Kamis, 21 Juni 2012

Suka Uang Kertas atau Uang Logam dari Emas?

DINAR IS THE REAL VALUE
Oleh ust Dudung Ramdani, Lc

Zaman Sekarang :
  1. BURUH DEMONTRASI MINTA KENAIKAN UPAH
  2. PENGANGGURAN MENINGKAT
  3. NILAI MATA UANG MELEMAH
  4. FLUKTUASI NILAI TUKAR
  5. KEMISKINAN MENINGKAT TAJAM
  6. DLL

Renungan atau perbandingan :
  1. MENEMUKAN UANG KERTAS ZAMAN DAHULU? (dengan)
  2. MENEMUKAN KOIN EMAS ZAMAN DAHULU (ABAD KE-7 M MISALNYA) 
APA YANG AKAN TERJADI ?
1. Uang kertas zaman dahulu hanya akan laku dijual sebagai uang kuno.
2. Koin emas bisa dijual kembali, dan nilainya akan kita dapatkan seharga emas pada tahun diketemukan koin emas tersebut.

Uang kertas yang kita gunakan tidak mempunyai kekuatan apa-apa. Uang kertas berlaku karena dekrit/keputusan dari presiden. Apabila masa berlaku dekritnya telah habis, maka uang tersebut akan tidak berlaku lagi. Setiap tahun uang kertas akan selalu digerogoti oleh virus inflasi. Mengapa kita susah menjadi kaya dan merasa lelah dengan mencari penghasilan? Gaji sebulan, terkadang 2 minggu sudah habis?

Jawabannya adalah : Gunakan Ekonomi Islam atau Back to Dinar and Dirham
Islam mengatur semua sisi kehidupan umat manusia. Termasuk  dalam hal ekonomi, karena ayat yang terpanjang ada di QS Al-Baqarah [02]: 282 membahas tentang utang piutang (masalah ekonomi). Mata Uang Dinar & Dirham adalah mata uang yang sangat kuat, dan tahan terhadap inflasi. Dinar adalah uang emas dengan 22 karat emas dengan berat 4,25 gram, sedangkan Dirham adalah uang perak yang memiliki kadar perak murni dengan berat 3 gram, atau lebih tepatnya 2,975 gram. Jika saat ini kita menggunakan uang Dinar dan Dirham, maka gaji yang setiap bulan kita terima akan stabil dan tidak akan keropos oleh inflasi.

Mari kita buktikan!

Bukti kelemahan sistem kapitalis (uang kertas) adalah kasus krisis moneter tahun 1998. Pihak yang sangat dirugikan pada saat itu adalah seluruh bangsa Indonesia, wa bil khusus para calon jemaah haji yang masu ke dalam kategori waiting list/daftar tunggu. Pada tahun 1997, ONH (Ongkos Naik Haji) hanya sebesar Rp 8.000.000,- Sedangkan pada saat terjadi krisis ekonomi tahun 1998, harga ONH naik melambung tinggi menjadi Rp 21.000.000,- 
Pada saat itu, jemaah haji waiting list terbagi menjadi 2 kelompok.
Kelompok 1 : Tetap meyimpang uang mereka yang berjumlah Rp 8 juta di bank konvensional.
Kelompok 2 : mencairkan uang mereka yang Rp 8 juta dan kemudian dibelikan emas sehingga mendapatkan 320 gram. Karena harga emas pada tahun 1997 adalah Rp 25.000,- per gram. Jadi kalau punya uang Rp 8 juta dibelikan emas semuanya, maka akan didapatkan seberat 320 gram. (Rp 8 juta : Rp 25.000,-/gram = 320 gram). 
Krisis 1998 :
Kelompok 1 tidak bisa naik haji. Karena uang mereka yang berjumlah Rp 8 juta yang disimpannya tahun 1997 digerus oleh inflasi. Karena ONH pada tahun 1998 naik menjadi Rp 21 juta.
Kelompok 2 bisa naik haji. Karena uang yang berjumlah Rp 8 jutanya masih utuh; karena dia belikan ke emas seberat 320 gram. Pada tahun 1998 ketika krismon, harga emas pun naik, dari Rp 25.000,- per gram menjadi Rp 75.000,- per gram. Kita tinggal mengalikan saja, 320 gram x Rp 75.000,- = Rp 24 juta. Jadi, kelompok kedua ini masih tetap bisa naik haji, malah untung Rp 3 juta.

Mari kita lihat: 
Fungsi Emas :
  1. Perhiasan (QS Ali Imran [03]:  14).
                                                          
“Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik,” (QS Ali Imran [03]: 14).

  1. Penyimpan aset (QS At-Taubah [09]: 34).
                                ﭿ                               
”Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya banyak dari orang-orang alim dan rahib-rahib mereka benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil, dan (mereka) menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih,” (QS At-Taubah [09]: 34).

Di dalam ayat QS At-Taubah [09]: 34 ini ada kalimat, "Orang-orang yang menyimpan emas dan perak." Maksudnya, jika emas dan perak disimpan, maka nilai tukarnya akan tetap terjaga. Nah, jika dijadikan atau dicetak jadi mata uang, maka nilai uang tersebut akan stabil sepanjang masa. 

Sekian,

Dudung Ramdani, Lc 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar