Rabu, 06 Juni 2012

PBNU Desak Polisi Usut Beredarnya Buku Gambar Nabi

Jakarta – KabarNet: Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sangat menyayangkan beredarnya buku ‘Kisah Menarik Masa Kecil Para Nabi’ di Solo, Jawa Tengah, yang didalamnya memuat gambar Nabi Muhammad SAW. NU juga mendesak aparat kepolisian melakukan penyelidikan atas tindakan yang meresahkan umat Islam tersebut. Pernyataan sikap warga Nahdhiyin melalui Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj tersebut patut dihargai sebagai penegasan sikap NU atas tindakan penyesatan umat yang dilakukan oleh kadernya, yakni mantan kandidat Ketua Umum PBNU, Ulil Abshar Abdalla yang menghalalkan tindakan menggambar Nabi Muhammad SAW.
“Itu sudah ijtima’ para alim ulama, dalam bentuk apapun publikasi Nabi Muhammad diharamkan. Kami jelas sangat menyayangkan kejadian ini,” tegas Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, di Jakarta, Kamis (24/5/2012).

Said menambahkan, bukan hanya publikasi Nabi Muhammad yang diharamkan, sejumlah ulama besar di seluruh dunia juga ada yang mengharamkan tindakan yang sama untuk para sahabat Nabi. “Untuk publikasi gambar atau video sahabat Nabi masih jadi perdebatan. Tapi untuk Nabi Muhammad sudah bulat, ijtima’ ulama mengharamkan publikasinya dalam bentuk apapun, entah itu gambar, foto, apalagi video dengan memfilmkannya,” papar Ketua Umum PBNU seperti dikutip oleh Republika.

Untuk mencegah kemungkinan terjadinya keresahan yang meluas di tengah masyarakat, kepolisian sebagai aparat penegak hukum didesak segera melakukan penyelidikan. Penggambar, pemuat, hingga penanggungjawab atas kejadian ini diminta bisa diusut secara tuntas.

“Saya tidak bisa mengatakan itu sengaja atau tidak, ini kesalahan Kementerian Agama atau bukan. Tapi yang jelas siapa yang menjadi pelakunya harus diusut, siapa yang bertanggungjawab atas kejadian ini harus ditemukan dan dimintai pertanggungjawaban. Masyarakat jangan dibuat merasa resah atas kejadian ini,” tandas Said.

Pernyataan sikap Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj tersebut patut dihargai sebagai penegasan sikap NU atas ulah perbuatan penyesatan umat yang dilakukan oleh kadernya, mantan kandidat Ketua Umum PBNU, Ulil Abshar Abdalla yang menghalalkan tindakan menggambar Nabi Muhammad SAW.

Seperti biasanya, Ulil yang juga pentolan Jaringan Islam Liberal (JIL) itu senantiasa berkicau untuk “berdakwah” melalui akun Twitternya. Kalau biasanya dia bertindak menjadi juru dakwah pembela aliran-aliran sesat seperti Agama Ahmadiyah, Lia Eden, dan lain-lain, dan baru-baru ini menjadi pembela “Mujtahid” Lesbi, Irshad Manji, maka kini iapun menyesatkan umat Islam dengan menghalalkan tindakan menggambar Nabi Muhammad yang jelas-jelas diharamkan oleh syari’at Islam.

Alhamdulillah, kini pendapat kader sesat NU tersebut sudah dimentahkan oleh pernyataan ketua umumnya sendiri. Semoga dengan penegasan sikap PBNU ini tidak ada umat Islam, khususnya warga NU, yang tersesatkan oleh titisan-titisan iblis yang menyerupakan dirinya seolah-olah orang Islam. (Untuk berita selengkapnya tentang sepak terjang Ulil menyesatkan umat Islam terkait kasus gambar Nabi Muhammad, silahkan Klik di sini).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar