Selasa, 03 Juli 2012

Sekulerisasi di Dunia Islam

AGENDA SEKULERISASI BARAT DI DUNIA ISLAM
Oleh: Farid Wadji, S.I.P.
(diketik ulang oleh ust Dudung Ramdani, Lc)
I.   MEMAHAMI POLITIK LUAR NEGERI AS
1. TUJUAN POLITIK LUAR NEGERI AS
Menyebarluaskan Ideologi Kapitalisme (Sekulerisme, Demokrasi, HAM, Pluralisme, Pasar Bebas) di seluruh dunia bagi kepentingan nasional AS. 

2. METODE (THORIQOH) POLUGRI AS
Penjajahan dalam berbagai bentuk, seperti ekonomi, politik, budaya, pendidikan, intervensi militer dan lain-lain.


3. GRAND STRATEGI 
Membendung pesaing utama di pantas global internasional dan perkawasan. Pentagon pada Pebruari 1992 telah mempertegas kebijakan luar negeri AS untuk menghalangi   munculnya pesaing baru Amerika dari mana pun datangnya. “Our first objective is to prevent the re-            emergence of a new rival either on the territory of the former             Soviet Union or elsewhere, that poses a threat on the order….”
ü     Pasca Perang Dunia I & II : Menggeser pengaruh Inggris dan Eropa sebagai penjajah lama.
ü     Era Perang Dingin : Membendung penyebaran ideologi komunisme (containment policy) di seluruh dunia.
ü     Pasca Perang Dingin : Membendung pengaruh (sisa) komunisme, penyebaran pengaruh Cina dan Eropa, dan menghalangi potensi ideologi Islam.

II. ISLAM MUSUH NOMOR SATU
ü     Potensi Ideologi : Islam sebagai aqidah, syariah, dan khilafah/negara.
ü     Potensi kekayaan alam banyak dimiliki negara berpenduduk muslim.
ü     Potensi manusia (2 milyar).
ü     Potensi geo-politik (Timur Tengah dan sekitarnya).
ü     Latar belakang perang salib.

III. SASARAN  TERHADAP UMAT ISLAM
Sasaran penghancuran : Aqidah Islam, syariat Islam yang ditegakkan oleh Daulah Khilafah Islam, dan jihad.
ü     Rumsfeld pernah mengingatkan bahaya kaum muslimin yang dia tuduh sebagai teroris : “Tujuan mereka (kaum muslimin/para ekstrimis) adalah menghancurkan pemerintahan yang ada di dunia, menegakkan khilafah, menjadikan dunia di bawah tangan teroris, menentukan nasib hidup setiap orang dan lain-lain.” (thestar.com.my).
ü     “This Crusade, this war on terrorism, is going to take a along time.” “Perang salib ini, perang melawan terorisme, akan memakan waktu yang cukup lama.” (Bush, BBC, 16/Sept/2001). Sementara Wakil Menteri Pertahanan urusan Intelijen; Letnan Jenderal William Boykin mengatakan: “The U.S. battle with Islamic terrorists as a clash with the devil.” “Bahwa perang melawan teroris Islam sama dengan perang melawan setan.” (VOA, 22 Oktober 2003).

IV. AGENDA-AGENDA PENJAJAHAN AS

1. POLITIK
Sekulerisasi, Demokratisasi dan Liberalisasi Dunia Islam
- Goerge W. Bush di dalam pidatonya pada Kamis 6/11/2003 di depan The National Endowment for Democracy pada ulang tahun badan itu yang kedua puluh dia kembali menekankan pentingnya demokratisasi Timur Tengah. Menurutnya, ”Selama kebebasan (freedom) belum tumbuh di Timur Tengah, maka kawasan itu akan tetap menjadi wilayah stagnan (jumud), pengekskpor kekerasan, termasuk menjadi tempat penyebaran senjata yang membahayakan negara AS.”
“ Jika kita mau melindungi negara  kita dalam jangka panjang, hal terbaik yang dilakukan  adalah menyebarkan kebebasan dan demokrasi” (Kompas, 6/11/2004).

Proyek Disintegrasi
ü     Mendukung para pemberontak (Sudan Selatan dan Barat, Aceh, Timor Timur, Papua, Ambon, dll).
ü     Menciptakan konflik perbatasan : Pakistan-Bangladesh, Iran-Irak, Irak-Kuwait, Philipina-Moro, Thailand-Pattani, Irak-Kurdi-Turki.
ü     Menciptakan Negara Boneka : Afghanistan & Irak.

Agenda War on Terrorism (WOT).
Isu Senjata Pemusnah Massal dan Nuklir


2. EKONOMI : Dalam bidang ekonomi, AS menerapkan paham Liberalisasi, Privatisasi dan Utang Luar Negeri, Pencabutan Subsidi BBM dll.

3. SEKULERISASI PENDIDIKAN
ü     Sekulerisasi kurikulum pendidikan; dari SD s.d. PT.
ü     Intervensi kurikulum pesantren.
ü     Pengiriman buku propaganda Barat ke pesantren-pesantren di seluruh Indonesia.
ü     Seleksi terhadap para khotib dan para pengajar.

4. BUDAYA DAN GAYA HIDUP
ü     Hedonisme dan Permesivisme : Budaya asing (Natal, Tahun Baru, Valentine’s Day); Globalisasi : Musik, Makanan, Pakaian, Olahraga dll.

5. INVASI MILITER : IRAK, AFGHANISTAN, PALESTINA
ü     Tidak maksimalnya agen-agen mereka.
ü     Penggantian rezim lama.
ü     Persaingan Eropa dan AS

6.  LIBERALISASI DAN SEKULERISASI PEMIKIRAN
ü     Penghancuran aqidah dan syariah Islam.
ü     Mengaburkan aqidah Islam sebagai satu-satunya aqidah yang benar.
ü     Dialog antar umat beragama; ide persamaan agama atau semua agama adalah benar.


            Liberalisasi Syariat Islam : Sementara syariah berupaya dihancurkan  dengan cara liberalisasi ajaran Islam (syariat),  parsialisasi ajaran Islam,  penyesatan, pengkaburan ide-ide syariat Islam. Syariah pun dikaburkan dengan melakukan dikotomi tekstual-kontekstual, tafsir hermeneutika, fiqh lintas agama dan lain-lain.
Mendukung penuh proyek-proyek liberalisasi : The Asia Foundation, USAID dll.    Salah satu hasilnya adalah draft Counter Legal Kompilasi Hukum Islam yang sebagian besar isinya justru bertentangan dengan Syariat Islam.

7. MEMBENTUK CITRA NEGATIF ISLAM
       Rekomendasi Ariel Cohen, Ph.D. yang diterbitkan oleh The Heritage Foundation bahwa menurutnya, AS harus menyediakan dukungan kepada media lokal untuk membeberkan contoh-contoh negatif dari aplikasi syariat, seperti potong tangan untuk kejahatan ringan atau kepemilikan alkohol di Chechnya, keadaan Afghanistan di bawah Pemerintahan Taliban atau Saudi Arabia, dan tempat-tempat lainnya. Perlu juga diekspose perang sipil yang dituduhkan kepada gerakan Islam di Aljazair. (Hizb ut-Tahrir: An Emerging Threat to U.S. Interests in Central Asia).
       Cheryl Bernard dalam tulisannya yang diterbitkan oleh The Rand Corporation bahwa dia mengusulkan beberapa ide yang harus terus menerus diangkat untuk  menjelekkan citra Islam, yaitu perihal demokrasi dan HAM, poligami, sanksi kriminal, keadilan Islam, minoritas, pakaian wanita, dan kebolehan suami untuk memukul isteri. (Civil  Democratic Islam, Partners, Resources, and Strategies, hal. 1-24).

8. MEMBUAT DIKOTOMI DALAM ISLAM DAN KELOMPOK ISLAM :  Fundamentalis-Modernist, Kultural-Struktural, Militan-moderat dan lain-lain.
       Terjadi pertentangan antara kelompok Islam, yang jelas akan menghambat bangkit dan bersatunya umat Islam.
       Konflik pemikiran yang diturunkan dari dikotomi ini diharapkan bisa menguras energi intelektual kaum muslimin dari pembahasan yang sebenarnya.
       Umat Islam pun diharapkan lupa terhadap musuh mereka yang sebenarnya, yaitu ideologi kapitalisme yang dipimpin AS.

9.  MEMBENDUNG PENJAJAHAN 
       Bagaimanapun, Barat dengan kekuatan negaranya yang dibangun atas dasar ideologi kapitalisme yang mengglobal, juga harus dilawan dengan kekuatan negara yang dibangun di atas ideologi yang juga mengglobal. Negara tersebut adalah Daulah Khilafah Islam/Negara Kekhalifahan Islam.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar