAW. Hampir seluruh isinya merupakan hasil dari terjemahan kitab-kitab asli milik Ahmadiyah, terutama yang dikarang oleh Mirza Ghulam Ahmad. Tidak hanya itu, dalam buku-buku mereka pun ditemukan berbagai penghinaan terhadap agama lain, khususnya terhadap Kristen dan Hindu.
Untuk lebih jelasnya, silahkan baca buku ini! Akhir kata, konon pihak Ahmadiyah pun merasa gerah dengan diluncurkannya buku ini oleh Aalami Majlisee Tahaffudz-e Nubuwwat (Lembaga Riset Ahmadiyah di Pakistan) yang bekerjasama dengan LPPI Jakarta.

Salam Perjuangan,

Ar-Risalah Institute 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar