Rabu, 05 September 2012

Kajian tentang Ahmadiyah; Penodaan Tokoh Ahmadiyah terhadap Islam

PENODAAN – PENODAAN
T E R H A D A P
AGAMA ISLAM
yang dilakukan oleh
TOKOH AHMADIYAH DI INDONESIA
Oleh :
H. D. M. Tasdik, Lc, M.Ag
Y. Wahyuddin, Lc
Arief bin Junaed, S.Pd.I.
 

1.   ABDUL BASIT
(Ketua Pengurus Besar Jemaat Ahmadiyah Indonesia)

Tuduhan:     Menyebarluaskan Buku-buku yang bisa menyesatkan umat Islam.

Wahyu Palsu MGA

Kisah Cinta Nabi Mirza Ghulam Ahmad
di Dalam Tadzkirah
(Tadzkirah, hal. 162, cetakan 1956, Rabwah)
(dikutipkan oleh ust Abu Fatimah, Lc)

Inilah wahyu suci yang diklaim oleh Mirza Ghulam Ahmad.
فَأَوْحَى اللهُ إِلَيَّ أَنْ اخْطُبْ صَبِيَّتَهُ الْكَبِيْرَةَ لِنَفْسِكَ وَ قُلْ لَهُ لِيُصَاهِرْكَ أَوَّلًا ثُمَّ لْيَقْتَبِسْ مِنْ قَبَسِكَ وَ قُلْ إِنِّيْ أُمِرْتُ لِأَهْبَكَ مَا طَلَبْتَ مِنَ الْأَرْضِ وَ أَرْضًا أُخْرَى مَعَهَا وَ أُحْسِنَ إِلَيْكَ بِإِحْسَانَاتٍ أُخْرَى عَلَى أَنْ تُنْكِحَنِيْ إِحْدَى بَنَاتِكَ الَّتِيْ هِيَ كَبِيْرَتُهَا وَذَلِكَ بَيْنِيْ وَبَيْنَكَ، فَإِنْ قَبِلْتَ فَسَتَجِدُنِيْ مِنَ الْمُتَقَبِّلِيْنَ، وَ إِنْ لَمْ تَقْبَلْ فَاعْلَمْ أَنَّ اللهَ قَدْ أَخْبَرَنِيْ أَنَّ إِنْكَاحَهَا رَجُلًا آخَرَ لَا يُبَارَكُ لَهَا وَلَا لَكَ فَإِنْ لَمْ تَزْدَجِرْ فَيُصَبُّ عَلَيْكَ مَصَائِبُ وَ آخَرُ الْمَصَائِبِ مَوْتُكَ فَتَمُوْتُ بَعْدَ النِّكَاحِ إِلَى ثَلَاثِ سِنِيْنَ بَلْ مَوْتُكَ قَرِيْبٌ وَ يَرِدُ عَلَيْكَ وَ أَنْتَ مِنَ الْغَافِلِيْنَ، وَكَذلِكَ يِمُوْتُ بَعْلُهَا الَّذِيْ يَصِيْرُ زَوْجُهَا إِلَى حَوْلَيْنِ وَ سِتَّةِ أَشْهُرٍ قَضَاءً مِنَ اللهِ فَاصْنَعْ مَا أَنْتَ صَانِعُهُ وَ إِنِّيْ لَكَ لَمِنَ النَّاصِحِيْنَ.
“Allah telah mewahyukan kepadaku (Mirza Ghulam Ahmad), “Lamarlah olehmu anak gadis (Ahmad Baig) yang tertua untuk dirimu dan katakanlah kepadanya (Ahmad Baig), ‘Hendaknya dia menjadikanmu sebagai menantu untuk pertama kalinya dan hendaklah dia (Ahmad Baig) mengambil faedah/manfaat darimu. Dan katakanlah, ‘Sesungguhnya aku diperintahkan (oleh Allah) agar aku memberikan kepadamu apa yang engkau inginkan dari tanah dan tanah lainnya dan agar aku berbuat baik kepadamu dengan kebaikan yang lainnya (dengan syarat) agar engkau mau menikahkan aku dengan salah satu puterimu yang dia itu adalah puterimu yang tertua (anak pertama Ahmad Baig). Dan hal ini (adalah kesepakatan) antara aku denganmu. Apabila engkau (Ahmad Baig) mau menerima hal ini, maka engkau akan menemukan aku termasuk di antara orang-orang yang menerima (rela). Dan jika engkau tidak menerima (kesepakatan ini), maka ketahuilah sesungguhnya Allah telah memberitahuku bahwa (apabila) anak gadismu menikah dengan lelaki lain, maka Allah tidak akan memberikan keberkahan kepada anak gadismu dan juga dirimu. Kalau kamu (Ahmad Baig) tidak mengerti, (sekarang juga) kamu akan mendapat banyak musibah dan musibah yang terakhir adalah kematianmu. Kamu akan mati dalam tempo 3 tahun setelah pernikahan anak gadismu. Bahkan kematianmu sudah sangat dekat dan semakin mendekatimu padahal engkau dalam keadaan lalai. Demikian juga suami (suami anak gadismu) akan meninggal dunia dalam tempo 2 tahun 6 bulan, sebagai ketentuan dari Allah. Maka dari itu, kerjakanlah olehmu (semua keinginan aku ini) dan aku bagimu ini termasuk dari orang-orang yang memberikan nasihat.”

IBU KITA AISYAH RA

IBU KITA AISYAH RA
(Oleh DR. Utsman bin Muhammad Alu Khamis dan diterjemahkan oleh ust Abu Fatimah, Lc)

Saya hanya ingin bertanya, “Pernahkah kita mendengar firman Allah SWT yang berbunyi, “Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dibandingkan diri mereka sendiri, dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka,” (QS Al-Ahzab [33]: 06)?”

Selasa, 04 September 2012

Siapakah Teroris Itu?

Teroris Zaman Sekarang
Adalah Khawârij
(Oleh DR. Thahir Al-Qadri, Ulama Pakistan)

Meski telah saya sebutkan banyak hadits tentang Khawârij, namun itu belum semuanya. (Untuk lebih jauh mengetahui hadits yang diriwayatkan tentang Khawârij, lihat buku penulis yang lainnya, Al-Intibâh li Al-Khawârij wa Al-Harûrâh). Tidak dapat ditolak lagi, faktanya bahwa selalu saja ada di sepanjang zaman orang-orang yang memiliki ide, kecenderungan, dan hasrat seperti kaum Khawârij. Rasûlullâh r telah menjelaskan bahwa kelompok ini akan mengeksploitasi generasi muda yang belum dewasa yang rentan terpengaruhi oleh propaganda dan cuci otak gaya Khawarij, sehingga akhirnya mereka berani melakukan kekerasan dan pembantaian berdarah.