Rabu, 29 Februari 2012

Masjid Ahmadiyah di Duren Sawit Disegel

Jakarta – Suku Dinas Sudin Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) Jakarta Timur, menyegel bangunan yang digunakan kegiatan ibadah oleh jamaah Ahmadiyah.

Sujud Orang Syiah di Atas Tanah Karbala

Sujud Aneh Orang Syi’ah pada Tanah Karbala

Ini salah satu kebiasaan orang Syi’ah di mana mereka melakukan perbuatan yang sangat aneh. Mereka dapati tanah di tanah Karbala’, lalu mereka kumpulkan dan ketika shalat tanah tersebut dijadikan sebagai tempat sujud. Tanah tersebut disebut at turbah al husainiyyah karena di Karbala mereka mengenang kematian Husain dengan melakukan perbuatan mencabik-cabik dan memotong-motong kulit mereka sendiri. Hal ini dilakukan pada hari Asyura (10 Muharram) saat ini. Perbuatan yang jelas melampaui batas dalam rangka mengenang kematian Husain dengan rasa penuh kesedihan. Mengenang seperti ini jelas termasuk perbuatan yang diharamkan dan dinilai bid’ah. Lalu bagaimana hukum sujud dengan tanah dari Karbala’?

Selasa, 28 Februari 2012

Kitab Syiah Memusuhi dan Melaknat Abu Bakar dkk

KITAB SYI'AH MELAKNAT DAN MENGAFIRKAN ABU BAKAR,
UMAR DAN 'AISYAH
Oleh: Badrul Tamam


Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb pencipta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada baginda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang diutus sebagai rahmat bagi semesta alam. emoga  salam dan shalawat juga dilimpahkan kepada keluarga dan para sahabatnya, serta siapapun yang mencintai mereka dengan sebenarnya.

Senin, 27 Februari 2012

A. Hassan Debat dengan Tokoh Ahmadiyah

A. Hassan Berdebat dengan Tokoh Ahmadiyah; Abubakar Ayyub

Tahun 1930-an, Tuan Hassan melakukan perdebatan dengan tokoh Ahmadiyah Indonesia ketika itu, Abubakar Ayyub. Sejak awal memang Persis menetang Ahmadiyah, sebab ajarannya menyeleweng dari ajaran Islam. Penyelewengannya yang terutama adalah pengakuannya terhadap Murza Gulam Ahmad sebagai nabi setelah Nabi Muhammad Saw, dan mengaku adanya kitab suci setelah Al-Quran, yaitu Tadzkirah yang diturunkan kepada Murza Gulam Ahmad. Inilah penyelewengan yang sangat fatal. Bila mengaku ada nabi lagi setelah Nabi Muhammad Saw dan ada kitab suci setelah Al-Quran, kelompok itu jelas keluar dari Islam, tidak termasuk golongan muslim.
Dalam buku “Riwayat Hidup A. Hassan”, H. Tamar Djaja menceritakan debat A. Hassan dengan tokoh Ahmadiyah itu. Dalam perdebatan itu, A. Hassan mengemukakan sebuah “hadis” yang dikutif dari kitab Murza, yang berbunyi: “Di hari Rasulullah Saw meninggal, bumi berteriak, katanya: “Ya Allah, apakah badanku ini akan Engkau kosongkan daripada diinjak oleh kaki-kaki nabi sampai hari kiamat?” Maka Allah berfirman kepada bumi itu: “Aku akan jadikan di atas badanmu manusia yang hatinya seperti nabi-nabi.”

Para Saksi Kematian MGA

PARA SAKSI KEMATIAN MIRZA GHULAM AHMAD

Mirza Ghulam Ahmad mati karena kolera pada 26 Mei 1908 atau 13 bulan 11 hari dari penandatanganan surat mubahalahnya dengan Syaikh Abul Wafa tertanggal 15 April 1907. Siapakah orangnya yang menjadi saksi kematian Mirza Ghulam Ahmad itu?

Peristiwa Karbala di Mata Sunni

Peristiwa Karbala Dalam Pandangan Ahlussunnah Wal Jama’ah
Oleh: Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat
28 Desember 2009

URGENSI SANAD
Syaikhul IslamIbnu Taimiyyah rahimahullah mengatakan dalam kitab Aqidah al-Wasithiyyah : “Ahlussunnah menahan lidah dari permasalahan atau pertikaian yang terjadi diantara para Sahabat Radhiyallahu ‘anhum. Dan mereka juga mengatakan: “Sesungguhnya riwayat-riwayat yang dibawakan dan sampai kepada kita tentang keburukan-keburukan para Sahabat Radhiyallahu ‘anhum (pertikaian atau peperangan) ada yang dusta dan ada juga yang ditambah, dikurangi dan dirubah dari aslinya (serta ada pula yang shahih-pen). Riwayat yang shahih. menyatakan, bahwa para Sahabat Radhiyallahu ‘anhum ini ma’dzûrûn (orang-orang yang diberi udzur). Baik dikatakan karena mereka itu para mujtahid yang melakukan ijtihad dengan benar ataupun juga para mujtahid yang ijtihadnya keliru.”[1]

Preman Sebar Fatwa MUI Palsu tentang Syiah

PREMAN BAGIKAN SELEBARAN FATWA MUI PALSU
Oleh Ar-Risalah Institute

BEKASI– Di lokasi pengajian bertemakan “Membongkar Kekufuran Syi’ah”, preman bayaran menyebarkan brosur Fatwa MUI yang menyatakan Syi’ah sebagai mazhab Islam yang tidak sesat. Padahal fatwa MUI yang asli dan sah menyatakan ada lima kesesatan utama Syi’ah dalam hal akidah. Empat orang preman bayaran tertangkap basah menyebarkan fatwa MUI palsu kepada jamaah tabligh akbar “Membongkar Kekufuran Syi’ah” di Masjid Jami’ Amar Ma’ruf Bulak Kapal, Bekasi Timur, Ahad (22/5/2011).

ORANG-ORANG SYIAH MENCELA PARA SAHABAT DAN AL-QUR`AN

ORANG-ORANG SYIAH MENCELA PARA SAHABAT DAN AL-QUR`AN
Oleh Ar-Risalah Institute

Sebagaimana telah kita ketahui bahwa orang-orang Syiah berani mencela Al-Qur`an. Mereka mengatakan bahwa para sahabat telah merubah, menghilangkan banyak ayat dari Al-Qur`an yang berhubungan dengan Ahlu Bait dan musuh-musuh mereka.
Orang-orang Syiah juga berani mencela para sahabat senior seperti tiga orang khalifah rasyidin, dan selain mereka dari orang yang diberi kabar gembira jaminan masuk surga, para umul mukminin (istri-istri Rasulullah SAW), para sahabat yang terkenal, seperti Anas, Jabir, Abu Hurairah dan semisalnya. Mereka orang-orang Syiah tidak menerima hadits-hadits para sahabat tersebut, karena seluruh para sahabat itu telah dicap kafir oleh mereka (orang-orang Syiah). Mereka tidak mau mengamalkan hadits-hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim kecuali yang berasal dari Ahlu Bait.

Kamis, 23 Februari 2012

Syiah dan Mencela Para Sahabat

SYIAH: AJARAN MENCELA PARA SAHABAT
RASULULLAH SAW
Oleh Ar-Risalah Institute

SYIAH mempunyai ajaran yang unik. Yaitu ajaran mencela para sahabat. Para ulama sunni, misalnya Syaikh Yusuf Al-Qardhawi telah menyampaikan kepada orang-orang Syiah bahwa antara Sunni dan Syiah tidak mungkin akan bersatu!! Sebab ada jurang yang sangat menganga di antara keduanya. Khususnya mengenai penilaian terhadap para sahabat Rasulullah SAW. Terutama terhadap para sahabat yang masuk ke dalam kategori kalangan Muhajirin dan Anshar generasi pertama yang telah Allah SWT ridhai dan mereka pun ridha terhadap Allah SWT yang mana Allah SWT telah menyiapkan bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Hal ini telah dijelaskan di dalam Al-Qur`an, ”Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung,” (QS At-Taubah [09]: 100).

Rabu, 22 Februari 2012

Puasa Asyura dan Ahlu Sunnah

TUDUHAN SYIAH TERHADAP AHLU SUNNAH
Oleh Ar-Risalah Institute
Tuduhan : 
Orang-orang Syiah mengatakan bahwa Ahlu Sunnah yang berpuasa di hari Asyura yaitu tanggal 10 Muharram itu dikarenakan mereka bergembira dengan kematian Al-Husein di padang Karbala.


Masjid Ahmadiyah di Cianjur Dirusak Warga

Polres Cianjur Tetapkan Tersangka Perusakan Masjid Ahmadiyah
Penulis : Budi Kansil
Selasa, 21 Februari 2012 21:11 WIB    


CIANJUR--MICOM: Kepolisian Resort (Polres) Cianjur, Jawa Barat, menetapkan 20 warga Kampung Cisaat Desa Cipeuyeum Kecamatan Haurwangi,   Cianjur sebagai tersangka kasus perusakan masjid Nurhidayah milik jemaah Ahmadiyah, Jumat (17/2) lalu.

Selasa, 21 Februari 2012

70 Persen Penduduk Manislor Adalah Ahmadiyah


70 Persen Warga Manis Lor Jamaah Ahmadiyah
Jum'at, 30 Juli 2010

VIVAnews - Bentrokan antara jamaah Ahmadiyah dengan massa di Desa Manislor, Kuningan, diakui sering terjadi setiap tahun. Penduduk di desa setempat mayoritas anggota jamaah Ahmadiyah. "Hampir 70 persen penduduk di sini adalah anggota jamaah Ahmadiyah," kata Bupati Kuningan Aang Ahmad Suganda di lokasi kejadian, Desa Manis Lor, Kuningan, Jawa Barat, seperti dilaporkan wartawan tvOne Heru Sudinta, Jumat 30 Juli 2010. Aang juga mengakui bentrokan yang melibatkan jamaah Ahmadiyah dengan organisasi massa lainnya kerap terjadi setiap tahun. Bahkan pada 2004 juga sempat terjadi keributan. Hingga akhirnya pada 2004, Bupati mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) bersama Kejaksaan Negeri dan Kantor Kementerian Agama setempat. Kendati demikian, Aang membantah pihaknya lambat menangani bentrokan kali ini.

Ali dan Pengafiran

SYIAH MENGAFIRKAN AHLU SUNNAH
Oleh Ar-Risalah Institute

Antara Ahlu Sunnah dan Syiah memang tidak bisa dirukunkan. Hal ini dikarenakan masing-masing kelompok mengkafirkan kelompok yang lain. Terutama di dalam kitab-kitab Syiah, banyak sekali ajaran yang menyantumkan hal tersebut dengan sangat jelas. Bagaimana mungkin seorang Sunni mau menyentuhkan tangannya ke tangan seorang Syiah dan menganggapnya sebagai saudara, sedangkan dia berkeyakinan bahwa antara dia dengannya tidak ada hubungan apa-apa dan faktor yang menyatukannya pun hanya khayalan. Ada banyak faktor yang berbeda di antara Sunni dan Syiah.

Gerakan Syiah di Indonesia

GERAKAN SYIAH DI INDONESIA
Oleh Ar-Risalah Institute

Jaringan  Syiah internasional sekarang  ini terbagi dalam dua  wilayah.  Pertama, wilayah utama yaitu daerah bekas wilayah imperium Persia. Dalam wilayah utama, pengembangan Syiah dilakukan  dengan pendekatan  politik dan kultural. Wilayah kedua adalah  wilayah pinggiran dimana  areanya meliputi  negara-negara di luar wilayah imperium Persia. Dalam wilayah ini, pendekatan kultural lebih diutamakan. Dalam wilayah bekas Persia, terdapat lima maraji penting yaitu:

Syiah dan Kemaksuman 12 Imam

SYIAH DAN KEMAKSUMAN

Oleh Ar-Risalah Institute



 Ulil Amr Harus Maksum

Di dalam buku 40 Masalah Syiah hal. 92 dikatakan, ”Ishmah adalah keterpeliharaan dari dosa dan kesalahan. Dari segi makna, ishmah sama dengan ’adalah. Jika Ahlussunnah menerapkan ’ishmah kepada semua sahabat Nabi saw, Syiah hanya menetapkan ’ishmah kepada empat belas manusia suci –yakni Rasulullah saw, Fathimah, Ali, Al-Hasan, Al-Husayn dan sembilan orang Imam dari keturunan Al-Husayn. Mereka itu secara keseluruhan disebut Ahlulbait.”

Bolehkah Kita Bertaqiyyah?

TAQIYYAH
Oleh Ar-Risalah Institute

            Para ulama Syiah dan Sunni ingin sekali membuat kesepakatan di antara mereka bahwa Sunni dan Syiah adalah sama. Artinya mereka ingin melakukan taqrib (pendekatan antara dua faham). Akan tetapi, bagaimana mungkin bisa didekatkan antara kedua faham ini? Yang Sunni tidak mengenal adanya Taqiyyah, sedangkan yang Syiah mengamalkan Taqiyyah. 

Umar Pembunuh Fathimah?

TUDUHAN SYIAH TERHADAP KHALIFAH UMAR BIN KHOTHOB
Oleh Ar-Risalah Institute

Orang-orang Syiah telah menuduh bahwa Fathimah Az-Zahra RA meninggal dunia sebagai syahid karena dibunuh. Dan yang telah membunuhnya adalah Umar bin Khothob. Pada saat itu dalam keadaan marah, Umar mendatangi rumah Fathimah. Di dalam rumah Fathimah, Umar menyeret isteri Ali bin Abi Thalib tersebut ke pintu rumah (pintu rumah Fathimah). Ternyata di kayu pintu tersebut ada paku yang menonjol, sehingga punggung Fathimah pun tertusuk paku. 
Orang-orang Syiah sangat membenci Umar, karena Umar lah yang menjadi penyebab kematian Fathimah.

Senin, 20 Februari 2012

Syiah dan Hadits Palsu

”Aku adalah Kota Ilmu dan Ali Pintunya…”

Orang-orang Syiah mengatakan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, "Aku adalah kota ilmu dan Ali adalah pintunya. Barangsiapa yang ingin ilmu, hendaklah dia mendatangi melalui pintunya." Hadits ini kata mereka diriwayatkan oleh Al-Hakim di dalam Al-Mustadrak, As-Suyuthi di Al-Jami Ash-Shagir, dan imam-imam yang lainnya.

Minggu, 19 Februari 2012

Larangan Memegang Jabatan Politik dan Birokrasi

Larangan Memegang Jabatan Politik
dan Birokrasi

Ditutupnya peluang Ahli Sunnah untuk memangku jabatan politik maupun birokrasi adalah suatu kenyataan yang bisa dilihat dengan kasat mata. Oleh karena itu, telah menjadi keistimewaan Syi’ah untuk selalu mendapatkan prioritas di semua sektor; politik, birokrasi, sampai pendidikan. Untuk anggota DPR yang jumlahnya 270 orang misalnya, jumlah wakil Sunny tidak sampai 10 %. Adapun untuk pemerintahan, tidak ada satu kursipun untuk menteri dari Ahli Sunnah. Sementara itu, pemerintah Iran bersikeras menuntut seperempat dari parlemen Afghanistan dari kalangan Syi’ah, padahal perbandingannya, jumlah penduduk Syi’ah tidak lebih dari 10 % dari jumlah penduduk yang ada.

Penghancuran Masjid-Masjid dan Sekolah-Sekolah Agama

Penghancuran Masjid-Masjid
dan Sekolah-Sekolah Agama
Adalah suatu hal yang perlu diperhatikan tentang adanya 300 ribu orang Sunny di ibu kota Teheran yang tidak diperkenankan membangun masjid untuk shalat. Padahal, sejak zaman Syi’ah Iran, mereka telah membeli tanah dan memobilisasi dana untuk pembangunan masjid tersebut. Akan tetapi, ternyata penyitaan terhadap tanah untuk pembangunan masjid sekaligus dananya, rupanya merupakan hadiah pertama yang diberikan Khomaeni terhadap Ahli Sunnah setelah kemenangan revolusi Iran. Dan keadaan seperti ini terus berlanjut sampai sekarang. Bahkan, aksi Khomaeni tidak berhenti pada penyitaan tanah masjid Sunnah di Teheran serta dananya, lebih jauh lagi ia pun melakukan pembongkaran dan penghancuran terhadap masjid-masjid Sunny yang lain.

Menjauhkan Para Pemuda Sunny dari Realitas Kehidupan

Menjauhkan Para Pemuda Sunny

dari Realitas Kehidupan



Jika kita tambahkan upaya pemerintah Iran dalam mempersulit pemuda Sunnah untuk mendapatkan pekerjaan, seperti apa yang telah mereka lakukan selama ini dalam mempersulit para pemuda Sunny untuk mendapatkan pendidikan yang wajar dengan alasan-alasan di atas, kita tidak bisa bayangkan berapa banyak dari pemuda Sunnah yang tidak bisa melanjutkan pendidikan mereka di Universitas dan tidak bisa bekerja ataupun berdagang. Itu semua yang membuat kebanyakan dari mereka memilih berhijrah untuk mencari sesuap nasi atau bahkan menjadi pecandu obat terlarang yang akhirnya mengurangi potensi Sunnah untuk keluar dari realitas kesengsaraan ini.

Pembersihan Kepribadian dan Jati Diri Sunny

Ghazwul Fikri
serta
Pembersihan Kepribadian dan Jati Diri Sunny

Dalam hal ini, pemerintah – sejak permulaan revolusi – telah membentuk satu Departemen yang diberi nama Departemen Jihad dan Takmir. Departemen ini kegiatannya sama seperti Missionaris yang ada di tenga-tengah kaum Sunny, karena memang dalam segala sesuatunya, baik metode maupun fasilitasnya, meniru para missionaris. Sehingga mereka berhasil menyebarkan misinya sampai ke daerah-daerah pedalaman terpencil yang dihuni oleh kaum Sunny.
Selain itu, departemen ini telah menerbitkan sebuah majalah yang diberi nama dengan nama departemen tersebut, yang bertugas meliput berbagai kegiatan-kegiatan dan keberhasilan yang telah dicapai selama ini. Dan di antara berita yang sering dimuat adalah berita tentang masuknya lima atau sepuluh orang Sunny de dalam “Islam” (Syi’ah).


Orang Sunni di Iran Dilarang Mendapatkan Hak dalam Perekonomian dan Perindustrian

Larangan Mendapatkan Hak

dalam Perekonomian dan Perindustrian



Sebagaimana dalam urursan Angkatan Bersenjata, maka dalam urusan kekayaan industri dan ekonomi pun berada dalam “genggaman” Syi’ah. Yang kami maksudkan dengan “genggaman” Syi’ah di sini adalah mereka memberikan peluang yang sebesar-besarnya kepada masyarakat sipil Syi’ah untuk menjadikan semua kekayaan tersebut berada di tangan mereka, bukan di tangan para pejabat pemerintah Syi’ah.


Jumat, 17 Februari 2012

Mau Tahu CV Mirza Ghulam Ahmad?

CV MIRZA GHULAM AHMAD

Oleh Ar-Risalah Institute



Pendiri Ahmadiyah bernama lengkap Mirza Ghulam Ahmad bin Mirza Ghulam Murtadza bin ‘Atha Muhammad bin Gull Muhammad. Kata Mirza adalah nama keluarga atau fam. Dalam fam ini ada yang masuk Ahmadi-yah, tapi banyak juga yang menentang Ahmadiyah. Kata Ghulam berasal dari Bahasa Urdu yang artinya Hamba/Pembantu/Budak. Kata Ahmad diambil dari nama kedua bagi Nabi Muhammad SAW. Dan kata Qadiyani dipakai karena dia berasal dari kota Qadiyan yang terletak di Negara India. Jadi, arti dari nama Mirza Ghulam Ahmad adalah hambanya /pembantunya/budaknya Ahmad.  Nama bapaknya adalah Mirza Ghulam Murtadza, dan arti dari nama itu juga adalah hambanya/pembantunya/budaknya Ali al-Murtadza (Imam Ali ra.).  Dan nama kakak kandung Mirza Ghulam Ahmad adalah Ghulam Qadir yang memiliki arti, hambanya/pembantunya/budaknya Abdul Qadir Jaelani ra. Dengan demikian, istilah ‘pembantu mimpi jadi majikan’ cocok untuk Mirza Ghulam Ahmad Qadiyani.

Syiah dan Amerika

APAKAH AMERIKA AKAN MELINDUNGI

NEGARA-NEGARA TELUK DARI (ANCAMAN) IRAN?

Oleh Hamid Khalaf Al-’Umariy

(diterjemahkan dari teks Arab ke Indonesia oleh ust Dudung Ramdani, Lc)



Saya masih teringat dengan cerita lucu yang pernah saya dengar di masa kecil saya. Yaitu kisah tentang dua orang penjahat yang masuk ke sebuah restoran. Keduanya segera memesan makanan. Setelah menyantap makan siang di restoran tersebut, keduanya berbisik-bisik memikirkan cara untuk meloloskan diri dari tagihan restoran (tidak mau membayar). Salah seorang dari keduanya mendapatkan ide yang unik (nyeleneh). Tetapi temannya tidak setuju atas idenya ini. (Idenya ini) yaitu salah seorang dari kedua penjahat tersebut mencaci maki temannya. Temannya segera membalas caci makinya ini dengan cacian dan makian yang lebih buruk. Akhirnya, terjadilah perang mulut. Pada saat itu, tiba-tiba datanglah para pelayan restoran menenangkan suasana. Tetapi kedatangan para pelayan restoran ini tidak menghasilkan apa-apa. Hampir saja kedua orang pria tersebut saling bunuh. Para pelayan telah berusaha untuk melerai kedua orang pria yang sedang berseteru tersebut. Tetapi usaha mereka hanya menambah ricuh. Tiba-tiba, salah seorang dari kedua orang itu memukul temannya. Dia (yang dipukul) lari ke luar, dan diikuti oleh temannya dengan membawa sebotol saus sambil melontarkan kata-kata cacian dan makian. Akhirnya, mereka berdua bisa luput dari penglihatan orang-orang (keduanya kabur). Pada saat itu para pelayan restoran baru sadar, dan mereka hanya bisa saling pandang, terkesima melihat kejadian ini. Mereka sepakat bahwa mereka telah ditipu, karena kedua orang yang bertengkar tadi tidak membayar ditambah telah membawa kabur sebotol saus. 

Kamis, 16 Februari 2012

Amerika Tanyai SBY Soal Ahmadiyah

RAKYAT MERDEKA, Kamis, 24 Feb 2011

Datangi Istana Amrik Tanyai SBY Soal Ahmadiyah
KERUKUNAN beragama di Indonesia rupanya jadi perhatian besar politisi Amerika Serikat. Karena itu saat lima anggota DPR Amrik bertemu Presiden SBY di Istana, kemarin, salah satu topik yang dibahas adalah soal tragedi Ahmadiyah. Lima anggota DPR Amerika itu adalah David Dreier, David Price, Louise Caps, Sam Farr dan Jim McDermott. Mereka diterima Presiden SBY di Kantor Presiden pukul 10.00 WIB. Kelimanya kompak mengenakan setelan jas hitam dan dasi merah.

Lihatlah! Ahmadiyah ubah 839 ayat Al-Quran

HARIAN TERBIT, Kamis, 31 Maret 2011

Ahmadiyah ubah 839 ayat Al-Quran

JAKARTA - Menteri Agama Republik Indonesia, Suryadharma Ali mengatakan, secara substansi antara Ahmadiyah dengan Islam sangatlah berbeda. Di samping mengakui adanya nabi lain setelah Rasulullah SAW, mereka juga telah mengubah 839 ayat Al-Quran.

Ucapan Jujur Sayuti Aziz Ahmad

H. Sayuti Aziz Ahmad Kutipan dari INDO POS, hal. 17 tahun 2005.
Kehidupan Sehari-hari Tokoh Jemaat Ahmadiyah Indonesia (4-Habis)
”Jika Ada Permusuhan, Seolah-olah Jadi Teman Setianya”

"Untuk dapat menjalankan titah Nabi Mirza Ghulam Ahmad, umatnya harus memahami isi ”Kitab suci” Tazkiroh. Uniknya, umatnya justru banyak yang rajin membaca Alquranul karim."

JIKA kitab suci Alquran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad berbahasa Arab, tidak halnya dengan ”kitab suci” yang diwahyukan kepada Nabi Mirza Ghulam Ahmad a.s. ”Kitab suci”-nya Ahmadiyah ini menggunakan lima bahasa, yaitu Arab, Urdu, Parsi, Inggris, dan Punjabi. Hal inilah yang membuat umat Ahmadiyah ini sulit membaca dan memahami ”kitab suci” yang diberi nama Tazkiroh itu.

APA ITU BAHTERA NUH?

BAHTERA NUH
Oleh Ar-Risalah Institute
Untuk mengetahui kesesatan dan penyimpangan ajaran Ahmadiyah, maka diperlukan penelitian dan pengkajian terhadap literatur Ahmadiyah. Salah satunya yaitu buku yang berjudul, “Bahtera Nuh.”

Pembatasan Keturunan Sunni di Iran

Polecy Pembatasan Keturunan
dan Pembatasan Laju Pertumbuhan Penduduk Sunny 
di Iran

 Kita sekarang masih membicarakan masalah “pembersihan” dan pembunuhan terhadap Ahli Sunnah. Sesungguhnya ada satu bentuk “pembersihan” yang tidak boleh kita lupakan, yaitu perlakuan paksa pemerintah terhadap Ahli Sunnah dengan undang-undang yang mewajibkan kaum Sunny membatasi angka kelahiran (ber-KB) dan menahan laju pertumbuhan penduduk Sunny, juga menetapkan peraturan yang ketat dalam masalah tersebut. Kalau kita perhatikan secara seksama, kejahatan-kejahatan pemerintah tersebut dalam masalah ini tidak kurang madharat dan kejinya dari bentuk pembantaian lain.

Pembantaian Para Ulama dan Da’i Sunni di Iran

Pembantaian Para Ulama dan Da’i Sunni di Iran
oleh Ar-Risalah Institute 

Kita mulai kisah “pembersihan” ini dengan “penjagalan” dan pembantaian yang telah dilakukan oleh pemerintah Ayatullah Khomaini terhadap para ulama Sunny dan para da’inya, baik yang ada di dalam negeri Iran ataupun yang sedang berada di luar negeri. Hal itu dilakukan dengan cara menggantung atau membunuh para ulama Sunny yang mempunyai peran dalam dakwah Islam. Sebagian orang mungkin beranggapan bahwa dakwah mereka menyentuh politik dan rezim Iran, sehingga pemerintah mengambil tindakan seperti yang dilakukan sekarang ini (pembantaian). Padahal, yang dimaksud dakwah Islam tersebut dan yang sekarang dilakukan para ulama Sunny di Iran adalah hanya sebatas penjelasan tentang hubungan manusia dengan Tuhannya dan kewajiban-kewajibannya terhadap Allah SWT, tidak mengisyaratkan atau menyindir masalah politik pemerintahan. Akan tetapi, dakwah semacam inipun tidak melegakan dada para penguasa Teheran.

Kezaliman Syiah Iran terhadap Ahlu Sunnah

Kezhaliman Syi’ah Terhadap Ahlu Sunnah Di Iran


            Segala puji hanya bagi Allah, Pengurus semesta alam. Shalawat serta Salam semoga senantiasa tercurah kepada Penutup para Nabi, utusan Allah yang mulia, Muhammad SAW.
            Kaum Sunny (Ahlu Sunnah wal Jama’ah) di Iran menghadapi bermacam- macam penindasan serta pemusnahan dengan berbagai cara. Dan hal itu justru berlangsung sejak para Ayatullah menguasai pemerintahan sampai sekarang. Akan tetapi, jangan diartikan bahwa hal ini secara otomatis hanya dialami oleh kaum Sunny di Iran saja, anggapan seperti itu salah. Apalagi anggapan bahwa situasi itu akan berakhir dengan sendirinya setelah musnahnya Ahlu Sunnah di Iran; atau anggapan bahwa api peperangan hanya akan menyentuh orang-orang Sunny di Iran saja. Karena, jika dikaji sebab-sebab dan alasan terjadinya peperangan ini, kita akan mendapatkan suatu kesimpulan yang realistis – dan tidak semua orang bisa menerimanya – khususnya yang berkaitan dengan tujuan-tujuan mendasar dan merupakan sumber awal revolusi Iran itu sendiri. Dan yang paling santer didengungkan oleh para pemimpin Teheran yaitu mengexport revolusi ke negara lain. Hal ini secara explisit telah tercantum di dalam Undang-Undang Negara Iran, sebagaimana tertera dalam butir berikut ini:

RDPU Masalah Ahmadiyah yang Dihadiri oleh Tim Ar-Risalah Institute

Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU)
Tentang Penanganan Permasalahan Ahmadiyah 
di Kementerian Agama RI Badan Litbang dan Diklat
Jl. M.H. Thamrin No. 6 Jakarta
Pada hari Rabu, 23 Maret 2011 tepatnya di lt. 3 Gedung Kementrian Agama Jl. Thamrin No. 6 telah diadakan Rapat Dengar Pendapat Umum tentang Penanganan Permasalahan Ahmadiyah. RDPU tersebut yang dihadiri oleh Kemenko Polhukam, Deputi IV Kemenko Kesra, Kemenko Kesra, Sekjen & Dirjen Bimas Islam, Kabalitbang dan Diklat, Kapuslitbang I, Karo Hukum dan KLN, Kapus KUB, Dir Penais, Ka Pusat Pinmas, Ka Bid Pinmas, para peneliti,  Dirjen Kesbangpol Kemendagri, Dir KSBAK Kesbangpol Kemendagri, Kasubdit Agama, BIN, Ka Baintelkam Polri, beberapa orang perwakilan dari Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), utusan dari LPPI, FUI, IIQ Jakarta Selatan, DDII, MUI, pakar hukum dll. Di antara yang hadir sebagai pembicara yaitu Habieb Rizieq Syihab (FPI), Slamet Effendi (NU), Nasaruddin Umar, dll.

Rabu, 15 Februari 2012

Wahyu Palsu Mirza Ghulam Ahmad

Kisah Cinta Nabi Mirza Ghulam Ahmad
di Dalam Tadzkirah
(Tadzkirah, hal. 162, cetakan 1956, Rabwah)
فَأَوْحَى اللهُ إِلَيَّ أَنْ اخْطُبْ صَبِيَّتَهُ الْكَبِيْرَةَ لِنَفْسِكَ وَ قُلْ لَهُ لِيُصَاهِرْكَ أَوَّلًا ثُمَّ لْيَقْتَبِسْ مِنْ قَبَسِكَ وَ قُلْ إِنِّيْ أُمِرْتُ لِأَهْبَكَ مَا طَلَبْتَ مِنَ الْأَرْضِ وَ أَرْضًا أُخْرَى مَعَهَا وَ أُحْسِنَ إِلَيْكَ بِإِحْسَانَاتٍ أُخْرَى عَلَى أَنْ تُنْكِحَنِيْ إِحْدَى بَنَاتِكَ الَّتِيْ هِيَ كَبِيْرَتُهَا وَذَلِكَ بَيْنِيْ وَبَيْنَكَ، فَإِنْ قَبِلْتَ فَسَتَجِدُنِيْ مِنَ الْمُتَقَبِّلِيْنَ، وَ إِنْ لَمْ تَقْبَلْ فَاعْلَمْ أَنَّ اللهَ قَدْ أَخْبَرَنِيْ أَنَّ إِنْكَاحَهَا رَجُلًا آخَرَ لَا يُبَارَكُ لَهَا وَلَا لَكَ فَإِنْ لَمْ تَزْدَجِرْ فَيُصَبُّ عَلَيْكَ مَصَائِبُ وَ آخَرُ الْمَصَائِبِ مَوْتُكَ فَتَمُوْتُ بَعْدَ النِّكَاحِ إِلَى ثَلَاثِ سِنِيْنَ بَلْ مَوْتُكَ قَرِيْبٌ وَ يَرِدُ عَلَيْكَ وَ أَنْتَ مِنَ الْغَافِلِيْنَ، وَكَذلِكَ يِمُوْتُ بَعْلُهَا الَّذِيْ يَصِيْرُ زَوْجُهَا إِلَى حَوْلَيْنِ وَ سِتَّةِ أَشْهُرٍ قَضَاءً مِنَ اللهِ فَاصْنَعْ مَا أَنْتَ صَانِعُهُ وَ إِنِّيْ لَكَ لَمِنَ النَّاصِحِيْنَ.


Matinya Mirza Ghulam Ahmad

MATI KOLERA KUTUKAN MUBAHALAH 
KOK DISEBUT MATI SYAHID?!

Oleh Tim Peneliti Ar-Risalah


Di dalam buku, “Bukan Sekedar Hitam Putih,” hal. 231 dikatakan, ”Setelah mengetahui fakta mengenai sakit dan wafatnya Hz. Mirza Ghulam Ahmad a.s., sekarang yang menjadi persoalan dari segi aqidah adalah: Apakah sakit diare akut yang menyerang isi perut Hz. Mirza Ghulam Ahmad a.s. dapat dikategorikan sebagai penyakit yang diridhai oleh Tuhan atau tidak?”

Tafsir Al-Asma Al-Husna

Tafsir Asmaul Husna yang Benar 
oleh ust Dudung Ramdani, Lc
Allah SWT telah menjelaskan bahwa Dia mempunyai nama-nama yang sangat indah. Nama-nama tersebut sangat banyak, tidak terpaku kepada angka 99 nama. Akan tetapi yang lebih dikenal oleh kaum muslimin bahwa nama-nama Allah SWT itu berjumlah 99 nama yang dikenal dengan sebutan Alsmaul Husna-Asma Al-Husna.
Ketika seorang muslim telah mengetahui masalah ini, maka yang harus dia lakukan terhadap Al-Asma Al-Husna milik Allah SWT tersebut adalah : (Lihat kitab Al-Qoulul Mufiid 'alaa Kitaabit Tauhiid, jilid 2 hal. 315-316 karya Syaikh Utsaimin cet. Saudi Arabia)

Tafsir Al-Asma Al-Husna versi ESQ

Penyelewengan Tafsir Al-Asma Al-Husna versi ESQ 
Akhir-akhir ini di antara pemberitaan yang sedang hangat adalah masalah fatwa sesat yang dikeluarkan oleh Mufti Malaysia perihal ESQ Ary Ginanjar. Fatwa Mufti Malaysia itu ditandatangani oleh Mufti Wilayah Persekutuan Malaysia, yaitu Datuk Hj. Wan Zahidi bin Wan Teh tanggal 10 Juni 2010, dan dirilis dalam situs resmi pemerintah Malaysia www.muftiwp.gov.my, Rabu (7/7/2010). Oleh Mufti Malaysia, ESQ dianggap ajaran yang dapat merusak akidah serta syariah Islam.