Rabu, 10 Agustus 2016

Kupas Tuntas Al-Asma Al-Husna

KUPAS TUNTAS AL-ASMA AL-HUSNA
Mengamalkan Al-Asma Al-Husna sesuai Syariat
oleh Dudung Ramdani, Lc[1]

Di Indonesia, masyarakat muslimnya sudah tahu dan mengenal yang namanya Al-Asma Al-Husna, sampai-sampai dicantumkan di dalam cover Al-Qur`an cetakan Indonesia, seperti yang diterbitkan oleh CV Diponegoro Bandung atau CV Toha Putera Semarang dll. Akan tetapi, masyarakat Indonesia di dalam mengamalkan Al-Asma Al-Husna ini terbagi kepada empat kelompok :
  1. Menghafalkannya.
  2. Mewiridkannya.
  3. Menjadikan Al-Asma Al-Husna sebagai pajangan.
  4. Menjadikannya sebagai acuan dalam berakhlak. 

Dalil kelompok pertama :
Hadits yang berbunyi,
إِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَ تِسْعِيْنَ اسْمًا مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ. متفق عليه
 ”Sesungguhnya Allah mempunyai 99 nama yang indah, barangsiapa mampu menghafalnya, maka dia akan masuk surga.” (Muttafaq Alaih)[2]
Dalil kelompok kedua :
Mewiridkannya sebanyak mungkin.
ﯺ ﯻ ﯼ ﯽ ﯾ ﯿ ﰀ ﰁ
“Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya,” (QS Al-Ahzab [33]: 41).
Ada orang Islam yang mewiridkan Ya Rohmaan 1000 kali, Ya Rozzaaq 10.000 kali dalam beberapa bulan dan seterusnya.

Dalil kelompok ketiga :
Mungkin hanya sebatas seni kaligrafi.

Dalil kelompok keempat :
Hadits yang berbunyi,
تَخَلَّقُوْا بِأَخْلَاقِ اللهِ.
“Berakhlak kalian dengan akhlak Allah.”[3]
Kelompok keempat ini menjadikan Al-Asma Al-Husna sebagai acuan dalam berakhlak. Mereka menjadikan Allah SWT sebagai teladan. ”Atas nama Allah artinya adalah berupaya mencontoh dan meneladani segala sifat-sifat Allah.” (Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual, ESQ, hal. 132). Padahal Allah SWT telah berfirman bahwa teladan umat Islam adalah Rasulullah Saw dan bukan Allah SWT.
Allah SWT berfirman,
ﯯ ﯰﯱ ﯲ ﯳ ﯴ ﯵ ﯶ ﯷ ﯸ ﯹ ﯺ ﯻ ﯼ ﯽ ﯾ  ﯿ ﰀ
”Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah,” (QS Al-Ahzab [33]: 21).

Mari kita lihat buku ESQ, karangan Bapak DR.H.C. A. Ginanjar hal. 292-299 Penerbit Arga Jakarta, 2001 cetakan ke-4, September 2001.

Kupas Tuntas Al-Asma Al-Husna

KUPAS TUNTAS AL-ASMA AL-HUSNA
Mengamalkan Al-Asma Al-Husna sesuai Syariat
oleh Dudung Ramdani, Lc[1]

Di Indonesia, masyarakat muslimnya sudah tahu dan mengenal yang namanya Al-Asma Al-Husna, sampai-sampai dicantumkan di dalam cover Al-Qur`an cetakan Indonesia, seperti yang diterbitkan oleh CV Diponegoro Bandung atau CV Toha Putera Semarang dll. Akan tetapi, masyarakat Indonesia di dalam mengamalkan Al-Asma Al-Husna ini terbagi kepada empat kelompok :
  1. Menghafalkannya.
  2. Mewiridkannya.
  3. Menjadikan Al-Asma Al-Husna sebagai pajangan.
  4. Menjadikannya sebagai acuan dalam berakhlak. (ESQ)

Dalil kelompok pertama :
Hadits yang berbunyi,
إِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَ تِسْعِيْنَ اسْمًا مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ. متفق عليه
 ”Sesungguhnya Allah mempunyai 99 nama yang indah, barangsiapa mampu menghafalnya, maka dia akan masuk surga.” (Muttafaq Alaih)[2]
Dalil kelompok kedua :
Mewiridkannya sebanyak mungkin.
ﯺ ﯻ ﯼ ﯽ ﯾ ﯿ ﰀ ﰁ
“Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya,” (QS Al-Ahzab [33]: 41).
Ada orang Islam yang mewiridkan Ya Rohmaan 1000 kali, Ya Rozzaaq 10.000 kali dalam beberapa bulan dan seterusnya.

Dalil kelompok ketiga :
Mungkin hanya sebatas seni kaligrafi.

Dalil kelompok keempat :
Hadits yang berbunyi,
تَخَلَّقُوْا بِأَخْلَاقِ اللهِ.
“Berakhlak kalian dengan akhlak Allah.”[3]
Kelompok keempat ini menjadikan Al-Asma Al-Husna sebagai acuan dalam berakhlak. Mereka menjadikan Allah SWT sebagai teladan. ”Atas nama Allah artinya adalah berupaya mencontoh dan meneladani segala sifat-sifat Allah.” (ESQ, hal. 132). Padahal Allah SWT telah berfirman bahwa teladan umat Islam adalah Rasulullah Saw dan bukan Allah SWT.
Allah SWT berfirman,
ﯯ ﯰﯱ ﯲ ﯳ ﯴ ﯵ ﯶ ﯷ ﯸ ﯹ ﯺ ﯻ ﯼ ﯽ ﯾ  ﯿ ﰀ
”Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah,” (QS Al-Ahzab [33]: 21).

Mari kita lihat buku ESQ, karangan Ary Ginanjar Agustian, hal. 292-299 Penerbit Arga Jakarta, 2001 cetakan ke-4, September 2001.

Pilihlah Pemimpin yang Berpegang Pada Quran dan Sunnah


Senin, 25 Juli 2016

F-16 Pemberontak Sempat Bidik Pesawat Erdogan

Ankara - Ketika Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bergegas ke Istanbul untuk memadamkan upaya kudeta, pilot pemberontak yang membawa dua pesawat tempur F-16 membidik pesawat kepresidenan, menurut media yang berbasis di Abu Dhabi, The National, Minggu (17/7).


Erdogan sedang menikmati liburan di kawasan wisata pantai Marmaris ketika kelompok sempalan militer melakukan upaya kudeta Jumat malam lalu dengan memblokir jembatan di sungai Bosphorus, berusaha menguasai bandara internasional di Istanbul, dan mengirim armada tank ke gedung parlemen di Ankara.
“Sedikitnya dua F-16 mengganggu pesawat Erdogan ketika berada di udara menuju Istanbul. Mereka mengunci radar pada pesawatnya dan pada dua pesawat F-16 lain yang mengawal dia," kata seorang pensiunan perwira militer yang tidak disebutkan namanya.
“Mengapa mereka tidak menembak, itu sebuah misteri."
Angkatan Udara Turki memiliki lebih dari 200 pesawat tempur canggih F-16, terbesar kedua setelah Amerika Serikat.

Erdogan with Prof DR Ing. B.J. Habiebie


Lihat foto-foto yang mengabadikan Erdogan saat bertemu dengan BJ Habibie...





Ada yang beda. Saat Erdogan ketemu Habibie, mereka tampak sangat ceria, penuh keakraban, bahkan canda diantara mereka.



Hal ini seperti yang disampaikan Rasulullah SAW dalam haditsnya:

الْأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ

Ruh-ruh manusia bagaikan pasukan yang besar. Selagi ruh-ruh itu saling mengenal, maka mereka akan bersatu padu. [HR Muslim]

Sumber : http://yesmuslim.blogspot.com/2016/07/beda-aura-ketika-erdogan-bertemu.html#ixzz4FThYBkYA