Rabu, 29 Agustus 2012

MEMBANTAI UMAT MANUSIA TANPA HAQ ADALAH DOSA BESAR


MEMBANTAI UMAT ISLAM ADALAH DOSA BESAR
Oleh Abu Fatimah, Lc

Pembantaian massif (banyak; ratusan orang sampai ribuan dan jutaan orang), mengucurkan darah, dan pembunuhan tanpa alasan yang dibenarkan adalah dosa yang sangat besar yang akan pertama kali dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah ‘Azza wa Jalla.
‘Abdullâh bin Mas’ûd RA berkata bahwasanya Rasulullah SAW telah bersabda tentang besarnya dosa dari perbuatan mengucurkan darah (pembunuhan),
أَوَّلُ مَا يُقْضَى بَيْنَ النَّاسِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِيْ الدِّمَاءِ.
“Sesungguhnya perkara yang pertama kali diputuskan di antara umat manusia pada hari Kiamat adalah pada kasus darah (pembunuhan).” (HR Al-Bukhari).
Juga ‘Abdullâh bin ‘Umar RA berkata bahwa Rasulullah SAW memperingatkan konsekwensi buruk dari perkelahian yang bisa berakibat pada pembunuhan,
إِنَّ مِنْ وَرَطَاتِ الأُمُوْرِ الَّتِيْ لاَ مَخْرَجَ لِمَنْ أَوْقَعَ نَفْسَهُ فِيْهَا سَفْكَ الدَّمِ الْحَرَامِ بِغَيْرِ حِلِّهِ.
“Sesungguhnya di antara perkara yang sangat serius dan tidak memiliki jalan keluar yaitu bagi orang yang menjerumuskan dirinya pada pembunuhan dengan tidak benar.” (HR Al-Bukhari).

               Abû Hurairah RA berkata bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,
يَتَقَارَبُ الزَّمَانُ وَيَنْقُصُ الْعِلْمُ، وَيُلْقَى الشُّحُّ، وَ تَظْهَرُ الْفِتَنُ، وَ يَكْثُرُ الْهَرْجُ، قَالُوا يَا رَسُوْلَ اللهِ أَيُّمَا هُوَ؟ قَالَ: الْقَتْلُ الْقَتْلُ.
“Waktu akan terasa singkat, ilmu berkurang, kekikiran mewabah, huru-hara bermunculan, dan al-harju merebak. Para sahabat bertanya,”Apakah al-harju itu wahai Rasulullah?” Rasulullah SAW menjawab,”Pembunuhan, pembunuhan.”(HR Al-Bukhari).

Menurut Al-Qur`an, para pembantai orang-orang yang tidak berdosa adalah pelaku kriminal yang akan berujung nista dalam siksa neraka. Salah satu surat dalam Al-Quran, Al-Burûj, melarang keras pembunuhan kaum muslimin,
                               
“Sungguh, orang-orang yang mendatangkan cobaan (bencana, membunuh, menyiksa) kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan lalu mereka tidak bertobat, maka mereka akan mendapat adzab  Jahanam dan mereka akan mendapat adzab  (neraka) yang membakar.”(QS Al-Buruj [85]: 10).

Nyawa Muslim Lebih Suci dari Ka’bah
Setiap muslim harus tahu bahwa kesucian dan kemuliaan nyawa seorang muslim menurut pandangan Rasulullah SAW dinyatakan lebih suci dan mulia dari kesucian dan kemuliaan Ka’bah, yaitu Baitullah yang mulia. Imam Ibnu Majah meriwayatkan sebuah hadits  mengenai hal ini,
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَطُوْفُ بِالْكَعْبَةِ وَ يَقُوْلُ: مَا أَطْيَبَكِ وَ أَطْيَبَ رِيْحَكِ، مَا أَعْظَمَكِ وَ أَعْظَمَ حُرْمَتَكِ، وَ الَّذِيْ نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَحُرْمَةُ الْمُؤْمِنِ أَعْظَمُ عِنْدَ اللهِ حُرْمَةً مِنْكِ، مَالِهِ وَ دَمِهِ وَ أَنْ نَظُنَّ بِهِ إِلاَّ خَيْرًا.
“Dari Abdullah bin Umar dia berkata,”Aku pernah melihat Rasulullah SAW thawaf mengelilingi Ka’bah dan beliau bersabda, “Alangkah indahnya engkau (Ka’bah), alangkah harumnya baumu, alangkah agungnya dirimu, alangkah agungnya kehormatanmu. Demi jiwa Muhammad yang ada di dalam genggaman-Nya, kehormatan, harta dan darah (jiwa) seorang mukmin itu lebih agung di sisi Allah daripada keagunganmu (Ka’bah). Kita tidak boleh berprasangka kepadanya (kepada seorang mukmin), kecuali prasangka baik.” (HR Ibnu Majah).

Dilarang, Walau Hanya Mengarahkan Senjata kepada Seorang Mukmin
Membunuh nyawa seseorang dengan senjata tajam atau senjata api adalah dosa besar (al-kabâ’ir), bahkan walau hanya mengarahkan senjata kepada seorang mukmin itu pun dilarang serta pelakunya mendapatkan laknat. Abû Hurairah RA berkata bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,
لاَ يُشِيْرُ أَحَدُكُمْ إِلَى أَخِيْهِ بِالسِّلاَحِ، فَإِنَّهُ لاَ يَدْرِيْ أَحَدُكُمْ لَعَلَّ الشَّيْطَانَ يَنْزِعُ فِيْ يَدِهِ، فَيَقَعُ فِيْ حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ.
“Janganlah salah seorang di antara kalian menghunuskan senjatanya kepada saudaranya. Karena dia tidak tahu, mungkin saja setan menjerumuskan tangannya sehingga dia terjerumus ke dalam jurang neraka.” (HR Muslim).
Hadits di atas mengungkapkan larangan dengan gaya metaforis. Seseorang yang mengacungkan senjata sangat mungkin menarik pelatuknya, kemudian melukai seseorang. Perilaku ini dikaitkan dengan syaithan dikarenakan pelakunya telah melakukan perbuatan syaitan, yaitu sebuah perbuatan yang seharusnya dijauhi. Hal ini lebih jauh diuraikan dalam hadits lain, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,
مَنْ أَشَارَ إِلَى أَخِيْهِ بِحَدِيْدَةٍ، فَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ تَلْعَنُهُ حَتَّى يَدَعَهُ، وَ إِنْ كَانَ أَخَاهُ لِأَبِيْهِ وَ أُمِّهِ.
“Barangsiapa yang menghunuskan senjata tajam kepada saudaranya, maka sesungguhnya para malaikat melaknatnya sampai dia melepaskannya, sekalipun terhadap saudaranya sebapak atau seibu.” (HR Muslim).
Rasulullah SAW ternyata bukan hanya melarang mengarahkan senjata, bahkan walau sekedar mempertontonkannya. Jâbir RA berkata,
نَهَى رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ أَنْ يُتَعَاطَى السَّيْفُ مَسْلُوْلاً.
“Rasulullah SAW melarang pedang dibiarkan terhunus.” (HR At-Tirmidzi).

Membunuh Muslim Lebih Besar Dosanya daripada Menghancurkan Dunia
Bagaimana mungkin ada agama yang mengklaim sebagai agama yang cinta damai (agama Budha), ternyata di lapangan mereka melakukan pembunuhan warga sipil secara brutal? Mereka membunuh ribuan kaum muslimin yang tidak bersenjata. Ingatlah, Rasulullah SAW telah menyatakan bahwa membunuh seorang muslim dosanya lebih besar dari menghancurkan dunia ini.
‘Abdullâh bin ‘Amr RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,
لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ.
“Hancurnya dunia ini lebih ringan menurut Allah daripada membunuh seorang muslim.” (HR At-Tirmidzi).
‘Abdullâh bin Buraidah RA berkata bahwsanya Rasulullah SAW bersabda,
قَتْلُ الْمُؤْمِنِ أَعْظَمُ عِنْدَ اللهِ مِنْ زَوَالِ الدُّنْيَا.
“Membunuh seorang mukmin itu lebih besar (dosanya) di sisi Allah daripada hancurnya dunia ini.”(HR An-Nasai).
Riwayat lain menegaskan bahwa membunuh muslim tanpa landasan hukum apapun (bighair al-haq), merupakan tragedi yang lebih serius daripada robohnya alam semesta. Al-Barrâ bin Al-‘Âzib RA berkata bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,
لَزَوَالُ الدُّنْيَا جَمِيْعًا أَهْوَنُ عَلَى اللهِ مِنْ سَفْكِ دَمٍ بِغَيْرِ حَقٍّ.
“Hancurnya seluruh dunia ini lebih ringan menurut pandangan Allah daripada mengucurkan darah dengan tidak benar (tanpa haq).” (HR Al-Baihaqi).
Hukuman yang hina bagi para pembunuh yang dengan sengaja membunuh seorang mukmin dapat difahami dari ayat ketika Allah SWT menyebutkan rantaian hukuman bagi pendosa dengan redaksi seperti, kekal di neraka Jahannam, mendapat murka Allah, mendapat laknat Allah, berikut siksa lainnya, yaitu siksaan yang pedih. Allah SWT berfirman,
                                    
“Dan barangsiapa membunuh seorang yang beriman dengan sengaja, maka balasannya ialah neraka Jahanam, dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya, dan melaknatnya serta menyediakan adzab  yang besar baginya.” (QS An-Nisa [04]: 93).
            Kita hanya berdoa, semoga saja orang-orang Budha di Myanmar yang terlibat dalam pembunuhan ribuan kaum muslimin Rohingya akan segera merasakan balasan dan adzab dari Allah SWT, baik di dunia ini maupun kelak di akhirat. Amin ya Rabbal alamin.
Salam perjuangan,

Al-faqir Ila ‘Afwillaah
semoga bermanfaat
Dudung Ramdani, Lc
(diolah dari buku Fatwa terhadap Terorisme dan Bom Bunuh Diri karya DR Thahir Al-Qadri).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar