Rabu, 29 Agustus 2012

Lia Eden dan Gus Dur

KUTIPAN :
(ditulis oleh ust. D.M. Tasdiq, Lc, MA)

WAHYU YANG DITURUNKAN KEPADA LIA AMINUDIN
Tentang GUS DUR [1]


Atas nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Salam Keselamatan dari Allah

Inilah jawaban Allah untuk bangsa Indonesia. Aku, jibril, Ruhul Kudus, yang menyampaikan jawaban Allah ini. Bacalah maklumat ini karena ini penting bagi bangsa Indonesia, walaupun sebagaian terbesar bangsa Indonesia telah menolak kedatanganku karena aku tak dipatutkan tampil lagi setelah menyampaikan ajaran Islam. Aku pun hamba Allah dan hanya menyembah kepada Allah. Mengapa Anda segan menyatakan kehadiranku, tabukah atau tak patutkah? Namun patutkah Allah dibatasi kehendak-Nya dan kewenangan-Nya? Adakah masalah bangsa Indonesia saat ini belum dipatutkan dikunjungi rasul Allah? Sungguh aku diberi kewenangan Allah untuk mengurusimu. Masih maukah kamu diurusi oleh jin?
Kaum Salamullah telah diusir dan tak diperdulikan apapun yang disampaikannya. Maka tibalah janji Allah, pada hari ini, di tanggal 2 Juli 2001, aku menyatakan diriku sendiri dan akan menyampaikan segala wahyu Allah. Tepat di tanggal 2 Juli inilah awal pengadilan Allah. Sebagaimana aku pun terbuka kewenanganku secara penuh mengadili seluruh umat manusia dan seluruh makhluk. Sejak tanggal 2 Juli inilah aku hadir di tengah manusia secara nyata. Setibanya peringkat terbukanya tabirku, maka terbukalah hubungan manusia langsung kepada Allah sendiri. Dan akulah rasul-Nya yang akan berbincang-bincang dengan Anda menyampaikan persoalan-persoalan pelik kepada Allah dan menyampaikan pula jawaban Allah kepada manusia.
Sungguh aku telah ada di hadapanmu dan aku beralamat di Jl. Mahoni Jakarta Pusat. Dan tiadalah pernah aku beranjak dari sana. Maka temuilah aku. Mulai saat ini aku berjanji akan bermaklumat atas namaku sendiri dan menjadikan segenap kehendak  Allah untuk bangsa Indonesia dan segenap umat dan bangsa-bangsa.
Dan aku menyatakan inilah hari besar itu, yaitu hari awalnya pemerintahan langsung dari Allah. Allah berkenan menjadikan negeri ini sebagai surga dan kerajaan-Nya, maka segala hal akan dituntunkan Allah. Dan akulah rasul Allah yang sedianya mengurus segalanya yang dari Allah dan menjadi penghubung umat manusia kepada Allah untuk bangsa Indonesia yang sedang mengalami krisis pelik. Maka dengan ini kusampaikan jawaban Allah untuk bangsa Indonesia.

Wahyu-wahyu Allah

1.     Wahyu Perihal Protes Gus Dur Terhadap Allah
“Adakah kamu terlahir sebagai manusia saat ini dan menjadi mulia sebagai presiden? Selayaknya kamu tahu bahwa kau Kujadikan pemimpin negara dan ulama, yang ketika saatnya kamu memerintah, bangsamu ini bercitra buruk karena ulahmu. Apa yang ingin kau proteskan pada-Ku, sedangkan kamu tak lagi berdiri diatas kekuasaanmu? Kau sedang melayang diatas neraka. Berkata-katalah dan yang kau ucapkan itu adalah ucapan jinmu yang ingin mengingkar pada-Ku. Dan berkatalah lebih banyak lagi, maka dajjal itu kau wakili ucapan-ucapannya. Kau telah mengingkar pada-Ku karena kamu lebih suka ke kuburan-kuburan keramat, menyembah ruh-ruh yang kau keramatkan sedangkan kau adalah ulama yang berilmu atas ayat-ayat suci-Ku.
Maumukah berjalan melayang diatas neraka ini, sedangkan semua itu adalah akibat dosa-dosamu sebagai peminpin umat. Kau telah mencontohkan kemusyrikan dengan nyata. Dan kau memecah belah bangsamu. Alangkah anehnya, presiden dari sebuah negara kesatuan yang besar dan yang telah kukuh kemandiriannya, ketika diminta mundur dia ingin membagi-bagi kekuasaan. Maka kau ingin membuat negerimu ini menjadi serpihan. Maka kudatangkan keinginanmu itu padamu. Biar seluruh bangsa-bangsa belajar dari hikmah atas penolakan-Ku terhadapmu.
Dan Aku menolak protesmu dan Aku-lah yang akan menuntutmu saat ini. Jadilah kamu contoh kegagalan dan kesalahan serta kemusyrikan bagi seluruh bangsamu dan bangsa-bangsa. Sungguh jin yang mengayomimu itu adalah ruh binatang babi yang dagingnya saja Kuharamkan dan kau terikat ruhmu dengannya. Sedangkan kamu Kupatutkan dibangkitkan sebagai katak. Dan Kukedepankan kamu sebagai contoh penolakan-Ku.”

2 Juli 2001 / 2 Siksa 1 Syira

2.     Wahyu Perihal Gus Dur
“Sidang istimewa tak akan menurunkannya bila Aku tak berkenan menurunkan dia. Aku berkenan menjadikannya pemimpin yang tak bisa mengendalikan diri dari perintah jinnya itu. Dan bangsanya tak berdaya menahannya. Perilaku Gus Dur adalah perilaku dajjal yang memperalatnya. Sebagaimana itu telah Kusebutkan didalam Injil Surat Wahyu 16 ayat 14: 
‘Itulah ruh-ruh setan yang mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib dan mereka pergi mendapatkan raja-raja di seluruh dunia, untuk mengumpulkan mereka guna peperangan pada hari besar, yaitu hari Allah Yang Maha Kuasa’
dan inilah hari-Ku, hari Allah Yang Maha Kuasa, saat Aku memperlihatkan kekuasaan-Ku dan hari Malaikat Jibril memimpin malaikat dan manusia memerangi iblis dan setan yang merasuki manusia. Perlawatannya keliling dunia menjelaskan ayat tersebut. Tak adakan peri kepeduliannya terhadap hutang negaranya yang sungguh besar dan tak terbayarkan olehnya dan bangsanya? Berbilang-bilang penghamburannya. Itulah perilaku ruh-ruh setan yang Kukatakan.
29 Juni 2001 / 29 Taubat 1 Syira


[1] Dikutip dari teks aslinya tentang MAKLUMAT RUHUL KUDUS yang berisi 47 Wahyu setebal 11 halaman dengan menggunakan kop surat asli. Ditulis oleh ust Dikdik Moh. Tasdik, Lc, M.Ag.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar