Kamis, 07 September 2017

HUKUM BARANG TEMUAN

LUQATHAH (BARANG TEMUAN)
Oleh
Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi
Definisi Luqathah

Al-Luqathah yaitu setiap harta yang terjaga yang dimungkinkan hilang dan tidak dikenali siapa pemiliknya. Dan lebih sering dipakai untuk selain hewan, adapun untuk hewan maka dikatakan dhaalah. Kewajiban Orang Yang Menemukan Barang (Multaqith)
Barangsiapa menemukan barang, maka wajib baginya untuk mengetahui jenis dan jumlahnya, kemudian mempersaksikan kepada orang yang adil, kemudian ia menyimpannya dan diumumkan selama setahun. Apabila pemiliknya memberitahukannya sesuai ciri-cirinya, maka ia wajib memberikan kepada orang tersebut walaupun setelah lewat satu tahun, jika tidak (ada yang mengakuinya), maka ia boleh memanfaatkannya.

Diriwayatkan dari Suwaid bin Ghaflah, ia berkata, “Aku bertemu dengan Ubaiy bin Ka’ab, ia berkata, ‘Aku menemukan sebuah kantung yang berisi seratus dinar, lalu aku mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu beliau bersabda, ‘Umumkan dalam setahun.’ Aku pun mengumumkannya selama satu tahun, dan aku tidak menemukan orang yang mengenalinya. Kemudian aku mendatangi beliau lagi, dan bersabda, ‘Umumkan selama satu tahun.’ Lalu aku mengumumkannya dan tidak menemukan (orang yang mengenalnya). Aku mendatangi beliau untuk yang ketiga kali, dan beliau bersabda:
احْفَظْ وِعَاءَهَا، وعَدَدَهَا، وَوِكَاءَهَا، فَإِنْ جَاءَ صَاحِبُهَا وَإِلاَّ فَاسْتَمْتِعْ بِهَا.
“Jagalah tempatnya, jumlahnya dan tali pengikatnya, kalau pemiliknya datang (maka berikanlah) kalau tidak, maka manfaatkanlah.”

Selasa, 15 Agustus 2017

Ghadir Khum

TELAAH ATAS TULISAN :
HADITS GHADIR KHUM DHAIF?[1]
Oleh Dudung Ramdani, Lc

Hadits yang membahas tentang kejadian di Ghadir Khum memang sangat banyak jumlahnya, sehingga Imam Al-Albani harus meneliti jalur-jalur sanad hadits-hadits tersebut. Di dalam kitabnya, Silsilatul Ahadits Ash-Shahihah jilid 4 hal. 343 Imam Al-Albani mengatakan bahwa Al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan jika sanad-sanad hadits Ghadir Khum ada yang shahih dan ada pula yang hasan.
Imam Al-Albani mengutip perkataan Al-Hafizh Ibnu Hajar, dia berkata,
وَ قَدْ ذَكَرْتُ وَ خَرَّجْتُ مَا تَيَسَّرَ لِيْ مِنْهَا مِمَّا يَقْطَعُ الْوَاقِفُ عَلَيْهَا بَعْدَ تَحْقِيْقِ الْكَلَامِ عَلَى أَسَانِيْدِهَا بِصِحَّةِ الْحَدِيْثِ يَقِيْنًا، وَ إِلَّا فَهِيَ كَثِيْرَةٌ جِدًّا، وَ قَدِ اسْتَوْعَبَهَا ابْنُ عُقْدَةَ فِيْ كِتَابِ مُفْرِدٍ، قَالَ الْحَافِظُ ابْنُ حَجَرَ : مِنْهَا صِحَّاحٌ وَ مِنْهَا حَسَّانٌ.
“Telah aku sebutkan dan telah aku takhrij apa yang aku pandang mudah bagiku dari hadits-hadits tersebut supaya bisa meyakinkan seseorang yang menekuni hadits-hadits tersebut setelah ucapan-ucapan atas hadits-hadits tersebut diteliti dan dikoreksi sanad-sanadnya dengan memilih hadits-hadits shahih secara yakin, karena jika tidak, hadits-hadits tersebut sangat banyak jumlahnya. Juga Ibnu ‘Uqdah telah mengumpulkan hadits-hadits ini di dalam kitabnya tersendiri, dan telah berkata Al-Hafizh Ibnu Hajar, ‘Sebagian hadits-hadits tersebut ada yang berderajat shahih dan sebagiannya lagi berderajat hasan.’ ” (Silsilatul Ahadits Ash-Shahihah jilid 4 hal. 343).
Hadits Ghadir Khum tidak bisa dijadikan pijakan untuk menjadikan Ali RA sebagai khalifah setelah Rasulullah Saw wafat dilihat dari beberapa alasan :

Rabu, 10 Agustus 2016

Kupas Tuntas Al-Asma Al-Husna

KUPAS TUNTAS AL-ASMA AL-HUSNA
Mengamalkan Al-Asma Al-Husna sesuai Syariat
oleh Dudung Ramdani, Lc[1]

Di Indonesia, masyarakat muslimnya sudah tahu dan mengenal yang namanya Al-Asma Al-Husna, sampai-sampai dicantumkan di dalam cover Al-Qur`an cetakan Indonesia, seperti yang diterbitkan oleh CV Diponegoro Bandung atau CV Toha Putera Semarang dll. Akan tetapi, masyarakat Indonesia di dalam mengamalkan Al-Asma Al-Husna ini terbagi kepada empat kelompok :
  1. Menghafalkannya.
  2. Mewiridkannya.
  3. Menjadikan Al-Asma Al-Husna sebagai pajangan.
  4. Menjadikannya sebagai acuan dalam berakhlak. 

Dalil kelompok pertama :
Hadits yang berbunyi,
إِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَ تِسْعِيْنَ اسْمًا مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ. متفق عليه
 ”Sesungguhnya Allah mempunyai 99 nama yang indah, barangsiapa mampu menghafalnya, maka dia akan masuk surga.” (Muttafaq Alaih)[2]
Dalil kelompok kedua :
Mewiridkannya sebanyak mungkin.
ﯺ ﯻ ﯼ ﯽ ﯾ ﯿ ﰀ ﰁ
“Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya,” (QS Al-Ahzab [33]: 41).
Ada orang Islam yang mewiridkan Ya Rohmaan 1000 kali, Ya Rozzaaq 10.000 kali dalam beberapa bulan dan seterusnya.

Dalil kelompok ketiga :
Mungkin hanya sebatas seni kaligrafi.

Dalil kelompok keempat :
Hadits yang berbunyi,
تَخَلَّقُوْا بِأَخْلَاقِ اللهِ.
“Berakhlak kalian dengan akhlak Allah.”[3]
Kelompok keempat ini menjadikan Al-Asma Al-Husna sebagai acuan dalam berakhlak. Mereka menjadikan Allah SWT sebagai teladan. ”Atas nama Allah artinya adalah berupaya mencontoh dan meneladani segala sifat-sifat Allah.” (Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual, ESQ, hal. 132). Padahal Allah SWT telah berfirman bahwa teladan umat Islam adalah Rasulullah Saw dan bukan Allah SWT.
Allah SWT berfirman,
ﯯ ﯰﯱ ﯲ ﯳ ﯴ ﯵ ﯶ ﯷ ﯸ ﯹ ﯺ ﯻ ﯼ ﯽ ﯾ  ﯿ ﰀ
”Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah,” (QS Al-Ahzab [33]: 21).

Mari kita lihat buku ESQ, karangan Bapak DR.H.C. A. Ginanjar hal. 292-299 Penerbit Arga Jakarta, 2001 cetakan ke-4, September 2001.

Pilihlah Pemimpin yang Berpegang Pada Quran dan Sunnah


Senin, 25 Juli 2016

F-16 Pemberontak Sempat Bidik Pesawat Erdogan

Ankara - Ketika Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bergegas ke Istanbul untuk memadamkan upaya kudeta, pilot pemberontak yang membawa dua pesawat tempur F-16 membidik pesawat kepresidenan, menurut media yang berbasis di Abu Dhabi, The National, Minggu (17/7).


Erdogan sedang menikmati liburan di kawasan wisata pantai Marmaris ketika kelompok sempalan militer melakukan upaya kudeta Jumat malam lalu dengan memblokir jembatan di sungai Bosphorus, berusaha menguasai bandara internasional di Istanbul, dan mengirim armada tank ke gedung parlemen di Ankara.
“Sedikitnya dua F-16 mengganggu pesawat Erdogan ketika berada di udara menuju Istanbul. Mereka mengunci radar pada pesawatnya dan pada dua pesawat F-16 lain yang mengawal dia," kata seorang pensiunan perwira militer yang tidak disebutkan namanya.
“Mengapa mereka tidak menembak, itu sebuah misteri."
Angkatan Udara Turki memiliki lebih dari 200 pesawat tempur canggih F-16, terbesar kedua setelah Amerika Serikat.