Rabu, 20 Juni 2012

Siapakah Jati Diri Menkes Baru?

Menurut informasi yang kami terima, jika Menkes sekarang adalah penganut Katholik, yang asalnya muslimah. Oleh karena itu, wajar jika kebijakannya "nyeleneh". Kita tanyakan, pesanan siapa gerakan membagi-bagikan kondom ke para remaja ini? Kalau mau, suruh dulu anak-anak Anda wahai ibu menteri untuk memakai kondom, lantas pergi melakukan seks bebas...Apakah Ibu mau melaksanakannya? Janganlah engkau racuni bangsa ini, sebab racun itu kelak akan menerkam anak dan cucumu juga! Jangan dengan alasan antisipasi AIDS, Ibu boleh mengkampanyekan gerakan pakai kondom. Orang-orang Barat sana bilang jika kondom tetap tidak aman bagi para pelaku seks bebas, sebab virus lebih kecil daripada pori-pori kondom dan juga kondom bisa bocor. Kalau para pemimpin bangsa tidak segera membenahi bangsa ini, saya yakin...ke depannya bisa hancur dan akan diganti dengan bangsa yang lainnya!

Biodata
Nama: dr. Nafsiah Mboi, DSpA, MPH
Tempat dan tanggal lahir : Sengkang, Sulawesi Selatan, 14 Juli 1940
Suami : Benedictus Mboi (Mantan Gubernur NTT periode 1978-1988)
Anak : 3 orang

Pendidikan :

- Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (1958-1964)
- Spesialis Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universita Indonesia (1971)
- Master of Public Health (MPH) Royal Tropical Institute, Antwerpen, Belgia (1990-1991)
- Research Fellow untuk Takemi Program bidang kesehatan internasional Universitas Harvard (1990-1991)

Jabatan :
- Anggota MPR RI periode 1982-1987
- Ketua Komite Hak Anak PBB (1997-1999)
- Direktur Bidang Gender dan Kesehatan Perempuan WHO di Jenewa (1997-2002)
- Wakil ketua Komnas Perempuan (2002)
- Konsultan Family Health International alias Aksi Stop AIDS (2005-2006)
- Sekretaris Eksekutif Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (2006 – sekarang)


Habib Rizieq: Nafsiah Mboi Menteri Cabul!
Posted by KabarNet pada 19/06/2012

Jakarta – Kampanye penggunaan kondom oleh Nafsiah Mboi yang baru saja dilantik menjadi Menteri Kesehatan, Kamis 13 Juni lalu, tidak dilandasi agama, dan hanya melihat statistik penyebaran penyakit dengan hubungan heteroseksual. Secara tidak langsung, upaya melegalkan perzinahan ini dinilai sangat keterlaluan. Betapa tidak, penduduk Indonesia yang mayoritas muslim seharusnya mendapat perlindungan dari pemerintah terkait hal-hal yang merusak moral dan akhlaq, bukan malah menambah peluang untuk berzina.

Dalam mengambil keputusan, Menkes baru ini seakan menutup mata dan telinga dengan kenyataan yang ada. Perzinahan/ seks bebas dilarang dalam ajaran agama Islam, seharusnya Menkes memahami kondisi tersebut sehingga tidak serampangan mengambil keputusan. Tentu saja rencana Menkes tersebut mendapat reaksi keras dari berbagai kalangan umat Islam, tak terkecuali Ketua Umum Front Pembela Islam, Habib Rizieq Syihab.

Menurut Habib, Menkes RI Nafsiah pola pikirnya itu cabul liberal. Ia hanya melihat statistik saja. Dia tidak melihat moralitas, padahal persoalan ini juga menyangkut moral. Artinya, kampanye itu sama saja membebaskan hubungan seks karena ada kondom.

“Menkes RI yang baru, Nafsiah Mboi, adalah MENTERI CABUL LIBERAL (?!), karena baru saja jadi menteri sudah bikin HEBOH dengan KAMPANYE KONDOM bagi remaja yang BELUM MENIKAH, dengan dalih untuk cegah AIDS dan cegah KEHAMILAN di luar nikah”, kata Habib Rizieq, Senin, (18/06/2012).

Jelas, maksud Ibu Menkses ini agar para remaja yang melakukan hubungan seks dini, tanpa nikah, aman saat berhubungan seks. Dengan kata lain, aman berzina, tanpa berisiko tertular penyakit HIV/AIDS. Cara mengatasi Aids seperti itu menurut Habib Rizieq merupakan propaganda zina dikalangan remaja sekaligus kampanye pembodohan.

“Ini adalah KAMPANYE PENYESATAN, karena merupakan PROPAGANDA ZINA di kalangan remaja. Juga merupakan KAMPANYE PEMBANGKANGAN karena melanggar Undang-Undang yang melarang pemberian ALAT KONTRASEPSI kepada yang belum menikah, sekaligus merupakan KAMPANYE PEMBODOHAN, karena ukuran Virus HIV penyebab AIDS jauh lebih kecil dari pada ukuran pori-pori kondom, apalagi saat kondom meregang, sehingga kondom tidak akan bisa cegah Virus HIV / AIDS”, lanjut Habib.

“Jalan yang benar dan tepat serta jitu sekaligus berkah untuk cegah AIDS dan KEHAMILAN di luar nikah adalah STOP ZINA, STOP PELACURAN, STOP SEX BEBAS, STOP SODOMI, STOP HOMOSEX, STOP LESBIAN dan STOP SEGALA BENTUK PENYIMPANGAN SEX !!!”, tegas Habib menutup pembicaraannya.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menyatakkan akan meningkatkan kampanye penggunaan kondom kepada masyarakat, untuk mencegah kehamilan beresiko. Menurut Nafsiah, kampanye penggunaan kondom selaras dengan MDGs poin 6, yaitu memerangi HIV/AIDS.

Nafsiah mengatakan, yang dimaksud dengan seks berisiko adalah setiap hubungan seks yang berisiko menularkan penyakit dan atau berisiko memicu kehamilan yang tidak direncanakan. Kampanye ini menjadi penting, mengingat masih banyak kasus kehamilan yang tidak direncanakan terjadi pada anak-anak remaja.

Tak hanya itu, Nafsiah menegaskan kondisi yang ada saat ini berbeda dengan yang terjadi di lapangan. Menurutnya, UU yang menyatakan yang belum menikah tidak boleh diberikan kontrasepsi sudah tidak relevan. [KbrNet/Slm]

Source: fpi.or.id
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar