Rabu, 06 Juni 2012

Serangan Militer Israel ke Iran Picu Kehancuran Tel Aviv



Tehran – KabarNet: Keinginan Israel mengambil aksi militer terhadap Iran dinilai tindakan bodoh. Mantan ketua Dinas Intelijen Israel (Mossad), Meir Dagan, kembali memperingatkan bahwa serangan terhadap Iran akan menyeret rezim Zionis ke medan pertempuran regional dengan konsekuensi destruktif bagi Tel Aviv.

“Menyerang merupakan tindakan sederhana dan menyesatkan. Tidak ada yang bertanya apa yang akan terjadi lima menit setelah penyerangan itu?” “Lima menit setelah itu, kita akan menghadapi perang regional,” Kata Dagan, Senin (4/6).

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersikeras bahwa sanksi-sanksi terhadap Iran tidak akan berhasil. Karena itulah, Israel tak bisa menunggu lebih lama lagi untuk melakukan serangan militer.
Dagan pensiun pada Januari 2011 setelah 8 tahun menjadi kepala Mossad. Dia mengingatkan, serangan militer bisa saja gagal menghentikan ambisi nuklir Iran dan justru akan menimbulkan konflik besar di wilayah Timur Tengah.

Ynet melaporkan, Dagan memperingatkan berulangkali pemerintah Tel Aviv atas dampak destruktif. Ia mengungkapkan bahwa provokasi ambisius Netanyahu menyerang Iran merupakan “ide terbodoh” yang pernah muncul pada tahun 2011, dan anda akan memberi Iran alasan terbaik untuk melanjutkan program nuklir,” kata Dagan yang menilai Israel tidak akan mampu menghadapi perang tersebut.

Seraya menyebut Gabi Ashkenazi, bekas kepala staf angkatan bersenjata, dan Yuval Diskin, bekas direktur polisi rahasia Shin-Bet, Dagan dengan provokatif mengatakan, “Saya putuskan untuk bicara karena ketika saya di kabinet, Diskin, Ashkenazi, dan saya bisa menentang setiap petualangan yang berbahaya. Kini saya takut tidak ada lagi orang yang bisa menghentikan Bibi dan Barak.” Bibi adalah Netanyahu dan Barak adalah Ehud Barak, Menteri Pertahanan Israel. Bahkan cukup mengejutkan, Dagan menyebut kedua orang itu, “ceroboh dan tidak bertanggung jawab”.

Pernyataan Dagan kontan memicu perang kata-kata dengan kubu Netanyahu. Sejumlah penasehat senior perdana menteri Israel menuduh Dagan tengah melakukan manuver untuk menjatuhkan Netanyahu. Bekas kepala mata-mata Israel lainnya, Shabtai Shavit, menyebut Dagan tidak etis. “Informasi sensitif tidak seharusnya digunakan tanpa izin dari dia yang memilih kita untuk satu posisi di pemerintahan.”

Dagan, tokoh dengan 40 tahun pengalaman di dunia intelijen, sebenarnya datang dari kubu sayap kanan paling militan. Figur yang “memangsa orang-orang Arab untuk sarapan, makan siang, dan makan malam,” demikian Ben Caspit dari suratkabar Maariv melukiskan. “Jika orang ini mengatakan bahwa pemerintahan tidak punya visi dan tidak bertanggung jawab, maka kita seharusnya tidak bisa tidur nyenyak di malam hari,” tulis Caspit.

Tel Aviv juga dalam beberapa waktu terakhir menjadi sasaran kritik dari para pejabat militer-intelijen terkait kebijakannya terhadap Iran. Di lain pihak, seorang analis Iran dan Timur Tengah, Dr. Ismail Salami menyinggung gelombang kritik terhadap rezim Tel Aviv dan menyatakan, “Sebuah keretakan besar tengah terjadi di Israel yang mengancam para pejabat berkuasa saat ini dan klaim-klaim tidak mendasar mereka selama bertahun-tahun terhadap Iran.”

Mantan duta besar Amerika Serikat untuk Tel Aviv, Thomas R. Pickering pada 6 Maret lalu mengatakan, “Para pemimpin tiga lembaga intelijen Israel tampaknya tidak merekomendasikan segala bentuk serangan militer ke Iran.” Seperti dikutip indonesian.irib.

Amerika Serikat, Israel, dan sekutu mereka di Barat menuding Iran berusaha memproduksi senjata nuklir, namun Republik Islam dalam berbagai kesempatan menepis tuduhan tersebut. Tehran beralasan bahwa sebagai penandatangan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan juga anggota Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Iran berhak mendayagunakan teknologi nuklir untuk kepentingan sipil.

Selain itu, IAEA juga mengawasi penuh seluruh instalasi nuklir Iran dan dalam berbagai laporan hasil inspeksinya, menyatakan tidak ada bukti-bukti kongkret soal adanya penyimpangan dalam program nuklir Tehran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar