Kamis, 29 Maret 2012

Proses Kehancuran Khilafah Islam

Proses Kehancuran Khilafah
Peluang Dunia yang Hilang dan Upaya Rekonstruksi
DR. Fahmi Amhar
Alumnus Vienna University of Technology, Aktivis Hizbut Tahrir
(dipublikasikan kembali oleh Ar-Risalah Institute Jakarta)
            Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi dari Islam. Akan tetapi, melihat realita kaum muslimin pada saat ini, kita dihadapkan kepada kenyataan bahwa

1. Sebuah Pukulan Final

Tanggal 3 Maret 1924 Majelis Nasional Turki telah menyetujui penghapusan Khilafah, sebuah struktur dan sistem agung yang didirikan Rasulullah dan ditandai dengan perisitwa hijrah. Kaum muslimin mulai terdesak di “pertarungan peradaban” sejak abad 18 Masehi.  Revolusi Industri di Eropa memberikan dampak yang luar biasa terhadap keseimbangan kekuatan di dunia.  Negara Khilafah mulai merasakan tekanan dari dalam dan dari luar. Di dalam, ketidakpuasan terhadap situasi berkembang (atau dieksploitir oleh agen-agen Barat) menjadi isu-isu rasial dan fanatisme mazhab yang berujung pada separatisme/disintegrasi.  Dari luar negeri terdapat tekanan untuk “mereformasi” Daulah Utsmaniyah dengan sistem hukum yang “kompatibel” dengan sistem hukum Eropa.

Al-Hasan Mengalah Kepada Muawiyah

Al-Hasan Mengalah Kepada Muawiyah
Oleh Ar-Risalah Institute

Di dalam sebuah sabdanya, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa masa khilafah ‘alaa manhajin nubuwwah (Khilafah Atas Manhaj Kenabian) akan berlangsung selama 30 tahun. Setelah itu, akan datanglah masa kaum muslimin dipimpin dalam sistem kerajaan.
Sejarah mencatat bahwa Rasulullah SAW wafat pada 12 Rabiul Awwal 11 H. Setelah beliau wafat, nasib kaum muslimin diurus oleh para khalifah setelah Rasulullah SAW. Di antaranya oleh Abu Bakar, Umar bin Khaththab, Utsman, Ali dan kemudian Hasan bin Ali.
Kalau kita mau menghitung, maka kita akan melihat bahwa rentang waktu yang dialami oleh Khulafaur Rasyidin yang empat sampai disusul oleh Al-Hasan bin Ali, adalah selama 30 tahun. Hal ini bisa dilihat dari tahun dimana Hasan menyerahkan tampuk kekhilafahan yang beliau terima dari ayahnya atas permintaan seluruh warga Madinah pada saat itu, kepada Muawiyah bin Abu Sufyan.

Rabu, 28 Maret 2012

Pendeta Radikal

EDHIE SAPTO WEDA
Pendeta Radikal Mantan Pembunuh Bayaran
Tak heran jika setiap gerakan peng-injilan Pendeta Edhie Sapto selalu memicu kerusuhan. Maklum, putra Madura betubuh kurus ini berasal dari latar belakang dunia hitam. Sebelum menjadi pendeta, Edhie adalah seorang pengusaha ganja dan pembunuh bayaran yang sudah pernah masuk penjara sudah tujuh kali dalam kasus pembunuhan dan peng­aniayaan. (jawaban.com).
Tahun 2002 Edhie Sapto menyekap puluhan orang untuk dikristenkan di kompleks yayasannya yang di dalamnya terdapat Sekolah Tinggi Teologi (STT) dan gereja. Orang-orang dari luar yang direkrut dari berbagai daerah itu semula dijanjikan sekolah gratis dan pekerjaan di Jakarta. Di antara mereka adalah para guru ngaji di kampungnya. Setiba di Bekasi, mereka dijebloskan ke tempat penampungan yang tidak lain adalah lokasi rumah dan yayasan milik Edhie Sapto. Ternyata sekolah yang dimaksud adalah STT dan pekerjaan yang dimaksud adalah menjaga peternakan babi.
Di markas pemurtadan itu, Edhie mewajibkan warga pendatang untuk mengikuti kebaktian setiap hari di gereja. Jika menolak, maka sebagai hukuman­nya mereka tidak diberi makan.
Heryanto, salah seorang korban yang berasal dari Manado mengalami berbagai siksaan akibat menolak masuk Kristen. Ia sempat disiksa, ditelanjangi dan dikunci dalam kamar tanpa diberi makan dan minum beberapa hari. Karena tetap bertahan dalam Islam, Edhie mengancam Heryanto dengan menyatakan bahwa dulu dia adalah preman dan pembunuh.

Terjemah Pidato Dubes Iran dalam Acara Maulid Nabi di Jakarta

Transkrip Terjemahan Pidato Dubes Iran
Dalam Acara Maulid Nabi Muhammad SAW
Tanggal 11 Februari 2012 di Gedung Smesco Jakarta.

Nabi SAW menyampaikan, ketika beliau diutus sebagai nabi, bahwa beliau adalah rahmat dan berkah untuk seluruh umat manusia. Beliaulah satu-satunya nabi yang dalam ayat Al Quran disebutkan, dan beliau mengutipkan ayat Al Qurannya, “diutus di tengah-tengah kalian seorang nabi. Penutup nabi dan rasul yang paling mulia di antara mereka dan manusia yang paling sempurna. Sesunguhnya engkau berada di atas singasana yang utama.“

Kristenisasi Kepada Warga Madura

Pengkristenan Madura Pancing Amarah
Dipublikasikan Ulang oleh : Ar-Risalah Institute
MADURA.” Mendengar kata ini, maka yang terbayang adalah sebuah pulau yang gersang dan kering seluas lebih kurang 5.250 km2 di ujung timur pulau Jawa. Terlintas di benak kita sebuah celurit, karapan sapi dan adat yang keras. Di masyarakat, kata “Madura” akrab dengan sate, becak, besi tua dan rongsokan. Demikianlah, gambaran umum orang lain tentang orang Madura yang dikenal sebagai pekerja keras yang ulet.

Keganjilan Ahmadiyah

KEGANJILAN AHMADIYAH
Diterjemahkan oleh Abu Fatimah, Lc
(Ar-Risalah Institute)

DAFTAR ISI

  1. TAHUN KELAHIRAN YANG BERBEDA-BEDA    
  2. MIRZA GULAM AHMAD DAN ASAL USULNYA  
  3. PENGAKUAN-PENGAKUAN MIRZA GHULAM AHMAD 
  4. PERUBAHAN ISI TADZKIRAH AGAR COCOK DENGAN KENYATAAN
  5. BENTUK-BENTUK PENGHINAAN MIRZA GHULAM  
  6. PENYAKIT-PENYAKIT MIRZA GHULAM AHMAD
  7. MIRZA GHULAM AHMAD, “NABI” DARI INDIA YANG BODOH 
  8. SEJARAH MUBAHALAH
  9. PARA SAKSI KEMATIAN MIRZA GHULAM AHMAD

Ahmadiyah selalu menjadi polemik di seluruh dunia. Kaum muslimin tetap berkeyakinan bahwa Ahmadiyah adalah aliran sesat, karena berkeyakinan ada nabi setelah Nabi Muhammad SAW.
            Untuk menguatkan dakwaan kita bahwa Ahmadiyah adalah sesat, maka dengan ini saya akan paparkan beberapa hal yang saya nilai ganjil. Mulai dari tahun kelahiran Mirza Ghulam Ahmad yang berbeda-beda, ramalan yang tidak pernah terbukti, melakukan pembohongan (padahal seorang nabi tidak akan pernah berbohong), mengajak bermubahalah, eh malah Mirza Ghulam Ahmad yang mati kolera. Tetapi, para pengikutnya tetap saja membela kesesatan ini. Mungkin saja, di balik pembelaan mereka ini ada udang di balik batu. Ada uang yang melimpah bantuan dari asing, atau ada kepentingan politik yang ingin dicapai di balik semua ini.
Mari kita simak satu persatu kesesatan Ahmadiyah ini. Di antaranya :
             
1. TAHUN KELAHIRAN YANG BERBEDA-BEDA
            Mengapa berbeda-beda? Mirza Ghulam Ahmad mengatakan bahwa dirinya dilahirkan pada tahun 1839 atau 1840. Mirza Ghulam Ahmad berkata, ”Saya dilahirkan pada tahun 1839/1840. Karena pada saat itu, adalah akhir dari Pemerintahan Sikh. Pada tahun 1857, saya baru berumur 16 tahun. Janggut serta kumis saya belum tumbuh.” (Kitabul Bariyyah, hal. 159/ Ruhani Khozain Jilid 13 hal. 177).
Akan tetapi para pengikutnya merubah tahun kelahiran nabi mereka. Dengan ini mereka bertujuan agar usia nabi mereka (Mirza Ghulam Ahmad) sesuai antara ramalannya (Mirza Ghulam Ahmad) mengenai umurnya sendiri. Para pengikut Mirza Ghulam Ahmad menuliskan bahwa tahun kelahiran Mirza Ghulam Ahmad adalah tahun 1835. Hal ini dikarenakan Mirza Ghulam Ahmad pernah meramalkan bahwa umurnya akan berkisar antara 75-85. 
            Mirza Ghulam Ahmad berkata di dalam kitabnya, Dhamimah Haqiqatul Wahyi, hal. 94 sebagai berikut :
أَطَالَ اللهُ بَقَاءَكَ تَعِيْشُ ثَمَانِيْنَ حَوْلًا أَوْ تَزِيْدُ عَلَيْهِ خَمْسَةً أَوْ أَرْبَعَةً أَوْ يَقِلُّ كَمِثْلِهَا.
“Allah akan memanjangkan umurmu, engkau akan hidup sekitar 80 tahun, atau lebih 5 atau 4 tahun  dari itu (84 atau 85 tahun), atau kurang seperti itu (kurang 5 atau 4 tahun dari 80 tahun, yaitu 74 atau 75 tahun).” Perhatikan juga wahyu Mirza Ghulam Ahmad yang terdapat di dalam kitab Ruhani Khozain, jilid 22 kitab Haqiqatul Wahyi, hal. 100.
Oleh karena itu, ketika para pengikut Mirza Ghulam Ahmad mengatakan bahwa nabi mereka lahir pada tahun 1835, maka ketika Mirza Ghulam Ahmad meninggal dunia pada tahun 1908, artinya ramalannya tepat. Karena 1908 – 1835 = 73 tahun. Akan tetapi, apabila tidak dirubah, maka ramalan Mirza Ghulam Ahmad tidak terbukti. Karena 1908 – 1839 = 69 tahun. Umur Mirza Ghulam Ahmad yang sebenarnya adalah 69 tahun. Jadi antara ramalan dengan kenyataan tidak sesuai.  


Perkembangan Ahmadiyah di Indonesia

PERKEMBANGAN AHMADIYAH
DI INDONESIA (1925 - 2011)
Oleh Ar-Risalah Institute

Ahmadiyyah yang dikenal juga dengan nama Qadiyaniyyah atau Mirzaiyyah adalah sebuah kelompok yang beranggapan bahwa ajarannya berdasar kepada ajaran Islam yang benar. Ajaran ini didirikan oleh seorang Qadiyan yang mengaku dirinya sebagai Nabi, bernama Mirza Gulam Ahmad, pada tanggal 23 Maret 1889 (Azar) di sebuah kota yang bernama Ludhiana di Punjab - India, Negeri ini oleh orang-orang Ahmadi disebut “Darul Bai’at”. Tujuan pertama Ahmadiyah adalah mengajak orang-orang Islam dan yang lainnya untuk membenarkan pengakuan Mirza Gulam Ahmad Al-Qadiyani sebagai Nabi. Tidak hanya itu, dia juga mengklaim sebagai al-Masih yang dijanjikan, dan Imam al-Mahdiy (yang ditunggu-tunggu). Ahmadiyah menganggap umat Islam yang tidak masuk ke dalam kelompoknya sebagai orang kafir. Ahmadiyah di negara asalnya, Pakistan, terpecah menjadi 5 (lima) kelompok besar. Namun, yang masuk ke Indonesia hanya 2 (dua) kelompok saja, yaitu Ahmadiyah Qadiyan dan Ahmadiyah Lahore. Dari sejak kehadirannya di Indonesia, Ahmadiyah telah menimbulkan berbagai polemik di masyarakat, karena ajarannya yang menyimpang dari ajaran Islam. Berikut ringkasan sejarah perjalanan Ahmadiyah di Indonesia:
Ahmadiyah Qadiyan masuk ke Indonesia dengan tokohnya H. Abu Bakar Ayub. Kemudian kelompok ini mendirikan organisasi Jemaat Ahmadiyah Indonesia atau
disingkat JAI.
Ahmadiyah Lahore masuk ke Indonesia, tepatnya tanggal 28 September 1928. Kelompok ini mendirikan organisasi Gerakan Ahmadiyah Indonesia atau disingkat GAI. Setelah berhasil masuk ke Indonesia, ajaran Ahmadiyah mulai menyebar ke seluruh pelosok tanah air. Akan tetapi banyak mendapat penolakan dari umat Islam Indonesia. Salah satunya ditandai dengan adanya perdebatan terbuka antara tokoh Ahmadiyah saat itu, Abu Bakar Ayub dan Rahmat Ali, dengan Ulama Persatuan Islam (PERSIS), Ahmad Hassan. Peristiwa tersebut berlangsung di Gang Kenari, Jakarta Pusat pada September 1933, dan tercatat ada 2 (dua) kali perdebatan, khususnya membahas tentang Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi terakhir (Khatamun Nabiyyin). Untuk bisa hidup dan berkembang di Indonesia, Ahmadiyah mendaftarkan diri di Departemen Kehakiman RI pada tanggal 3 Maret 1953. Usaha itu mendapat hasil dengan disahkannya Ahmadiyah sebagai sebuah organisasi, yang
dimuat dalam Tambahan Berita Negara RI No. 26, tanggal 31 Maret 1953; Pada tanggal 27 Januari 1965, Presiden Republik Indonesia, Ir. Soekarno, mengeluarkan Penetapan Presiden No. 1 Tahun 1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama. Jauh setelah kemerdekaan Republik Indonesia, yaitu setelah berdirinya Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 26 Juli 1975, polemik Ahmadiyah kembali menghangat. MUI sebagai wadah para Ulama, Zu’ama, dan Cendikiawan Muslim Indonesia pun melakukan penelitian terhadap ajaran yang disebarkan oleh Ahmadiyah.

Syiah dan Masuknya Tartar ke Baghdad

SYIAH DAN TARTAR
Oleh ust Abu Fatimah, Lc
Di dalam kitabnya, Ibnu Taimiyyah, seorang ilmuwan muslim yang sangat hebat yang pernah dimiliki kaum muslimin, yang terlahir pada saat kaum muslimin diserang bangsa Tartar pada abad ke-12 M, beliau mengatakan :
وَالرَّافِضَةِ تُحِبُّ التَّتَارَ وَدَوْلَتَهُمْ ; لِأَنَّهُ يَحْصُلُ لَهُمْ بِهَا مِنْ الْعِزِّ مَا لَا يَحْصُلُ بِدَوْلَةِ الْمُسْلِمِينَ . وَالرَّافِضَةُ هُمْ مُعَاوِنُونَ لِلْمُشْرِكِينَ وَالْيَهُودِ وَالنَّصَارَى عَلَى قِتَالِ الْمُسْلِمِينَ وَهُمْ كَانُوا مِنْ أَعْظَمِ الْأَسْبَابِ فِي دُخُولِ التَّتَارِ قَبْلَ إسْلَامِهِمْ إلَى أَرْضِ الْمَشْرِقِ بِخُرَاسَانَ وَالْعِرَاقِ وَالشَّامِ وَكَانُوا مِنْ أَعْظَمِ النَّاسِ مُعَاوَنَةً لَهُمْ عَلَى أَخْذِهِمْ لِبِلَادِ الْإِسْلَامِ وَقَتْلِ الْمُسْلِمِينَ... قَدْ عَرَفَ أَهْلُ الْخِبْرَةِ أَنَّ الرَّافِضَةَ تَكُونُ مَعَ النَّصَارَى عَلَى الْمُسْلِمِينَ وَأَنَّهُمْ عَاوَنُوهُمْ عَلَى أَخْذِ الْبِلَادِ لَمَّا جَاءَ التَّتَارُ وَعَزَّ عَلَى الرَّافِضَةِ فَتْحُ عُكَّةَ وَغَيْرِهَا مِنْ السَّوَاحِلِ وَإِذَا غَلَبَ الْمُسْلِمُونَ النَّصَارَى وَالْمُشْرِكِينَ كَانَ ذَلِكَ غُصَّةً عِنْد الرَّافِضَةِ وَإِذَا غَلَبَ الْمُشْرِكُونَ وَالنَّصَارَى الْمُسْلِمِينَ كَانَ ذَلِكَ عِيدًا وَمَسَرَّةً عِنْدَ الرَّافِضَةِ .
Terjemah bebasnya kurang lebih seperti ini, “Orang-orang Rafidhah (Syiah) sangat mencintai bangsa Tartar. Karena bangsa Tartar lah yang telah memberikan kemuliaan kepada mereka (Rafidhah), yang tidak pernah mereka dapatkan dari kaum muslimin. Orang-orang Rafidhah lah yang telah membantu orang-orang musyrik, orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani di dalam memerangi kaum muslimin. Mereka lah penyebab utama masuknya bangsa Tartar (sebelum mereka masuk Islam) ke Timur Tengah melalui pintu Khurasan (Iran), Iraq dan Syam (Libanon dan negara-negara di sekitarnya). Orang-orang Rafidhah lah yang telah membantu bangsa Tartar dalam upaya perampasan negara-negara Islam dan pembantaian kaum muslimin...para ahli sejarah tahu jika Rafidhah lah yang berada di belakang orang-orang Nasrani yang memerangi kaum muslimin. Mereka lah yang telah membantu orang-orang Nasrani merampas tanah kaum muslimin. Misalnya tatkala bangsa Tartar datang. Orang-orang Rafidhah bersuka cita setelah wilayah Ukah dan kota-kota lainnya yang berada di pesisir pantai ditaklukkan Tartar. Orang-orang Rafidhah itu akan merasa sedih, manakala kaum muslimin bisa mengalahkan orang-orang Nasrani dan orang-orang musyrik. Akan tetapi, apabila orang-orang musyrik dan Nasrani bisa mengalahkan kaum muslimin, maka hal ini akan membuat senang mereka.” (Lihat Majmu Fatawa Ibnu Taimiyyah, jilid 28, kitab Fiqih Jihad, hal. 527-528).

Perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Tentang Mut'ah

PERKATAAN SYAIKHUL ISLAM IBNU TAIMIYYAH
TENTANG NIKAH MUT’AH
Oleh ust Dudung Ramdani, Lc

Nikah Mut’ah di kalangan Syiah sangat dianjurkan, bahkan diwajibkan dengan diming-imingi pahala yang mereka buat di dalam hadits-hadits palsu mereka.
Aneh memang, Syiah mengaku sebagai kumpulan orang-orang yang cinta Ahlul Bait. Akan tetapi, ajaran Ahlul Bait, dalam hal ini larangan nikah mut’ah, oleh mereka tetap saja dihalalkan. Bayangkan, sudah berapa ribu anak yang terlahir ke dunia ini dalam keadaan dia tidak kenal dengan ayah biologisnya. Berapa banyak para wanita yang hidup dalam keadaan single parent, dia membesarkan anak-anaknya (hasil dari nikah mut’ah) sendirian. Akhirnya, untuk menutupi kebutuhannya, dia harus tetap menjalani nikah mut’ah ini untuk memperoleh penghasilan (uang). Karena jika dia berhenti dari nikah mut’ah ini, maka tidak ada orang yang akan menanggung biaya hidupnya berikut anak-anaknya. Walhasil, dari hari ke hari, dia harus tetap menjalani nikah mut’ah (zina terselubung). Hasilnya, tumpukan dosa dan dosa akan terus menggunung.

Minggu, 25 Maret 2012

Kitab Syiah Berbicara

 Berikut ini, akan kami paparkan sebagian penyimpangan Syiah dan sikap mereka terhadap Ahlu Sunnah. Silahkan diamati dan diperhatikan, apakah Syiah itu menyimpang ataukah tidak? Bagi Anda yang masih mempunyai semangat keislaman, tentu akan langsung mengatakan jika ajaran Syiah adalah ajaran menyimpang dari Islam.
Sengaja kami kutipkan langsung dari buku-buku asli mereka. Semoga kaum muslimin selamat dari makar mereka. Alloohumma aamiin.
Berikut ini kutipannya :

Rabu, 21 Maret 2012

Kuffar di Pontianak Lakukan Sweeping dan Paksa Muslimah Melepas Jilbab

JAKARTA (voa-islam.com) - Dari pemantauan yang dilakukan terhadap konflik di Pontianak Kalimantan Barat, umat Islam sangat terzhalimi. Ketua DPP FPI Munarman menyampaikan bahwa yang melakukan penyerangan adalah orang-orang kafir terhadap umat Islam di Pontianak.

“Yang melakukan penyerangan itu orang-orang kafir, umat Islam hanya membela diri,” ungkap anggota TPM ini kepada voa-islam.com, Kamis (16/3/2012).

Lebih lanjut Munarman menyampaikan perlakuan keji dilakukan orang-orang kafir terhadap umat Islam Pontianak dengan melakukan sweeping dan memaksa para muslimah untuk membuka jilbab.

“Kaum kafir mensweeping dan memaksa muslimah membuka jilbab,” jelas direktur An Nasr Insitute ini.

Perang Bani Qainuqa Di Zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Syiah Semakin Eksis

Peringatan kepada Pemerintah dan kaum muslimin di Indonesia bahwa Syiah di Indonesia sudah semakin eksis dan kuat. Buktinya, mereka dengan leluasa dan berani menyebarkan faham-faham Syiah melalui buku-buku mereka. Salah satu buku mereka yang terbaru adalah buku yang berjudul Mafatih Al-Jinan; Kunci-kunci Surga (3 jilid), karya Syaikh Abbas Al-Qummi, penerbit Al-Huda Jakarta.  Inilah foto buku tersebut :

Selasa, 20 Maret 2012

Perbedaan Hadits versi Sunni dengan Syiah

HADITS VERSI SYIAH
Oleh Ar-Risalah Institute
Ahlu Sunnah menetapkan bahwa hukum Islam yang kedua adalah Sunnah Rasulullah SAW. Sedangkan menurut Syiah bahwa hukum Islam yang kedua yaitu Sunnah Rasulullah SAW ditambah dengan Sunnah 13 orang suci dan maksum. Jika diurutkan akan seperti ini:

  1. Hadits/Sunnah Rasulullah SAW
  1. Hadits/Sunnah Imam Ali bin Abi Thalib AS
Lahir   : 13 Rajab
Wafat  : Malam Jum’at, 21 Ramadhan 40 H.

  1. Hadits/Sunnah Fathimah Az-Zahra AS
Lahir   : Makkah, Jum’at 20 Jumadi Al-Tsani
Wafat  : Selasa, 3 Jumadi Al-Tsani 11 H.

Isu Global Warming = Pemusnahan Kaum Muslimin

Isu Global Warming
Makar kelompok Yahudi menjalar pada seluruh bidang. Tidak terkecuali dalam kampanye Global Warming. Penulis novel konspirasi, Zaynur Ridwan, mencoba mengulas itu dalam novel terbarunya "Indonesia Incorporated". Ditemui Eramuslim.com beberapa waktu lalu, Zaynur menjelaskan upaya depopulasi dimainkan Zionisme Internasional lewat berbagai organisasi rahasianya.

“Mereka mengatur regulasi untuk memasung pemerintah. Maka keluar protocol Kyoto dan beberapa Summit termasuk di Konferensi Lingkungan di Bali 2007 lalu,” tegas Zaynur.

Neo Liberalism

Sebagai ekonom Neoliberalis, Prof Dr Widjojo Nitisastro memang telah berpulang ke Sang Maha Kuasa, namun kadernya masih banyak bercokol termasuk Boediono dan Miranda Goeltom serta Sri Mulyani dan Darmin Nasution, meneruskan Neoliberalisme yang melayani kepentingan asing tanpa batas itu. Era SBY jelas era neoliberal.

Kasus Syiah Sampang Masuk Ranah Hukum

Kasus tuduhan penodaan agama Islam oleh penganut Syiah di Sampang, Madura akan berbuntut panjang. Sebab pimpinan pondok pesantren, Tajul Muluk sudah ditetapkan Polda Jatim sebagai tersangka per 16 Maret 2012 lalu.

Hal ini diungkapkan oleh salah satu dari kuasa Hukum Tajul Muluk, Otman Ralibi. Satu dari 10 kuasa hukum yang disewa Tajul Muluk ini memastikan kliennya telah ditetapkan menjadi tersangka.

Tiga Buku Syiah Terbitan Indonesia Dilarang Di Malaysia

Kementerian Dalam Negeri Malaysia melarang peredaran tiga buku terbitan Indonesia karena dinilai mengandung materi yang bertentangan dengan ajaran Islam di Malaysia.

Sekretaris bidang teks Alquran dan Penerbitan, Abdul Aziz Mohamed Nor seperti dikutip Bernama, Selasa, mengatakan ketiga buku yang dilarang tersebut berjudul "Pengantar Ilmu-ilmu Islam", "Dialog Sunnah-Syiah", dan "Tafsir Sufi Al-Fatihah Mukadimah".

Senin, 19 Maret 2012

Penyimpangan Syiah

            Berikut ini, kami kutipkan beberapa pokok kesesatan Syiah dari buku yang berjudul di bawah ini:
Judul Buku                 : Fiqih Ja’fari
Penerbit                     : Lentera
Penulis                      : Muhammad Jawad Mughniyah
Pengantar                   : Umar Shahab, MA
Cetakan Pertama        : Oktober 1995

Ajaran Sesat Syiah Yang Lainnya

            MUI sebagai wadah yang menampung para ulama di Indonesia telah membuat sebuah pedoman di dalam mengidentifikasi aliran sesat di Indonesia.
            Untuk mempersingkat, kami langsung saja ke pokok pembahasan, yaitu menimbang ajaran Syi’ah dari sisi pedoman identifikasi aliran sesat MUI Pusat, apakah layak Syi’ah dicap sesat ataukah tidak?
            Berikut kutipannya :

PEDOMAN IDENTIFIKASI ALIRAN SESAT
MAJELIS ULAMA INDONESIA

MUKADDIMAH

Bismillahirrohmanirrohiem

Kebebasan, khususnya dalam kehidupan beragama, yang terjadi pada era reformasi telah melahirkan banyak peluang dan sekaligus tantangan. Di satu sisi berbagai aktifitas dakwah berjalan dengan lancar dan berbagai nilai Islam yang mendasar dengan leluasa disuarakan tanpa hambatan yang berarti. Tapi di sisi lain, dengan kebebasan itu pula aliran sesat atau kelompok yang menyuarakan pemikiran, paham dan aktifitas yang bertentangan dengan aqidah dan syariah Islam juga dengan leluasa bergerak dan berkembang di tengah masyarakat.

Pemikiran, faham dan aktifitas yang bertentangan dengan aqidah dan syariah tentu tidak boleh berkembang begitu saja di tengah masyarakat karena pasti akan menimbulkan keresahan umat disamping akan menimbulkan korban dari kalangan umat yang telah disesatkan. Oleh karena itu, harus ada upaya sungguh-sungguh untuk menangkal dan menghentikan aliran itu dan menyadarkan mereka untuk kembali ke jalan yang benar.


Iran Siapkan Tentara Wanita

Sepertinya Iran terobsesi untuk menyebarkan faham Syiahnya ke seluruh dunia. Pertama dengan cara menggelontorkan jutaan dollar ke berbagai yayasan dan lembaga yang tersebar di seluruh dunia yang menjadi corong penyebaran ajaran Syiah. Di sisi lain, Iran juga sedang menyiapkan pasukan wanita untuk menjadi garda terdepan di Iran sebagai tameng untuk membela negara. Selain itu, pasukan tentara wanita Iran ini dipersiapkan untuk menjadi martir manakala "Amerika" menyerang mereka. Padahal, tidak akan mungkin Amerika akan menyerang Iran. Yang jelas, kami khawatir jika pasukan wanita ini dijadikan sebagai alat untuk memerangi Ahlu Sunnah Iran. 

Minggu, 18 Maret 2012

Ust Farid Ahmad Okbah

Alhamdulillah, pada 24 Februari 2012, telah diadakan Daurah Du'at yang diprakarsai oleh PW Persatuan Islam Jakarta dengan bekerjasama dengan Direktur Islamic Center Al-Islam, yaitu Ust. Farid Ahmad Okbah, MA dengan mengusung materi tentang Syiah.
Yang bertindak sebagai moderator adalah Ust Jeje Zainuddin, M.Ag. Alhamdulillah, Indonesia mempunyai tokoh sejati yang ikhlas mewakafkan diri di dalam mempelajari dan mengkaji tentang Syiah di Indonesia. Beliau menyampaikan bahwa perkembangan Syiah di Indonesia sudah sangat membahayakan. Karena dakwah mereka ditopang oleh dana yang kuat dari Iran. Beliau mengharapkan, ke depannya akan bermunculan kader-kader muda yang siap mengawal aqidah umat Islam dari rongrongan berbagai macam aliran dan faham yang menyimpang dari Islam, walaupun memakai atribut Islam.
Amin ya Rabbal Alamin. 

Diskusi Syiah di Kualalumpur

Belum lama ini, sebuah acara diskusi ilmiah tentang Syiah diikuti mahasiwa dan mahasiswi Indonesia di International Islamic University Malaysia (IIUM), Kualalumpur. Dalam diskusi ilmiah bertema ”Memahami Kelainan Sy’iah” yang diselenggarakan oleh IKPM (Ikatan Keluarga Pondok Modern) Gontor Cabang Malaysia dan ISFI (Islamic Studies Forum for Indonesia) menghadirkan Henri Shalahuddin, MA, peneliti INSISTS (Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations).
Dalam makalahnya, Henri memaparkan beberapa bukti standar ganda yang dilakukan kaum Syiah.
Di antara yang dipaparkan Henri adalah sebuah buku yang ditulis Emilia Renita, seorang pendakwah Syi’ah berjudul “40 Masalah Syi’ah”.
Renita, dalam buku itu menyatakan, bahwa tujuan dia menulis bukunya bukan untuk menghujat, menyerang dan mengkafirkan Ahlussunnah. Pernyataannya ini diperkuat oleh suaminya, Jalaluddin Rakhmat. Dalam pengantarnya, ketua Dewan Syura Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (IJABI) ini yang bertindak sebagai editor buku tersebut mengaku bahwa salah satu tujuan ditulisnya buku istrinya itu adalah untuk menumbuhkan saling pengertian di antara mazhab-mazhab dalam Islam.

Jumat, 16 Maret 2012

Kutipan dari Buku "Ajaranku" Mirza Ghulam Ahmad

AJARANKU; KARYA MIRZA GHULAM AHMAD
Oleh Ar-Risalah Institute

Di dalam bukunya ini, MGA sebagai nabi palsu tidak henti-hentinya menyebarkan kesesatan ke tengah-tengah kaum muslimin. Di antaranya :

1. "Hendaknya hal ini dipahami dengan jelas, bahwa bai'at hanya berupa ikrar di lidah saja tidaklah punya arti apa-apa, jika tidak ditunjang oleh suatu kebulatan tekad hendak melaksanakan janji itu sepenuh-penuhnya. Oleh karena itu, barangsiapa yang mengamalkan ajaranku selengkapnya, ia masuk rumah ini - perihal rumah mana ada janji dari ALLAH S.W.T.:
إني أُحافِظُ كلَّ مَنْ في الدَّارِ
Ya'ni: "Tiap-tiap orang yang berada di dalam dinding pagar rumahmu akan kuselamatkan"." (hal.1)

Doktrin Ahmadiyah

DOKTRIN- DOKTRIN AHMADIYAH



1.     Dalam buku Riwayat Hidup Mirza Ghulam Ahmad - Imam Mahdi dan Masih Mau’ud Pendiri Jemaat Ahmadiyah, Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad, Jemaat Ahmadiyah Indonesia, cetakan kedua, 1995:

Tafsir Al-Qur`an versi Ahmadiyah

AJARAN AHMADIYAH
DI DALAM MENAFSIRKAN AL-QUR`AN

Menafsirkan Ayat-ayat Suci Al Qur’an dengan Sangat Menyimpang
            Di samping para Jemaat Ahmadiyah berkeyakinan bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah nabi dan Rasul yang diutus dan diberi wahyu oleh Allah SWT, mereka juga memiliki terjemah dan tafsir Al Qur’an versi sendiri, yaitu “Al Qur’an dengan Terjemah dan Tafsir Singkat”. Isinya tentu saja merupakan penerjemahan dan penafsiran yang sangat menyimpang, berikut beberapa di antaranya:

Kamis, 15 Maret 2012

Fatwa Terbaru Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi tentang Syiah

(Fatwa Syaikh Yusuf ini Jawaban atas 3 Pertanyaan) 

(Jawaban Syaikh Yusuf yang Pertama)
PERBEDAAN ANTARA MADZHAB SUNNI DENGAN
MADZHAB SYI’AH IMAMIYAH
(diterjemahkan oleh Dudung Ramdani, Lc) 


PERBEDAAN ANTARA MADZHAB SUNNI DENGAN
MADZHAB SYI’AH IMAMIYAH

Pertanyaan:
Yang terhormat, Syaikh Dr. Yusuf Al-Qardhawi -hafidhahullah-

Saya bermaksud mengajukan sebuah pertanyaan kepada Anda, semoga Anda bisa menjawabnya dengan terusterang yang bisa melegakan dada dan menghilangkan keraguan.
Kami di Mesir tidak mengenal madzhab yang lain kecuali madzhab Ahlu Sunnah wal Jamaah yang terdiri dari empat madzhab yang sudah dikenal yang dipimpin oleh para imam. Di antaranya oleh Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’ie dan Imam Ahmad. Penduduk Mesir menganut tiga madzhab yang pertama. Madzhab Malik di daerah Sha’id dan sebagian kota yang ada di pinggir laut Merah, dan madzhab Syafi’ie dianut oleh sebagian besar penduduk pinggiran laut Merah, dan madzhab Hanafi hanya dianut oleh beberapa orang tertentu saja yang diwarisi dari zaman kekhalifahan Utsmaniyah.

Sejumlah Disertasi dan Tesis di UIN Indonesia Berbau Syiah

Astaghfirullah… Sejumlah disertasi dan tesis di UIN IAIN Indonesia berbau Syiah, bahkan ada yang promosi Nikah Mut’ah

Rabu, 14 Maret 2012 
Dari 4134 disertasi dan tesis produk perguruan tinggi Islam: UIN IAIN dan STAIN (ada juga dari lainnya) sejak 1957 sampai 2008 yang dimuat di situs ern.pendis.depag.go.id, belakangan ada sejumlah karya tulis yang berbau syiah. Bahkan ada yang terang-terangan mempromosikan nikah mut’ah yang telah diharamkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sebuah karya tulis, dari judulnya saja sudah berupa kalimat  yang jelas-jelas menentang ajaran Rasulullah. Tesis itu berjudul NIKAH MUT’AH SEBUAH ALTERNATIF SOLUSI PERZINAAN Tesis Hukum Islam IAIN/UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta 13 Desember 2006, karya Munawar, S.H.I.

Bagaimana tidak menentang. Lha wong dalam hadits shahih, nikah mut’ah itu telah diharamkan sampai hari qiyamat.

SIAPAKAH YANG TELAH MERACUN AL-HASAN BIN ALI?

SIAPAKAH YANG TELAH MERACUN AL-HASAN BIN ALI?
Oleh ust Abu Fatimah, Lc (dari berbagai sumber)

Sejarah mencatat bahwa Al-Hasan meninggal karena diracun. Menurut sebuah riwayat bahwa Hasan bin Ali semoga Allah meridhai mereka, meninggal karena diracun oleh istrinya Ja’dah binti Al-Asy’ats. Riwayat lain mengatakan bahwa Mu'awiyah lah yang telah menyuruh Ja’dah untuk meracun Hasan bin Ali. Hal ini dilakukan karena Mu’awiyah suka terhadap Ja’dah dan berjanji dia akan menikahi Ja’dah sepeninggal Hasan. Ada juga riwayat yang mengatakan bahwa Yazid bin Muawiyah lah yang telah menyuruh seluruh pembantu Hasan untuk menaruh racun di makanan dan minuman Hasan.

Rabu, 14 Maret 2012

Biodata Zafrulloh Ahmad Pontoh

Nama Lengkap : Zafrulloh Ahmad Pontoh
Tempat dan tgl lahir : Sulawesi Utara, 20-11-1952
Pendidikan : Moslem Missionary Training College Pakistan 1982
Aktivitas : Juru Bicara Jemaat Ahmadiyah Indonesia
HP : 0815 1072 2882

Bagi Anda yang ingin mengetahui Jubir Ahmadiyah, inilah foto orangnya. Kita doakan, semoga mata hatinya bisa melihat kebenaran. Karena jika seseorang yang menganut agama Ahmadiyah mati, maka matinya termasuk mati kafir, karena dia telah mengimani ada nabi lain setelah Nabi Muhammad SAW. Saya telah banyak membaca buku-buku Ahmadiyah, di dalamnya banyak hal-hal yang nyeleneh. Sungguh naif, ada manusia yang menukar akhirat dengan dunia ini!

Selasa, 13 Maret 2012

Syiah Menikam Ahlul Bait

APAKAH SYIAH PECINTA AHLUL BAIT ATAU SEBALIKNYA?
Oleh Ar-Risalah Institute

Orang-orang Syiah mengaku sebagai pecinta dan pengikut Rasulullah SAW dan Ahlul Bait. Akan tetapi, di dalam prakteknya, banyak sekali perbuatan-perbuatan yang dilakukan oleh orang-orang Syiah justru bertentangan dengan Sunnah Rasulullah SAW.

IMAM KE-12 SYIAH HANYA KHAYALAN

IMAM HASAN AL-ASKARI TERNYATA MANDUL
MENURUT KITAB-KITAB SYIAH
Oleh ust Izzuddin Al-Farid, Lc
Jika diasumsikan bahwa Imam ke-12 ini benar adanya, maka para ulama Syiah telah menyatakan di dalam kitab-kitab mereka bahwa seorang anak kecil tidak bisa disebut sebagai seorang imam. Hal ini dikarenakan usianya yang masih muda dan di belum memenuhi syarat-syarat menjadi seorang imam yang telah disebutkan oleh para ulama Syiah. Di antaranya : Telah aqil baligh, adil, bisa memimpin, dan menguasi ilmu-ilmu yang berkaitan dengan hukum Islam. (Lihat kitab Al-Hukuumah Al-Islaamiyyah karya Imam Khumaini, hal. 45-46).

Mengungkap Kebrutalan Syiah di Tempat Suci

BENARKAH JEMAAH HAJI IRAN DIBANTAI DI MEKAH
25 TAHUN YANG LALU?
Oleh Ar-Risalah Institute


Berita dari Iran Indonesia Radio :

Jemaah Haji Iran Dibantai Militer Arab Saudi
25 tahun yang lalu, Tanggal 6 Dzulhijjah 1407 Hijriah, ratusan jemaah haji Iran gugur syahid akibat dibunuh oleh tentara-tentara Arab Saudi di kota Mekah. Pembantaian terhadap jemaah haji Iran ini dilakukan pada saat mereka sedang mengadakan demonstrasi damai yang disebut "Baraatul minal musyrikin" atau "pernyataan berlepas tangan dari kaum musyrikin."

Pertanyaan kepada Ahlu Syiah

Orang-orang Syiah selalu memperingati tanggal 10 Muharram dengan ritual cambuk-menyambuk atau pukul memukul tubuh dan kepala dengan benda tajam sampai bercucuran. Mereka melakukan hal ini adalah dalam rangka beribadah kepada Allah SWT. Yaitu dengan cara memperingati hari wafatnya Imam mereka, yaitu Imam Husein di padang Karbala pada tanggal 10 Muharram tahun 61 H. Dari generasi ke generasi, “ibadah” ini telah diwariskan turun temurun. Sampai-sampai anak yang masih kecil pun, harus ikut andil dalam perayaan ini.

Dari kami selaku Ahlu Sunnah hanya ingin mengajukan beberapa pertanyaan :
  1. Apakah Rasulullah SAW mengajarkan “ibadah” ini?
  2. Bagaimana pengamalan makna takziyah di dalam Islam?
  3. Bolehkan kita meratapi mayit selama berabad-abad dengan cara melukai tubuh kita sendiri? Di manakah posisi kita terhadap ayat yang berbunyi, “(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji‘uun” (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS Al-Baqarah [02]: 156-157).
  4. Jika memang benar orang-orang Syiah merasa sedih dengan wafatnya Husein, bukankah ada yang patut lebih disedihi lagi, yaitu dengan wafatnya Rasulullah SAW sebagai kakek dari Husein itu sendiri?
  5. Mengapa orang-orang Syiah hanya menghormati Ahlul Bait dari garis keturunan Ali yang berjumlah 11 orang? Bagaimana dengan anak-anak Ali yang lainnya? Apakah orang-orang Syiah bersikap baik terhadap keturunan Ali yang lainnya?

Andai saja ada orang-orang Syiah atau perwakilannya yang bisa menjawab semua ini.



Salam,

Ar-Risalah Institute

Asyura di Indonesia

BENTUK ASYURA DI INDONESIA
Oleh Ar-Risalah Institute

Ibadah di dalam ajaran Islam, apabila sumbernya hanya satu, yaitu mengacu kepada Rasulullah SAW, maka di mana pun ibadah tersebut dilakukan, pasti akan kita lihat kesamaannya. Tidak ada yang berbeda, karena sumbernya sama. Misalnya dalam tata cara ibadah shalat, haji, menyembelih hewan qurban, adzan dan lain-lainnya. Jika ada yang berbeda, maka para ulama akan segera mencapnya sebagai ibadah bid'ah. Yaitu ibadah yang diada-adakan atau tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

دور الرافضة في إندونيسيا

دور الرافضة في إندونيسيا
تاريخ الاضافة : 21/06/2008
دور الرافضة في إندونيسيا
فريد أحمد
البينة
مجلة البيان - العدد 115

Senin, 12 Maret 2012

Ulil dan LIPIA Jakarta

SIAPAKAH ULIL ABSAR ABDALLA ITU
Oleh Ar-Risalah Institute


Setelah maraknya peredaran video fauzi baadilla yang mengkampanyekan #IndonesiaTanpaJIL di youtube, nama Ulil Abshar Abdalla kini menjadi buah bibir di jejaring sosial. Langkahnya yang mendukung agar FPI dibubarkan menuai kecaman dari berbagai umat Islam. Bersama para koleganya, Ulil turut menggorganisir Gerakan Indonesia Tanpa FPI. “Dukung gerakan #IndonesiaTanpaFPI. Support the Indonesia-without-FPI movement. | FPI is an Indonesian "Islamic" vigilante group,” tulis Ulil di akunnya, @ulil Abshar-Abdalla.

Syahadat Syiah

Inilah Syahadat Syiah
oleh Ar-Risalah Institute 




أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ
“Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah.”
أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
”Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”
أَشْهَدُ أَنَّ عَلِيًّا وَلِيُّ اللهِ
”Aku bersaksi bahwa Ali adalah wali Allah.”
أَبْرَئُ إِلَى اللهِ مِنْ أَبِيْ بَكْرٍ وَ عُمَرَ وَ عُثْمَانَ وَ عَائِشَةَ وَ حَفْصَةَ وَجَمِيْعِ أَعْدَاءِ أَهْلِ بَيْتِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ
”Aku berlepas diri kepada Allah dari Abu Bakar, Umar, Utsman, Aisyah, Hafshah dan seluruh musuh-musuh Ahlu Bait Rasulullah SAW.”

Siapakah Syaikh Idahram Itu?


Dari beberapa postingan di beberapa blog yang pernah kami ikuti, disinyalir bahwa Syaikh Idahram itu adalah Marhadi. Coba dibalik saja dari kata IDAHRAM = MARHADI. 

Saya pribadi merasa yakin jika penulis buku penuh fitnah yang berjudul Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi adalah orang Indonesia dan bukan dari Saudi atau tanah Arab lainnya, walaupun diembel-embel nama Syaikh. 

Karena, nama Syaikh Idahram terasa aneh dan janggal di telinga. Penulis, Syaikh Idahram ini dikenal oleh kalangan tertentu, apalagi bagi orang yang memberikan kata pengantar di buku tersebut, yaitu Said Agil Siradj. Untuk memastikan siapa jati diri penulis buku Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi tersebut, ada baiknya kita tanyakan kepada si pemberi kata pengantar, yaitu SAS.

Semoga penulis buku sesat ini, segera bertaubat dan menyesali perbuatannya. Amin ya Rabbal Alamin.

ASYURA DI KALANGAN AHLU SUNNAH



Shoum ’Asyura

Pada bulan Muharram ada satu hari yang dikenal dengan sebutan hari ‘Asyura. Orang-orang Jahiliyah pada masa pra Islam dan bangsa Yahudi sangat memuliakan hari ini. Hal tersebut dikarenakan pada hari ini Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS dari kejaran Fir’aun dan bala tentaranya. Bersyukur atas karunia Allah SWT ini kepadanya, Nabi Musa AS akhirnya berpuasa pada hari ini. Tatkala sampai berita ini kepada Nabi kita SAW melalui orang-orang Yahudi yang tinggal di Madinah beliau bersabda,

فَأَنَا أَحَقُّ بِمُوْسَى مِنْكُمْ

“Saya lebih berhak mengikuti Musa dari kalian (kaum Yahudi)”.



Yang demikian karena pada saat Rasulullah SAW sampai di Madinah, beliau mendapati Yahudi Madinah berpuasa pada hari ini, maka beliau sampaikan sabdanya sebagaimana di atas. Semenjak itu beliau SAW memerintahkan ummatnya untuk berpuasa, sehingga jadilah puasa ‘Asyura diantara ibadah yang disukai di dalam Islam. Dan ketika itu puasa Ramadhan belum diwajibkan.

Sejarah Ritual Asyuro Syiah

Ritual Asyura
Memukul kepada dan dada
Kaum rafidhah memukul-mukul badan mereka untuk mendekatkan diri mereka kepada Allah dan mendapatkan pahala di sisi-Nya.

Cara memukul badan
Dalam setiap peringatan hari besar mereka mereka, yang berbeda dengan perayaan hari besar kaum muslimin seperti peringatan terbunuhnya Ali bin Abi Tolib dan peringatan terbunuhnya Husein bin Ali, kaum rafidhoh melakukan upacara2 ritual untuk mengekspresikan kesedihan mereka terhadap musibah-musibah yang menimpa ahlul bait, yang kebanyakan cerita2 musibah itu adalah karangan mereka sendiri.

Ritual2 ini diadakan di setiap wilayah yang memiliki penduduk kaum rafidhoh, tetapi terlihat sangat jelas di beberapa wilayah Pakistan, Iran, India, Irak dan wilayah Nabtiyah di Lebanon. Dalam merayakan ritual ini pun cara mereka berbeda2, di negara teluk mereka memukul badan mereka dengan tangan kosong karena masyarakat negara teluk lebih “berbudaya”. Tetapi di Pakistan dan Lebanon mereka menyabet badan mereka sendiri dengan pedang dan belati untuk menumpahkan dan melukai anggota badan.