Rabu, 10 Agustus 2016

Kupas Tuntas Al-Asma Al-Husna

KUPAS TUNTAS AL-ASMA AL-HUSNA
Mengamalkan Al-Asma Al-Husna sesuai Syariat
oleh Dudung Ramdani, Lc[1]

Di Indonesia, masyarakat muslimnya sudah tahu dan mengenal yang namanya Al-Asma Al-Husna, sampai-sampai dicantumkan di dalam cover Al-Qur`an cetakan Indonesia, seperti yang diterbitkan oleh CV Diponegoro Bandung atau CV Toha Putera Semarang dll. Akan tetapi, masyarakat Indonesia di dalam mengamalkan Al-Asma Al-Husna ini terbagi kepada empat kelompok :
  1. Menghafalkannya.
  2. Mewiridkannya.
  3. Menjadikan Al-Asma Al-Husna sebagai pajangan.
  4. Menjadikannya sebagai acuan dalam berakhlak. 

Dalil kelompok pertama :
Hadits yang berbunyi,
إِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَ تِسْعِيْنَ اسْمًا مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ. متفق عليه
 ”Sesungguhnya Allah mempunyai 99 nama yang indah, barangsiapa mampu menghafalnya, maka dia akan masuk surga.” (Muttafaq Alaih)[2]
Dalil kelompok kedua :
Mewiridkannya sebanyak mungkin.
ﯺ ﯻ ﯼ ﯽ ﯾ ﯿ ﰀ ﰁ
“Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya,” (QS Al-Ahzab [33]: 41).
Ada orang Islam yang mewiridkan Ya Rohmaan 1000 kali, Ya Rozzaaq 10.000 kali dalam beberapa bulan dan seterusnya.

Dalil kelompok ketiga :
Mungkin hanya sebatas seni kaligrafi.

Dalil kelompok keempat :
Hadits yang berbunyi,
تَخَلَّقُوْا بِأَخْلَاقِ اللهِ.
“Berakhlak kalian dengan akhlak Allah.”[3]
Kelompok keempat ini menjadikan Al-Asma Al-Husna sebagai acuan dalam berakhlak. Mereka menjadikan Allah SWT sebagai teladan. ”Atas nama Allah artinya adalah berupaya mencontoh dan meneladani segala sifat-sifat Allah.” (Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual, ESQ, hal. 132). Padahal Allah SWT telah berfirman bahwa teladan umat Islam adalah Rasulullah Saw dan bukan Allah SWT.
Allah SWT berfirman,
ﯯ ﯰﯱ ﯲ ﯳ ﯴ ﯵ ﯶ ﯷ ﯸ ﯹ ﯺ ﯻ ﯼ ﯽ ﯾ  ﯿ ﰀ
”Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah,” (QS Al-Ahzab [33]: 21).

Mari kita lihat buku ESQ, karangan Bapak DR.H.C. A. Ginanjar hal. 292-299 Penerbit Arga Jakarta, 2001 cetakan ke-4, September 2001.


1. BAROMETER SUARA HATI – NILAI DAN KEYAKINAN
    Berdasarkan Pemahaman Asmaul Husna

No.
Acuan
Dorongan Suara Hati
Sangat
Baik
Baik
Sedikit
Tidak Ada
3
2
1
0
1.
Ar Rohmaan
Saya ingin menjadi seorang yang pengasih (bersifat umum)




2.
Ar Rohiim
Saya ingin selalu bersifat penyayang (bersifat khusus)




3.
Al Maalik
Saya ingin menguasai diri




4.
Al Qudduus
Saya ingin suci dalam berpikir dan bertindak




5.
As Salaam
Saya ingin hidup sejahtera




6.
Al Mu’min
Saya ingin selalu dipercaya




7.
Al Muhaimin
Saya ingin selalu memelihara dan merawat




8.
Al ‘Aziiz
Saya ingin selalu gagah dan terhormat




9.
Al Jabbaar
Saya ingin menjadi seorang yang perkasa




10.
Al Mutakabbir
Saya ingin memiliki kebesaran hati dan jiwa




11.
Al Khooliq
Saya ingin selalu mencipta/berkreasi




12.
Al Baari’
Saya ingin merencanakan (visi)




13.
Al Mushowwir
Saya ingin selalu melukis, mendisain dan mewujudkan impian saya




14.
Al Ghoffaar
Saya ingin selalu mengampuni orang lain




15.
Al Qohhaar
Saya ingin memiliki kekuatan untuk menopang kebaikan




16.
Al Wahhaab
Saya ingin selalu menjadi orang yang suka memberi (sifat)




17.
Ar Rozzaaq
Saya ingin selalu memberi (praktek)




18.
Al Fattaah
Saya ingin selalu membuka hati orang lain, perintis dan pelopor orang lain




19.
Al ‘Aliim
Saya ingin selalu belajar dan berilmu




20.
Al Qoobidl
Saya ingin mengendalikan sesuatu




21.
Al Baasith
Saya ingin selalu  melapangkan jalan orang lain




22.
Al Khoofidl
Saya merendah demi keadilan




23.
Ar Roofi’
Saya ingin selalu  mengangkat demi keadilan




24.
Al Muizz
Saya ingin selalu  menjernihkan




25.
Al Mudzill
Saya ingin selalu  merendahkan orang-orang yang jahat demi menuju keadilan




26.
As Saami’
Saya ingin selalu  mendengarkan dan memahami orang lain (empati)




27.
Al Bashiir
Saya ingin selalu  melihat dan memperhatikan orang lain




28.
Al Hakam
Saya ingin mengendalikan dan melakukan kontrol dengan baik




29.
Al ‘Adl
Saya ingin selalu  bersikap adil




30.
Al Lathiif
Saya ingin selalu  bersikap halus kepada orang lain dan merasakan perasaan orang lain




31.
Al Khobiir
Saya ingin selalu  berhati-hati




32.
Al Haliim
Saya ingin selalu  menjadi orang yang penyantun dan lembut hati




33.
Al ‘Adhiim
Saya ingin bersifat agung




34.
Al Ghofuur
Saya ingin selalu menjadi pema’af (watak)




35.
Asy Syakuur
Saya ingin selalu  berterimakasih kepada orang lain yang berbuat baik




36.
Al ‘Aliyy
Saya ingin menjadi orang yang bermartabat tinggi




37.
Al Kabiir
Saya ingin memiliki kebesaran




38.
Al Hafiidh
Saya ingin selalu  menjaga dan memelihara




39.
Al Muqiit
Saya ingin memperhatikan dan merasakan pengaduan orang lain




40.
Al Hasiib
Saya ingin selalu  teliti dan cermat dalam segala hal




41.
Al Jaliil
Saya ingin memiliki pribadi yang luhur




42.
Al Kariim
Saya ingin selalu  dermawan




43
Ar Roqiib
Saya ingin selalu  mengawasi dan memantau




44.
Al Mujiib
Saya ingin selalu  memperhatikan keinginan orang lain




45.
Al Waasi’
Saya ingin memiliki wawasan yang luas




46.
Al Hakiim
Saya ingin selalu  bersikap bijaksana (sifat)




47.
Al Waduud
Saya ingin selalu  simpatik dan penyiram kesejukan




48.
Al Majiid
Saya ingin selalu  bersifat bajik kepada orang lain




49.
Al Baa’its
Saya ingin selalu  membangkitkan motivasi orang lain




50.
Asy Syahiid
Saya ingin menyaksikan sendiri segala sesuatu




51.
Al Haqq
Saya ingin selalu  membela yang benar




52.
Al Wakiil
Saya ingin bisa dipercaya apabila memiliki amanat




53.
Al Qowiyy
Saya ingin memiliki kekuatan dan semangat yang tinggi




54.
Al Matiin
Saya ingin selalu  bersikap teguh hati




55.
Al Waliyy
Saya ingin selalu  melindungi




56.
Al Hamiid
Saya ingin selalu  bersikap terpuji




57.
Al Muhshiy
Saya ingin selalu  memperhatikan semua faktor dan semua sektor




58.
Al Mubdi’
Saya ingin selalu  memulai terlebih dahulu dalam berkreasi (berinisiatif)




59.
Al Muiid
Saya ingin mengembalikan sesuatu ke posisi semula demi keadilan




60.
Al Muhyi
Saya ingin selalu  menghidupkan semangat orang lain




61.
Al Mumiit
Saya ingin mematikan pikiran jahat orang lain




62.
Al Hayy
Saya ingin sering memberikan “kehidupan” kepada orang lain




63.
Al Qoyyuum
Saya ingin selalu  bersikap tegar dan mandiri




64.
Al Waajid
Saya ingin melakukan sesuatu yang baru (inovasi)




65.
Al Maajid
Saya ingin bersifat mulia




66.
Al Wahiid
Saya ingin menjadi orang no. 1 di lingkungan saya




67.
Al Ahad
Saya ingin selalu  menyatukan berbagai hal




68.
Ash Shomad
Saya ingin selalu  dibutuhkan orang lain




69.
Al Qadir
Saya ingin memiliki kemampuan memadai




70.
Al Muqtadir
Saya ingin selalu  membina orang lain agar memiliki kemampuan




71.
Al Muqoddim
Saya ingin mendahulukan sesuatu demi kebenaran




72.
Al Mu’akhkhir
Saya ingin mengakhiri dan menghentikan sesuatu demi keadilan




73.
Al Awwal
Saya ingin selalu  menjadi orang pertama (inventer)




74.
Al Aakhir
Saya ingin selalu  menjadi orang terakhir (penutup) yang menentukan




75.
Adh Dhoohir
Saya ingin memiliki integritas nyata




76.
Al Baathin
Saya ingin selalu  memperhatikan kondisi batiniyah diri sendiri dan orang lain




77.
Al Waliyy
Saya ingin mendidik dan memberikan perlindungan kepada orang lain




78.
Al Muta’aal
Saya ingin memiliki ketinggian pribadi




79.
Al Barr
Saya ingin selalu  jauh dari keburukan




80.
At Tawwaab
Saya ingin selalu  mau menerima kesalahan orang lain




81.
Al Muntaqim
Saya ingin memperingatkan orang yang salah/keliru demi menjaga kebaikan




82.
Al ‘Afuww
Saya ingin bersifat pemaaf




83.
Ar Ro’uuf
Saya ingin bersifat pengasih kepada yang menderita




84.
Maalikul Mulk
Saya ingin selalu berhasil




85.
Dzul Jalaali wal Ikroom
Saya ingin selalu  agung, mulia dan terhormat




86.
Al Muqsith
Saya ingin adil dalam menghukum




87.
Al Jaami’
Saya ingin selalu  berkolaborasi dan bersatu




88.
Al Ghoniyy
Saya ingin kaya lahir dan batin




89.
Al Mughniy
Saya ingin memajukan orang lain




90.
Al Maani’
Saya ingin selalu  mencegah sesuatu yang buruk




91.
Adh Dhaarr
Saya ingin menghukum demi keadilan




92.
An Naafi’
Saya ingin memberi manfaat kepada orang lain




93.
An Nuur
Saya ingin selalu  berilmu dan mulia




94.
Al Haadii
Saya ingin selalu  menjadi orang yang suka membimbing




95.
Al Badi’
Saya ingin selalu  tampak indah dan menciptakan keindahan




96.
Al Baaqi
Saya ingin memiliki segala sesuatu secara jangka panjang (memelihara)




97.
Al Waarits
Saya ingin mewarisi dan mendelegasikan




98.
Ar Rosyiid
Saya ingin selalu  pandai dan cerdas




99.
Ash Shobuur
Saya ingin menjadi penyabar dan tidak tergesa-gesa




TOTAL
+
+
+
=

2. BAROMETER APLIKASI DAN REALITAS
    Berdasarkan Pemahaman Asmaul Husna

No.
Acuan
Dorongan Suara Hati
Kenyataan
Selalu
Sering
Jarang
Tidak
pernah
3
2
1
0
1.
Ar Rohmaan
Saya bersikap mengasihi (bersifat umum)




2.
Ar Rohiim
Saya bersikap selalu menyayangi (bersifat khusus)




3.
Al Maalik
Saya mampu menguasai diri




4.
Al Qudduus
Saya suci dalam berpikir dan bertindak




5.
As Salaam
Saya hidup sejahtera




6.
Al Mu’min
Saya selalu dipercaya




7.
Al Muhaimin
Saya selalu mampu mengawasi dan memelihara




8.
Al ‘Aziiz
Saya terhormat




9.
Al Jabbaar
Saya selalu perkasa dan memiliki keperkasaan




10.
Al Mutakabbir
Saya memiliki kebesaran




11.
Al Khooliq
Saya selalu mencipta/berkreasi




12.
Al Baari’
Saya merencanakan masa depan saya




13.
Al Mushowwir
Saya selalu mendisain (bersifat khusus)




14.
Al Ghoffaar
Saya selalu mengampuni orang lain




15.
Al Qohhaar
Saya memiliki kekuatan untuk menopang kebaikan




16.
Al Wahhaab
Saya selalu memberi (sifatnya umum)




17.
Ar Rozzaaq
Saya selalu berbagi rezeki




18.
Al Fattaah
Saya selalu membuka hati orang lain




19.
Al ‘Aliim
Saya selalu belajar dan berilmu




20.
Al Qoobidl
Saya selalu mengendalikan




21.
Al Baasith
Saya selalu  melapangkan jalan orang lain




22.
Al Khoofidl
Saya merendahkan orang yang dzalim demi keadilan




23.
Ar Roofi’
Saya selalu  meninggikan orang lain demi keadilan




24.
Al Muizz
Saya selalu  dihormati




25.
Al Mudzill
Saya mencegah dan merendahkan orang-orang yang jahat demi keadilan




26.
As Saami’
Saya selalu  mendengarkan dan memahami orang lain (empati)




27.
Al Bashiir
Saya selalu  melihat dan memperhatikan orang lain




28.
Al Hakam
Saya mengendalikan dan melakukan kontrol




29.
Al ‘Adl
Saya selalu  bersikap adil




30.
Al Lathiif
Saya selalu  bersikap halus kepada orang lain dan merasakan perasaan orang lain




31.
Al Khobiir
Saya selalu  berhati-hati




32.
Al Haliim
Saya selalu  penyantun dan lembut




33.
Al ‘Adhiim
Saya bersifat agung




34.
Al Ghofuur
Saya selalu pema’af (watak)




35.
Asy Syakuur
Saya selalu  berterimakasih kepada orang lain




36.
Al ‘Aliyy
Saya menjadi yang tertinggi (sifat)




37.
Al Kabiir
Saya memiliki kebesaran




38.
Al Hafiidh
Saya selalu  menjaga dan memelihara




39.
Al Muqiit
Saya memperhatikan dan merasakan pengaduan orang lain




40.
Al Hasiib
Saya selalu  teliti




41.
Al Jaliil
Saya memiliki pribadi yang luhur




42.
Al Kariim
Saya selalu  dermawan




43
Ar Roqiib
Saya selalu  mengawasi




44.
Al Mujiib
Saya selalu  memperhatikan keinginan orang lain




45.
Al Waasi’
Saya memiliki wawasan yang luas




46.
Al Hakiim
Saya bijaksana (sifat)




47.
Al Waduud
Saya simpatik




48.
Al Majiid
Saya selalu  bersifat bajik kepada orang lain




49.
Al Baa’its
Saya selalu  membangkitkan motivasi orang lain




50.
Asy Syahiid
Saya selalu menyaksikan sendiri




51.
Al Haqq
Saya selalu  membela yang benar




52.
Al Wakiil
Saya bisa dipercaya




53.
Al Qowiyy
Saya memiliki kekuatan dan semangat tinggi




54.
Al Matiin
Saya teguh dan kokoh




55.
Al Waliyy
Saya selalu  melindungi




56.
Al Hamiid
Saya selalu  bersikap terpuji




57.
Al Muhshiy
Saya selalu  memperhatikan semua faktor dan sektor




58.
Al Mubdi’
Saya selalu  memulai terlebih dahulu dalam berkreasi (berinisiatif)




59.
Al Muiid
Saya mengembalikan sesuatu ke posisi semula demi keadilan




60.
Al Muhyi
Saya selalu  menghidupkan semangat orang lain




61.
Al Mumiit
Saya mematikan suatu pikiran jahat orang lain




62.
Al Hayy
Saya sering memberikan “kehidupan” kepada orang lain




63.
Al Qoyyuum
Saya bersikap mandiri




64.
Al Waajid
Saya melakukan sesuatu yang baru (inovasi)




65.
Al Maajid
Saya bersifat mulia




66.
Al Wahiid
Saya menjadi orang no. 1 di lingkungan saya




67.
Al Ahad
Saya selalu  menyatukan berbagai hal dalam satu kesatuan




68.
Ash Shomad
Saya selalu  dibutuhkan orang lain




69.
Al Qadir
Saya memiliki kemampuan memadai




70.
Al Muqtadir
Saya selalu  membina orang lain agar memiliki kemampuan




71.
Al Muqoddim
Saya mendahulukan sesuatu demi keadilan




72.
Al Mu’akhkhir
Saya mengakhiri dan menghentikan sesuatu demi keadilan




73.
Al Awwal
Saya bersikap selalu  menjadi orang pertama (inventer)




74.
Al Aakhir
Saya bersikap selalu  menjadi orang terakhir (penutup)




75.
Adh Dhoohir
Saya memiliki integritas dan jujur




76.
Al Baathin
Saya selalu  memperhatikan kondisi batiniyah diri sendiri dan orang lain




77.
Al Waliyy
Saya bersikap mendidik orang lain




78.
Al Muta’aal
Saya memiliki ketinggian pribadi




79.
Al Barr
Saya selalu  jauh dari keburukan




80.
At Tawwaab
Saya selalu  mau menerima kesalahan orang lain




81.
Al Muntaqim
Saya bersikap mengancam/memperingatkan orang yang dzalim demi menjaga kebaikan




82.
Al ‘Afuww
Saya pemaaf




83.
Ar Ro’uuf
Saya pengasih kepada yang menderita




84.
Maalikul Mulk
Saya selalu berhasil di segala bidang




85.
Dzul Jalaali wal Ikroom
Saya bersikap terhormat




86.
Al Muqsith
Saya adil dalam menghukum




87.
Al Jaami’
Saya selalu  berkolaborasi dan bersatu




88.
Al Ghoniyy
Saya kaya lahir dan batin




89.
Al Mughniy
Saya memajukan orang lain




90.
Al Maani’
Saya selalu  mencegah sesuatu yang buruk




91.
Adh Dhaarr
Saya sering menghukum demi keadilan




92.
An Naafi’
Saya sering memberi penghargaan demi keadilan




93.
An Nuur
Saya selalu  berilmu dan mulia




94.
Al Haadii
Saya selalu  menjadi orang yang suka membimbing




95.
Al Badi’
Saya selalu indah, rapi dan bersih




96.
Al Baaqi
Saya selalu memelihara




97.
Al Waarits
Saya mewarisi dan mendelegasikan




98.
Ar Rosyiid
Saya pandai dan cerdas




99.
Ash Shobuur
Saya penyabar dan tidak tergesa-gesa




TOTAL
+
+
+
=

Pemahaman yang benar, bagaimana?
Acuannya adalah firman Allah SWT,
ﭳ ﭴ ﭵ ﭶ ﭷﭹ ﭺ ﭻ ﭼ ﭽﭿ ﮀ ﮁ ﮂ ﮃ
“Dan Allah memiliki Al-Asma Al-Husna (nama-nama yang baik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Al-Asma Al-Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalah artikan nama-nama-Nya, mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan,” (QS Al-A’raf [07]: 180).

Penjelasannya :
Syaikh Utsaimin di dalam kitabnya Al-Qaulul Mufid ‘ala Kitabit Tauhid jilid 2 hal. 313-316 beliau menjelaskan bahwa yang diperintahkan oleh Allah SWT atas umat-Nya mengenai Al-Asma Al-Husna ini adalah berdoa kepada-Nya dengan menggunakan nama-nama-Nya tersebut,“maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Al-Asma Al-Husna itu.”
Syaikh Utsaimin membagi doa kepada dua bagian.

  1. Doa permohonan
Yaitu kita berdoa kepada Allah SWT dengan menggunakan nama-Nya. Kita ingin mendapatkan ampunan, maka kita menyeru, ”Ya Ghaffar ampunilah dosa saya,” ”Ya Tawwab terimalah taubat saya.” Ingin mendapatkan rezeki, “Ya Razzaq berilah saya rezeki yang halal dan berkah.” Ingin dirahmati, “Ya Rahman, rahmatilah saya.” (Al-Qaulul Mufid ‘ala Kitabit Tauhid jilid 2 hal. 316)
Contoh doa do di dalam Al-Qur`an yang menggunakan Al-Asma Al-Husna.
Allah SWT berfirman,
ﭑ ﭒ ﭓ ﭔ ﭕ ﭖ ﭗﭘ ﭙ ﭚﭜ ﭝ ﭞ ﭟﭠ ﭡ ﭢ ﭣ ﭤ ﭥ ﭦ ﭧ ﭨ ﭩﭪ ﭫ ﭬ ﭭﭯ ﭰ ﭱ ﭲ
“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan fondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), “Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” “Ya Tuhan kami, jadikanlah kami orang yang berserah diri kepada-Mu, dan anak cucu kami (juga) umat yang berserah diri kepada-Mu dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara melakukan ibadah (haji) kami, dan terimalah tobat kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Penerima tobat, Maha Penyayang,” (QS Al-Baqarah [02]: 127-128).

Contoh doa dari Al-Hadits yang menggunakan Al-Asma Al-Husna.  
عَلِّمْنِيْ دُعَاءً أَدْعُوْ بِهِ فِيْ صَلَاتِيْ، قَالَ: قُلْ: اَللَّهُمَّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ ظُلْمًا كَثِيْرًا وَ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ فَاغْفِرْ لِيْ مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَ ارْحَمْنِيْ إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ. متفق عليه.
“Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepada saya sebuah doa yang akan saya baca di shalat saya. Abu Bakar RA berkata : Rasulullah Saw bersabda, katakanlah, “Wahai Allah, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri dengan kezaliman yang banyak, dan tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa zalimku ini kecuali Engkau, oleh karena itu, ampunilah aku dengan sebuah ampunan dari-Mu dan sayangilah aku, sesungguhnya Engkau lah Dzat yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (Muttafaq Alaih).[4]

  1. Doa ibadah.
Allah SWT berfirman,
ﭝ ﭞ ﭟ ﭠ ﭡﭣ ﭤ ﭥ ﭦ ﭧﭨ ﭩ ﭪ ﭫ
“Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS Ghafir [40]: 60).
Maksud dari kalimat, “Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina,” yaitu
مَنْ لَمْ يَدْعُ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ غَضِبَ عَلَيْهِ.
“Barangsiapa yang tidak mau berdoa kepada Allah Azza wa Jalla, maka Dia akan marah kepadanya.” (Tafsir Ibnu Katsir, jilid 4 hal. 76). Inilah alasannya Syaikh Utsaimin menyebut doa itu ibadah seperti yang juga disabdakan oleh Rasulullah Saw,
إِنَّ الدُّعَاءَ هُوَ الْعِبَادَةُ.
“Sesungguhnya berdoa itu adalah ibadah.” (HR Imam yang Empat dan dishahihkan oleh Imam At-Tirmidzi dari An-Un’man bin Basyir RA).
Kata Syaikh Utsaimin, “Jika engkau tahu Allah SWT itu Arrazzaq, maka janganlah engkau pesimis atas rizki dari Allah SWT. Jika engkau tahu Allah SWT itu maha pengampun dosa, maka janganlah engkau pesimis atas ampunan dari Allah SWT, dll.” (Al-Qaulul Mufid ‘ala Kitabit Tauhid jilid 2 hal. 315-316).
Wallahu A’lam bish Shawab.




[1] Lulusan dari LIPIA Jakarta tahun 2007. Aktifitas sehari-hari sebagai peneliti di LPPI Jakarta juga praktisi Thib Nabawi; ahli bekam dan ruqyah syar’iyyah sejak 2005 M; www.infobekam.blogspot.com  HP 0856 9102 6248.
[2] Dari sahabat Abu Hurairah, Bulughul Maram, Kitabul Aiman wan Nudzur, hadits no. 1409, hal. 409, cetakan ke-4 1429/2008, Darus Salam Cairo, www.dar-alsalam.com e-mail : info@dar-alsalam.com. Sesungguhnya Al-Asma Al-Husna ini tidak terbatas hanya 99 nama, tapi ada nama-nama Allah SWT yang disembunyikan oleh Allah SWT di dalam ilmu gaib-Nya. Rasulullah Saw bersabda,
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ، وَذَهَابَ هَمِّيْ.
“Wahai Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu (Adam) dan anak hamba perempuan-Mu (Hawwa), ubun-ubunku berada di tangan-Mu, keputusan-Mu berlaku padaku, qadha-Mu kepadaku adalah adil. Aku memohon kepada-Mu dengan setiap nama yang layak untuk-Mu, yang telah Engkau namai diri-Mu dengan nama tersebut, atau telah Engkau turunkan di dalam kitab-Mu, atau telah Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluk-Mu atau yang telah Engkau sembunyikan di dalam ilmu gaib di sisi-Mu, jadikanlah oleh-Mu Al-Quran ini sebagai penentram hatiku, cahaya dadaku, pelipur kesedihan dan penghilang kegundahanku.” (HR Ahmad 1/391. Hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani).
[3] Tapi sayang, hadits ini dicap palsu oleh Al-Imam Al-Qadhi Ali bin Ali bin Muhammad bin Abil Izz ad-Dimasyqi di dalam kitabnya, Syarhul Aqidah at-Thohawiyyah jilid 1 hal. 88, cetakan ke-3, tahun 1421H/2000M, Muassasah Ar-Risalah Beirut Libanon, www.resalah.com e-mail : resalah@resalah.com  
[4] Dari Abu Bakar RA. Bulughul Maram, Kitabush Shalat, Bab Shifatush Shalat, hadits no. 340 hal. 94, cetakan ke-4 1429/2008, Darus Salam Cairo, www.dar-alsalam.com e-mail : info@dar-alsalam.com

Wallaahu A'lam.
Saya hanya menulis apa yang saya fahami dari beberapa sumber. Jika salah, saya mohon maaf.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar