Selasa, 03 Juli 2012

Al-Kitab dengan Sains

ALKITAB vs SAINS
By Taufik Attamimi
Sebagaimana telah kita ketahui bersama, anggapan Gereja bahwa bumi itu sebagai pusat tata surya (Geosentris), diambil dari Alkitab yang menceritakan Nabi Yosua menghentikan perjalanan matahari. Untuk lebih jelasnya saya kutipkan ayatnya sebagai berikut:

“Lalu Yosua berbicara kepada Tuhan pada hari Tuhan menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel, ia berkata di hadapan orang Israel; MATAHARI, BERHENTILAH di atas Gibeon, dan engkau bulan, di atas lembah Ayalon. Maka BERHENTILAH MATAHARI dan bulan pun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur? MATAHARI TIDAK BERGERAK DI TENGAH LANGIT dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh.”(Yosua 10:12-13).


Sebenarnya pandangan Geosentris ini dicetuskan oleh filosof Yunani, Aristoteles, lalu diikuti oleh penulis Alkitab, yang kemudian kembali ditegaskan oleh CLAUDIUS PTOLEMEUS sekitar tahun 150 M dan akhirnya dianut oleh seluruh umat Kristen.

Ulama Muslim sekaligus ahli matematika dan astronomi, MUHAMMAD IBNU MUSA AL-KHAWARIZMI (780-850) (lahir di Khawarizmi, sekarang Khiva, Uzbekistan) dan ALBIRUNI (973-1050) (juga lahir di Uzbekistan) telah merumuskan pandangannya bahwa matahari merupakan pusat tata surya (Heliosentris) sedangkan bumi berputar mengelilingi matahari. Pendapat ini kemudian di kembangkan oleh NICOLAUS COPERNICUS (1473-1543) dan GALILEO GALILEI (1564-1642).

Copernicus menyatakan bahwa matahari adalah titik pusat dari orbit bumi, dan bumi berputar pada porosnya mengelilingi matahari. Karena teori inilah DIA DITUDUH SESAT OLEH GEREJA yang masih berkeyakinan bahwa matahari mengelilingi bumi (Yosua 10:12-13).Teori Copernicus ini kemudian menjadi dasar Galilelo Galilei untuk membangun struktur astronomi modern. Galileo sependapat dan memberikan pembelaan umum terhadap teori yang ditegaskan oleh Copernicus bahwa matahari adalah pusat tata surya, bukan bumi.

Pada 1614 IMAM GEREJA DI FLORENCE MENUDINGNYA SEBAGAI ORANG SESAT (HERETIK). Astronom ini pun menulis surat terbuka atas kesalahan pandangan Alkitab dilihat dari sudut sains, dan seharusnya Alkitab mengikuti perkembangan sains. Di awal 1616 tulisan Galileo diperiksa dan KARDINAL YESUIT ROBERT BELLARMINE mengeluarkan larangan terhadap Galileo untuk mengajar dan mempublikasikan konsep bumi mengelilingi matahari (Heliosentris). Kardinal Yesuit ini menyarankan kepada Galileo agar menyikapi Heliosentris hanya sekedar hipotesa dan hanya untuk kepentingan ilmiah, tanpa membawa teori tersebut sebagai rujukan kebenaran dan tidak mencoba mempertemukannya dengan Alkitab. Namun, meskipun sudah dilarang, Galileo menerbitkan DIALOGUE ON THE TWO PRINCIPLE WORLD SYSTEM pada tahun 1632, sehingga membangkitkan Kemarahan Gereja.

Selama hidupnya Galileo berjuang untuk membebaskan sains dari pembatasan filosofis oleh intervensi Gereja. Karena dianggap membahayakan keimanan Gereja, pada tahun 1633 Astronom ini dijatuhi hukuman kurungan rumah seumur hidup. Ia menjalani tahanan rumah dan menjalani sisa hidupnya di Florence, sambil mempelajari langit. Matanya hampir buta akibat mengamati bercak-bercak matahari dengan mata telanjang. Dia meninggal pada tanggal 8 Januari 1642.

Tahun 1979 PAUS YOHANES PAULUS II membuka PENYELIDIKAN REHABILITASI NAMA ATAS KUTUKAN GEREJA pada astronom ini. Pada 31 Oktober 1992 PAUS MENYATAKAN PERMINTAAN MAAF PADA GALILEO DAN MENGAKUI KESALAHAN VATIKAN (GEREJA). 350 tahun setelah kematian Galileo, teorinya diakui secara resmi oleh Gereja.

Satu lagi kesalahan fatal dalam Alkitab (Yosua 10:12-13), yang akhirnya diakui secara resmi oleh Gereja.

3 komentar:

  1. Fenomena ini persis sekali dengan yang terjadi dengan umat islam saat ini. Umat islam saat ini selalu mengkultuskan tokoh-tokoh agamanya, dari mulai perorangan sampai yang melembaga, mulai kyai, ustadz, syekh, sampai dengan MUI.
    Apa yang dikatakan mereka, pasti dianggap benar. Sekiranya ada yang menafsirkan Al Qur'an sesuai dengan fakta dan kebenaran, kalau tidak sesuai dengan pendapat para tokoh agama dan MUI, pasti langsung di anggap sesat. Betul bukan? Termasuk juga situs ar-risalah ini yang mengatasnamakan islam, dan gemar menyalahkan pihak2 lain, bahkan memberi label sesat, padahal belum tentu yang disebut sesat itu salah, jangan-jangan yang menuding sesat itulah yang sesat. Jadi, sekali lagi, fenomena ini persis 100% sesuai dengan fenomena ulama-ulama kristen vs kebenaran sains yang dipaparkan di sini..

    BalasHapus
  2. Sangat setuju dg Anonim.. Dahulu ada beberapa penafsiran isi Alkitab karena keterbatasan masyarakat tentang isi Alkitab. Penyebabynya adalah Alkitab itu sendiri hanya diterjemahkan ke 1 atau 2 bahasa.... Semenjak reformasi Gereja , barulah masyarakat bebas memahaminya sesuai pengetahuan yg dimiliki. Hal yg dulu pernah menimbulkan kesalahan di kalangan Kristiani, justru masih terjadi pada umat Islam saat ini.. Yosua 10:12-13 bukanlah pengakuan bahwa bumi adalah pusat tata surya, melainkan tulisan yang dibuat penulis berdasarkan apa yang dilihat (sangat berkaitan dg hukum relativitas Newton). Ketika kita berada dalam kereta api, kita melihat pohon-pohon bergerak padahal kitalah yg bergerak... Jadi Alkitab menuliskan isi dari sudut pandang manusia...
    Terlalu cepat anda menyebutkan kesalahan Alkitab?? Tahukan anda bagaimana anda nanti diselamatkan? Siapakah yg akan jadi Hakim manusia pada hari kiamat nanti? Apakah Dia Tuhan atau manusia?? Kalau Dia bukan Tuhan, apakah tuhan anda kurang rasa keadilan maka menyerahkan pengadilan kepada pihak lain? Apakah Tuhan itu hanya mengadili sbagian ciptaanNYa saja???? Smentara ada yg tidak diadili??
    Mungkin pertanyaan ini bisa membantu mengasah ilmu agama anda sendiri tanpa sibuk "mencari-cari" kesalahan pihak lain. Smoga saja anda tahu Kebenaran itu...

    BalasHapus
  3. Taufik atamimi, anda perlu pahami bahwa Alkitab mencatat apa yang diucapkan oleh Yosua dan mujizat Tuhan apa adanya, tidak ada rekayasa. Matahari berhentilah di Gibeon dan engkau bulan di lembah Ayalon adalah ungkapan pribadi dari Yosua bukan diucapkan olah Tuhan. Banyak kali orang tidak sadar sering berkata matahari sudah terbenam dibarat atau matahari terbit dari timur, ini adalah ungkapan yang manusiawi. Begitupun dengan Yosua. Tetapi anada perlu ingat bahwa Allah yang disembah oleh Yosua adalah Allah yang juga di sembah Abraham, Ishak dan Yakub adalah Allah yang MENGERTI kebutuhan manusia terutama umatNya Israel bahwa Yosua dan Bangsa Israel butuh matahari tetap bersinar untuk membasmi orang Amori kompolotan orang flistin (palestina) yang kafir itu, Ia adalah Allah yang hidup bukan Allah yg mati dan tidak bangkit. Respon Allah luar biasa bahwa matahari bergerak secara perlahan-lahan selama 24 jam,itulah waktu yang dibutuhkan untuk membasmi musuhnya itu. Makanya anda perlu renungkan lagi apakah muhammad bisa menyelamatkan anda atau tidak jangan menyembah alah yang mati. Perlu anda ingat bahwa dibawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang olehnya manusia dapat di selamatkan HANYA DIDALAM NAMA YESUS KRISTUS atau yang anda sebut ALMASIH ISA yang dapat menyelamatkan anda dan seisi dunia ini. Percayalah kepada-Nya.

    BalasHapus