Rabu, 18 Juli 2012

Syariat Nabi Muhammad SAW vs Hisabisme

Syariat Nabi Muhammad SAW vs Hisabisme
Posted by KabarNet pada 18/07/2012

Jakarta – KabarNet: Metode HISAB tidak lah salah. Langkah Pemerintah dan para Kyai/ ulama yang rata-rata menggunakan metode RU’YAH dalam menetukan awal RAMADHAN maupun LEBARAN, bukan menunjukkan mereka tidak menguasai ilmu HISAB.

Mereka banyak yang menguasai dan ahli dalam ilmu hisab, namun mereka selalu menggunakan dasar hukum SYARIAT sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW yakni menentukan awal RAMADHAN menggunakan metode RU’YAH. Secanggih apa pun ilmu hisab, tidak akan dapat menggeser metode yang di syariatkan oleh Baginda Rasul SAW.


Rasulullah SAW, sudah mengajarkan metode yang sangat aman, namun manusia setelah menguasai ilmu hisab, merasa dirinya lebih pintar dan bisa menggeser metode ajaran Nabi SAW. Tak lain karena mereka AROGAN dan merasa lebih ahli dari Nabi Muhammad SAW dan metode mereka lebih canggih ketimbang metode yang sudah disyariatkan oleh Baginda Rasul SAW. Padahal, mayoritas fuqoha’ dalam hal ini berpatokan pada Ru’yah, karena kepahaman mereka dalam ilmu fiqih.

Kendati demikian, HISABISME akan tetap mencari dalil pembenaran atas metode mereka agar dibenarkan dalam hukum. Hisab boleh-boleh saja, dengan syarat KEPUTUSAN TERAKHIR TETAP DENGAN METODE RU’YAH SEKALI PUN HISAB BENAR 1000% AKURAT. Namun tetap saja kita TIDAK BOLEH MENGGESER SYARIAT YANG DIAJARKAN NABI MUHAMMAD SAW, karena dalam syariat ada keberkahan tersembunyi dari Allah Ta’ala yang tidak disadari oleh manusia.

Maka, kita tetap berpegang pada asal anjuran Nabi Muhammad SAW, YAITU MENENTUKAN AWAL RAMADHAN DENGAN RU’YAH. Jangan sampai ajaran Nabi SAW terlindas oleh kecanggihan ilmu pengetahuan teknologi dan kearoganan manusia serta ORMAS.

Pertanyaannya, apakah kita akan menyatukan umat Islam dengan TUNDUK kepada metode HISABISME, atau kah kita menyatukan umat Islam dengan TUNDUK pada SYARIAT Nabi Muhammad SAW??

Pengumuman penentuan awal Ramadhan/ 1 Syawwal dari ormas HISABISME adalah salah satu contoh bentuk kearoganan yang membuat umat islam TERPECAH BELAH. Mereka bertanggung jawab kelak dihadapan Allah Ta’ala atas terpecah belahnya umat islam yang disebabkan kearoganan mereka (HISABISME).

Seharusnya para HISABISME, cukup bertugas memberikan informasi kepada pemerintah (DEPAG atau MUI) yang didalamnya terdapat pakar-pakar islam yang kredibel dalam ilmu ru’yah maupun hisab. BIARLAH PEMERINTAH YANG MENGUMUMKAN AWAL RAMADHAN DAN 1 SYAWWAL, karena itu adalah wewenangnya. Jangan lantas mengambil inisiatif untuk mempublikasikan hasil HISAB dan merasa metode HISABISME yang paling tepat. Saudara-saudaraku se-Iman, hanya dengan cara ini umat Islam dapat menyatukan pendapat dalam menentukan awal Ramadhan dan 1 Syawwal.

Salim Syarief MD

3 komentar:

  1. Tahun ini Pemerintah sdh ikut campur menentukan / intervensi keyakinan Umat Islam Indonesia soal puasa. Tahun depan pemerintah akan menetapkan ikut menetapkan tata cara shalat Versi Pemerintah. Tahun depan lagi Pemerintah memutuskan Shalat magrib dihapuskan dst ...dst .... dst ...
    Alasannya DEMI PERSATUAN BANGSA
    Akhirnya Akhidah pun diintervensi oleh Pemerintah ... seperti Umat Kristen menjadikan Isa as 'Tuhan' hanya karena DEMI PERSATUAN Kekaisaran Romawi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukankah di dalam al-qur`an ada keharusan taat ulil amri? Untuk momen bersama-sama seperti ibadah puasa dan idul fithri, ada baiknya bersatu...jangan sok-sok an...diajak rapat saja gak datang...maunya beda sendiri..Rasulullah SAW puasa itu selama di Madinah lebih banyak 29 hari...juga dengan cara melihat hilal...kalaw gak terlihat, ya sya'ban digenapkan jadi 30 hari...

      Hapus
    2. Ulil amri kl menerapkan hukum alloh,kl gk apa beda nya pemerintah sekarang dgn pemerintah belanda?yg dipake hukum buatan manusia.mengakui diciptakan alloh tapi tak mau di atur oleh aturanya.logika aja,motor honda yg nyiptain siapa,pabrik honda kan?kira kira kl kita beli motor honda trus minta manual booknya ke yamaha,karna menganggap manual manual book honda kurang bagus,kira kira pabrik honda tersinggung gk?

      Hapus